Mengenal Neonatal Uterine Bleeding, Keluarnya Menstruasi pada Bayi

Agar tak mudah panik, pelajari masalah yang terjadi dan cara penanganannya yuk!

26 Februari 2020

Mengenal Neonatal Uterine Bleeding, Keluar Menstruasi Bayi
Unsplash/Picsea

Bayi perempuan yang telah dilahirkan ternyata juga dapat mengalami menstruasi layaknya perempuan remaja dan dewasa lho, Ma. Menstruasi pada bayi biasanya terjadi setelah pemotongan tali pusar. Kondisi tersebut dinamakan Neonatal Uterine Bleeding (NUB).

Sebuah kondisi yang ditandai dengan keluarnya bercak darah dari vagina bayi perempuan setelah dilahirkan. Seperti pada remaja atau orang dewasa, darah dari vagina bayi juga keluar dari dalam rahim.

Namun, sebenarnya apa sih Ma yang menjadi penyebab dan apakah NUB ini berbahaya, ya? Secara lebih lanjut, kali ini Popmama.com akan jelaskan mengenai Neonatal Uterine Bleeding yang telah dirangkum dari beragam sumber.

Editors' Picks

1. Hanya 5 persen bayi perempuan mengalaminya

1. Ha 5 persen bayi perempuan mengalaminya
Unsplash/Alex Pasarelu

Menurut penelitian, sebanyak 5 persen bayi yang baru lahir mengalami kondisi Neonatal Uterine Bleeding (NUB) sehingga kasusnya cukup jarang ditemukan. NUB dapat terjadi pada bayi yang baru lahir atau pada usia ke-2 hingga 10 hari.  

Keluarnya darah dari vagina bayi perempuan ini pun cenderung tidak berlangsung lama, sekitar 3-4 hari saja. Pertumbuhan rahim pada janin perempuan yang menyebabkan terjadinya NUB biasanya disebabkan oleh lonjakan kadar hormon esterogen mama saat masa kehamilan.

Tak hanya itu, adanya akselerasi pematangan rahim karena stres saat di dalam kandungan juga dapat memicu terjadinya NUB.

2. Disebabkan oleh hormon estrogen

2. Disebabkan oleh hormon estrogen
Unsplash/Anthony Tran

Kondisi seperti NUB ini terbilang cukup jarang sehingga tidak lazim terjadi. Mengingat bayi yang baru lahir belum sensitif terhadap hormon. Namun, terjadinya menstruasi pada bayi bisa disebabkan oleh hormon mama yang diturunkan ketika masa kehamilan.

Saat janin dalam kandungan, lonjakan kadar hormon mama dapat merangsang rahim janin perempuan. Pada rahim ini lah esterogen mama berdifusi melintasi plasenta ke bagian dalam sirkulasi darah janin.

Setelah bayi lahir, kadar esterogen pun akan menurun secara drastis dan memicu timbulnya keputihan atau bercak darah yang keluar dari vagina. Bentuk rahim bayi yang masih sangat dini seperti tabung panjang ini membuat darah langsung turun dan keluar ke bawah.

3. Cara mengatasi NUB

3. Cara mengatasi NUB
Unsplash/Irina Murza

Meskipun kasus NUB ini jarang ditemukan pada bayi, tetapi bisa saja dialami oleh siapa pun. Lalu, bagaimana cara mengatasinya ya, Ma? Hal yang paling penting tentu saja mengenai kebersihan.

Mama perlu memerhatikan dengan cermat bercak darah yang keluar. Bersih kan area vagina dengan bantuan air hangat dan handuk lembut.

Rutin juga untuk mengganti pakaian dalam agar tidak terjadi infeksi. Mama pun perlu menjaga kondisi vagina bayi tetap kering untuk menghindari tumbuhnya bakteri atau jamur.

Mengingat kondisi vagina bayi yang masih sensitif, Mama tidak perlu membersihkannya terlalu dalam. Jadi, diperlukan kecermatan dan kehati-hatian saat mengatasinya.

Namun, jika darah yang keluar dari vagina si Kecil berlangsung lama dengan kondisi yang semakin parah. Sebaiknya segera bawa bayi ke dokter untuk dilakukan pengecekan dan perawatan yang tepat ya, Ma.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.