5 Ide Permainan untuk Bayi 0-3 Bulan, Kita Coba Yuk, Ma!

Bayi 0-3 bulan juga bisa diajak bermain

9 April 2020

5 Ide Permainan Bayi 0-3 Bulan, Kita Coba Yuk, Ma
Freepik

Kalau Mama pergi ke toko perlengkapan bayi, tentu pernah melihat mainan yang ditujukan untuk bayi usia 0-3 bulan. Benarkah bayi usia tersebut sudah bisa diajak main?

Bisa, Ma. Bagi bayi kecil, bermain bersama Mama dan Papa merupakan cara menyenangkan untuk menstimulasi kelima indranya. Permainan sederhana pun bisa mengoptimalkan tumbuh kembang bayi.

Supaya Mama tidak bingung apa saja yang bisa dilakukan saat bersama si Kecil, Popmama.commembagikan 5 ide permainan untuk bayi 0-3 bulan yang bisa dicoba di rumah.

1. Mengenalkan suara dari beragam sumber bunyi

1. Mengenalkan suara dari beragam sumber bunyi
Freepik/Tonefotografia

Bayi sudah dapat mendengar sejak dalam kandungan Mama. Suara Mama dan Papa termasuk salah satu suara yang paling ia sukai.

Begitu lahir, ia mulai memperhatikan suara-suara yang ada di sekitarnya, terutama suara bernada tinggi. Itulah mengapa ia merespons ketika mendengar suara tersebut.

Nah, Mama bisa mengenalkan suara dari beragam sumber bunyi pada bayi. Misalnya, ajak kakak berbicara pada adik bayi atau menirukan suara lain seperti suara burung dan lebah.

Beberapa jenis mainan gantung juga dapat menimbulkan suara jika digerakkan atau diremas. Mama boleh menjadikan mainan tersebut sebagai stimulasi pendengaran si Kecil.

Cara ini terbukti bisa melatih kemampuan berbahasa bayi di kemudian hari. Mama bisa menambahkan penjelasan pendek tentang suara yang dimaksud, seperti, “Eh, itu ada suara burung, kuukuuk kuukuuk.

Editors' Picks

2. Memindah-mindahkan benda dalam jangkauan penglihatan

2. Memindah-mindahkan benda dalam jangkauan penglihatan
Pexels/Pixabay

Melatih koordinasi visual dan mengenal jarak sudah bisa Mama lakukan sejak bayi. Pada awal masa kelahiran, bayi belum bisa melihat dengan jelas. Menginjak usia 1 bulan, penglihatannya mulai fokus pada jarak dekat sekitar 20-30 cm.

Mama bisa memegang benda dalam jarak tersebut, tepat di depan pandangan bayi. Tunggu sebentar hingga ia mulai fokus, lalu gerakan benda secara perlahan ke kanan dan kiri.

Mata bayi akan mengikuti pergerakan benda tersebut. Permainan ini perlu untuk mengembangkan kemampuan anak memantau atau menelusuri gerak benda.

Ketika Mama menstimulasi secara konsisten, bayi akan terdorong untuk meraih benda tersebut. Ini dasar yang baik untuk melatih koordinasi mata dan tangan.

3. Bermain dengan posisi tengkurap

3. Bermain posisi tengkurap
Pexels/Victoria Borodinova

Kebanyakan orang tua baru sering takut saat melatih menengkurapkan bayi. Padahal, posisi tengkurap atau tummy time bagus untuk melatih otot lehernya. Mama bisa menengkurapkan bayi sejak usia 1 minggu.

Sebagai permulaan, Mama bisa memosisikan bayi tengkurap di atas dada guna mempererat bonding antara Mama dan bayi.

Jika Mama sudah lebih yakin, coba tengkurapkan bayi di atas kasur rata, pastikan tidak ada bantal dan selimut yang menutupi sekitar bayi. Posisikan kepala bayi ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Sering-sering cek apakah ia bisa bernapas dengan aman.

Tengkurap setiap hari selama 3-5 menit bisa melatih otot leher bayi pada 1 bulan pertama. Semakin bertambah usianya, semakin panjang pula durasi tengkurap, bisa mencapai 20-30 menit per hari. Menginjak usia 4 bulan, biasanya bayi akan cukup kuat mengangkat kepalanya dan melihat sekitar.

Nah, begitu ia mampu mengangkat kepala, Mama bisa mengajak si Kecil bermain dengan meletakkan benda yang menarik perhatiannya, seperti buku yang memiliki gambar besar dengan warna-warni kontras, mainan bertekstur, dan berbunyi.

Perlahan, bayi akan paham bagaimana cara mengangkat tubuhnya dengan bertopang pada lengan, serta melatih tubuhnya sendiri untuk berbalik ke posisi tengkurap dan telentang.

4. Memainkan jari

4. Memainkan jari
Pixabay/cimabue

Saat bayi sadar ia punya dua tangan dan sepuluh jari, maka jari tangan akan menjadi benda favorit yang ia masukkan dalam mulut.

Tidak perlu khawatir, ketika itu terjadi, bayi sedang dalam fase oral, Ma. Namun, Mama bisa memanfaatkan ketertarikan bayi pada tangannya dengan permainan jari.

Mama bisa menggerakkan jari-jari di depan pandangan bayi dengan mencoba berbagai bentuk. Misalnya, jari berbentuk huruf V, berbentuk kelinci, atau gerakan mekar-kuncup.

Padukan gerakan jari itu dengan suara bernada tinggi rendah. Tambah variasi gerakan dengan cepat dan lambat. Biasanya, bayi akan merespons dengan tertawa geli melihat hal sederhana seperti ini.

5. Bermain dengan gerakan senam motorik

5. Bermain gerakan senam motorik
Freepik

Senam bayi 0-3 bulan cukup sederhana, Ma. Mama cukup menggerakkan kaki dan tangan bayi dengan gerakan tertentu.

Ketika bayi dalam posisi telentang, Mama bisa mengangkat kedua kakinya dengan posisi seperti mengayuh sepeda. Gerakan ini bukan hanya membuat bayi sadar “Oh, aku bisa menggerakkan kaki!” tetapi juga bisa menghilangkan kembung di perut.

Mama juga dapat menyilangkan kaki dan tangan pada posisi berlawanan. Pegang dan tekuk kaki kiri bayi, kemudian angkat tangan kanannya hingga menyentuh lutut kaki kiri. Lakukan gerakan serupa untuk tangan kiri dan kaki kanannya.

Kombinasikan dengan pijatan lembut pada bagian tubuh bayi lainnya untuk melancarkan peredaran darah, membuat tubuh bayi lebih rileks, melancarkan pencernaan, dan membangun kelekatan bersama si Kecil.

Bagaimana, Ma, seru kan ide bermain bayi 0-3 bulan di atas? Mama tidak perlu mainan mahal-mahal untuk mengajak bayi bermain. Asalkan bisa dekat dengan Mama dan Papa, bayi bisa bermain dengan gembira, dan tumbuh kembangnya pun optimal. Selamat mencoba, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.