7 Hal yang Dialami Bayi 5 Jam Pasca Dilahirkan

Kenali hal-hal yang pertama dialami si Kecil saat baru dilahirkan

6 Mei 2020

7 Hal Dialami Bayi 5 Jam Pasca Dilahirkan
Pixabay/Travisdmchenry

Sesaat setelah dilahirkan, ada beberapa hal unik yang dialami oleh bayi. Hal unik ini pun seringkali membuat Mama panik.

Namun perlu diketahui bahwa sebenarnya sebagian hal ini adalah hal yang wajar. Jadi tak perlu dikhawatirkan berlebihan ya, Ma.

Apa saja yang hal-hal unik yang dialami bayi setelah dilahirkan? Berikut informasi yang berhasil Popmama.com rangkum  untuk Mama:

1. Buang air besar

1. Buang air besar
Freepik/Phduet

Setelah lahir, salah satu hal yang sangat mungkin dialami oleh si Kecil adalah buang air besar. Sebagian Mama seringkali bingung, jika bayi belum mengonsumsi ASI sama sekali, bagaimana ia bisa buang air besar?

Faktanya, feses yang kali pertama keluar adalah mekonium. Mekonium ini terbentuk dari apapun yang dikonsumsi bayi saat masih berada di dalam rahim.

Tekstur mekonium yang kali pertama keluar biasanya lengket dan berwarna gelap. Jadi apabila setelah dilahirkan kemudian muncul feses berwarna gelap seperti ini, jangan langsung cemas ya, Ma.

Ini adalah hal yang wajar dialami oleh bayi saat baru dilahirkan.

2. Tubuhnya tertutup lemak putih

2. Tubuh tertutup lemak putih
Freepik/Freestockcenter

Saat baru dilahirkan, tubuh bayi biasanya akan diselimuti oleh tekstur berwarna putih, termasuk di kepala dan wajah.

Hal ini dikenal juga dengan sebutan vernix caseosa, yakni merupakan substansi lemak yang berfungsi sebagai pelindung bayi selama berada di dalam kandungan.

Substansi ini mengandung bakteri baik dan sangat bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh bayi.

Selain melindungi bayi selama di dalam rahim, teksturnya yang licin juga berfungsi untuk memperlancar proses persalinan.

Hebat, ya?

Editors' Picks

3. Berat badan berkurang

3. Berat badan berkurang
Pixabay/Cherylholt

Jangan dulu cemas apabila berat badan bayi saat lahir dan beberapa hari berikutnya justru menurun. Ini juga termasuk hal yang normal, Ma.

Bayi sangat mungkin mengalami penurunan berat badan sampai 10 persen dari berat sebelumnya setelah dilahirkan.

Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan cairan yang dibuang oleh tubuh, serta kapasitas lambung yang sangat kecil pada beberapa hari pertama pasca dilahirkan.

Dengan pemberian ASI, berat badan bayi sedikit demi sedikit akan bisa kembali naik. Yang terpenting, pastikan Mama memberikan ASI sesuai dengan kebutuhan bayi.

4. Bersin

4. Bersin
Freepik/Onlyyouqj

Bayi baru lahir bisa mulai bersin dan bahkan frekuensinya juga bisa terjadi beberapa kali dalam sehari.

Bukan berarti ia kena flu, kondisi ini wajar terjadi sebagai salah satu proses adaptasi si Kecil belajar bernapas menggunakan hidung untuk pertama kali.

Pada proses ini, bayi akan menghadapi partikel-partikel yang ada di udara untuk pertama kali juga. Berbagai hal baru ini pun sangat rentan membuatnya bersin.

Selain itu, Mama juga perlu memahami bahwa bayi yang baru lahir masih berusaha membersihkan cairan sisa dari sistem pernapasan. Bersin ini menjadi salah satu metode alami dalam proses tersebut.

5. Terus tertidur

5. Terus tertidur
Freepik/Yanalya

Bayi baru lahir pada umumnya akan terus tertidur, terutama saat proses menyusui berjalan lancar dan perutnya selalu kenyang.

Banyak orangtua baru yang khawatir saat bayi terlalu banyak tidur. Namun, pada umumnya kondisi ini tergolong wajar kok, Ma.

Dilansir Healthline, bayi baru lahir dapat tidur hingga 18 jam dalam sehari. Ini adalah pola yang mungkin dialami bayi saat berada dalam lingkungan hangat dan nyaman di dalam rahim.

6. Tampak gemetar

6. Tampak gemetar
Pixabay/Pexels

Sering melihat si Kecil tampak gemetar meski sudah ditutupi selimut? Orangtua pun sering mengira kondisi ini terjadi karena bayi kedinginan.

Seringkali tidak juga lho, Ma. Pergerakan tubuh yang sering dikira gemetar atau menggigil sebenarnya adalah hal wajar, karena sistem neurologis dan otak bayi terus tumbuh di luar rahim.

Faktanya, otak bayi yang baru lahir bahkan mengirim lebih banyak impuls listrik ke anggota tubuh dibandingkan orang dewasa. Oleh sebab itu, seringkali terjadi pergerakan-pergerakan seperti gemetar pada tubuh bayi.

Kondisi ini akan berkurang seiring adaptasi otak dan tubuh bayi untuk berkoordinasi dengan dunia luar. Untuk membantu meredakan pergerakan ini, Mama bisa lebih sering memeluk si Kecil.

7. Merasa dingin

7. Merasa dingin
Pexels/Andreas Wohlfahrt

Selain karena koordinasi antara otak dan tubuh, bayi bergerak juga bisa karena kedinginan.

Selama berada di dalam kandungan, bayi selalu merasa hangat karena diselimuti cairan ketuban. Nah, saat bayi lahir, mereka pun akan mudah merasa kedinginan.

Oleh sebab itu, mereka tetap perlu diberikan selimut. Namun tetap, pelukan dan sentuhan dari Mama adalah penghangat yang paling baik untuknya.

Nah, apakah buah hati Mama juga turut mengalami hal-hal unik ini? Sekarang Mama bisa tenang, kan?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.