Bayi Usia 29 Hari Meninggal karena Covid-19 setelah Kunjungan Keluarga

Pastikan Mama tidak membiarkan orang yang tidak tinggal serumah untuk menyentuh bayi

12 Juli 2021

Bayi Usia 29 Hari Meninggal karena Covid-19 setelah Kunjungan Keluarga
Pexels/Jonathan Borba

Angka positif Covid-19 masih terus meningkat sampai saat ini. Begitupun juga dengan korban meninggal dunia. Virus corona tidak mengenal usia, siapa pun bisa terinfeksi, mulai dewasa, lansia, anak-anak, bahkan bayi.

Seperti halnya yang terjadi pada bayi berusia 29 hari yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Bayi bernama Beverly itu meninggal setelah dijenguk oleh keluarga besarnya. 

Bayi perempuan tersebut lahir pada 8 Juni 2021. Sang Mama, Tirsa, mengaku Beverly lahir dalam keadaan yang sehat, tidak ada penyakit apapun. Bahkan sebelum melahirkan, Tirsa juga mengantisipasi dengan melakukan tes Covid-19 dan hasilnya negatif. 

Tradisi kunjungan untuk menjenguk bayi yang baru lahir memang tidak dapat dihilangkan, bahkan saat pandemi seperti ini. Namun, hal ini berakibat sangat fatal, bayi yang belum genap satu bulan tersebut kini kehilangan nyawanya karena Covid-19. 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai bayi 29 hari meninggal karena Covid-19, berikut Popmama.com telah merangkumnya untuk Mama. 
 

1. Penularan pada klaster keluarga

1. Penularan klaster keluarga
Pexels/Laura Garcia

Kementrian Kesehatan menyebutkan ada 1146 klaster penyebaran Covid-19 di Indonesia. Dalam kasus ini adalah penularan melalui klaster keluarga.

Di mana saat Beverly telah dilahirkan dan di bawa ke rumah, Tirsa mengatakan ada keluarga yang mengunjungi rumahnya untuk menjenguk. Namun, setelah seminggu kemudian, ada dua anggota keluarganya yang bergejala Covid-19, dan salah satunya adalah suaminya sendiri. 
 

Editors' Picks

2. Melakukan tes Covid-19 massal

2. Melakukan tes Covid-19 massal
Pexels/Wayne Evans

Setelah diketahui ada salah seorang keluarga yang menunjukkan gejala Covid-19, kemudian mereka pun berinisiatif melakukan tes Covid-19 massal. 

Di lingkungan tempat tinggal Tirsa, terdapat tiga rumah dari keluarga besar yang lokasinya berdekatan, dan setelah melakukan tes massal hasilnya adalah banyak anggota keluarga besar itu yang terinfeksi Covid-19. Salah satunya anaknya, Beverly. 

Beverly tidak menunjukan gejala apapun, tetapi tetap dalam pantauan dokter. Sehingga, diputuskan untuk melakukan isolasi mandiri. 
 

3. Bayi Beverly sudah mulai menunjukkan gejala

3. Bayi Beverly sudah mulai menunjukkan gejala
Pexels/Wayne Evans

Setelah melakukan isolasi mandiri, pada 27 Juni 2021 bayi tersebut sudah mulai menunjukkan gejala Covid-19, dan sang Mama pun berinisiatif untuk ke dokter anak. Dikarenakan saat itu hari Minggu, dan rumah sakit tutup, maka kunjungan ke dokter terpaksa harus ditunda terlebih dahulu. 

Pada 29 Juni 2021, Beverly baru dapat penanganan oleh dokter dan dinyatakan paru-parunya terinfeksi. Kemudian direkomendasikan oleh dokter untuk mendatangi rumah sakit yang memiliki fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit) yaitu ruang perawatan insentif untuk bayi dan anak-anak yang memerlukan perawatan khusus. 
 

4. Beverly sempat mengalami kritis di rumah sakit

4. Beverly sempat mengalami kritis rumah sakit
Unsplash/Sharon McCutcheon

Ketika direkomendasikan untuk mendatangi rumah sakit yang memiliki NICU, sang Mama berusaha mencari seluruh rumah sakit di Jakarta dan hasilnya tidak ada. 

Kemudian, teman Tirsa mengabari kalau salah satu rumah sakit di Tangerang dapat menampung Beverly. Setelahnya Beverly langsung menjalani inkubasi dan saturasinya saat itu di bawah 69 persen. Kondisinya kembali membaik setelah mendapatkan penanganan dari dokter di ruang NICU. 

Tirsa mengaku kondisi Beverly saat itu naik turun, dan pada 30 Juni 2021 Beverly sempat mengalami kritis karena saturasi oksigennya di bawah 30 persen. Hal itu akhirnya membuat nyawa Beverly tidak dapat tertolong lagi dan telah meninggal dunia pada 7 Juli 2021. 
 

5. Kondisi saat ini membuat kita harus lebih protektif terlebih jika mempunyai bayi

5. Kondisi saat ini membuat kita harus lebih protektif terlebih jika mempunyai bayi
Pexels/Pixabay

Dokter yang telah menangani Beverly mengatakan bahwa kemungkinan jantungnya berhenti mendadak karena terlalu capek. Setelah meninggal, Beverly juga kembali menjalani tes Covid-19 dan hasilnya negatif. 

Tirsa tidak menyalahkan pihak keluarganya, namun ia mengatakan ini bisa dijadikan pembelajaran untuk masyarakat agar lebih protektif dalam keadaan pandemi Covid-19 saat ini. Khususnya yang memiliki bayi, kalau bisa menghindari kerumunan ataupun menerima kunjungan. 

Itulah berita terkait bayi usia 29 hari meninggal karena Covid-19. Semoga ini dapat dijadikan pembelajaran untuk Mama ya! 
 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.