Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Saja Ciri-Ciri Sindrom Patau pada Bayi?
Wikimedia Commons/Simousbal
  • Sindrom Patau atau trisomi 13 adalah kelainan genetik langka akibat salinan ekstra kromosom 13, yang mengganggu perkembangan bayi dan umumnya terjadi secara acak.

  • Ciri yang dapat terlihat sejak lahir meliputi kepala serta rahang kecil, mata kecil atau berdekatan, bibir sumbing, jari berlebih, telinga rendah, otot lemas, dan berat lahir rendah.

  • Kondisi ini dapat memengaruhi otak, jantung, organ dalam, serta kemampuan makan; deteksi dikonfirmasi lewat tes kromosom, sementara perawatan berfokus pada gejala dan kualitas hidup.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sindrom Patau atau trisomi 13 adalah kelainan genetik langka dan serius pada bayi akibat salinan ekstra kromosom 13, yang dapat mengganggu perkembangan tubuh.
  • Who?
    Bayi baru lahir dengan trisomi 13 dapat mengalami berbagai kelainan fisik dan gangguan pada otak, jantung, organ dalam, penglihatan, pendengaran, serta pencernaan.
  • Where?
    Kondisi ini dapat memengaruhi sel tubuh bayi, termasuk otak, jantung, wajah, mata, telinga, paru-paru, ginjal, sistem pencernaan, tangan, dan kaki.
  • When?
    Sejumlah tanda dapat dicurigai saat kehamilan melalui USG trimester pertama. Ciri fisik dan gangguan kesehatan juga dapat terlihat ketika bayi lahir.
  • Why?
    Sindrom Patau terjadi karena kegagalan pemisahan kromosom secara acak saat sel telur atau sperma terbentuk, sehingga terdapat tiga salinan kromosom 13.
  • How?
    Skrining kehamilan menunjukkan kemungkinan kondisi, sedangkan CVS atau amniosentesis dapat memeriksa kromosom. Belum ada penyembuhan; penanganan berupa stabilisasi, obat, operasi, terapi, perawatan intensif, atau paliatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sindrom Patau adalah keadaan langka saat bayi punya tiga salinan kromosom 13, bukan dua seperti biasanya. Bayi bisa punya kepala kecil, mata kecil, bibir sumbing, atau jari lebih. Jantung, otak, dan tubuh lain juga bisa terganggu. Dokter dapat melihatnya saat hamil lewat USG dan tes. Belum ada obat yang menyembuhkan. Sekarang perawatan membantu bayi merasa lebih nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabar bahwa si Kecil mungkin memiliki kelainan genetik tentu bisa membuat hati orangtua campur aduk. Salah satu sindrom yang mungkin dialami oleh bayi adalah sindrom Patau.

Menurut NHS, sindrom Patau yang juga disebut trisomi 13 merupakan kelainan genetik yang serius dan jarang terjadi pada bayi yang baru lahir.

Agar Mama punya gambaran yang jelas, berikut Popmama.com mengulas apa saja ciri-ciri sindrom patau pada bayi? Yuk, simak sampai habis!

Apa Saja Ciri-Ciri Sindrom Patau pada Bayi?

Wikimedia Commons/Chan et al

Ciri-ciri sindrom Patau umumnya bisa terlihat dari penampilan fisik si Kecil sejak lahir. Berikut yang paling sering disebutkan.

  • Kepala dan rahang bawah kecil
    Melansir Cleveland Clinic, bayi dengan sindrom Patau dapat memiliki kepala dan rahang bawah yang lebih kecil dari biasanya.

  • Mata sangat kecil dan berdekatan
    Mengutip Cleveland Clinic, mata bayi bisa tampak sangat kecil, berjarak dekat, atau belum berkembang sempurna. Pada kasus tertentu, salah satu atau kedua mata bahkan tidak terbentuk.

  • Bibir atau langit-langit sumbing
    Melansir NHS, gangguan perkembangan otak dapat memengaruhi wajah sehingga muncul bibir sumbing dan langit-langit sumbing.

  • Jari tangan atau kaki berlebih
    Menurut NHS, jari tambahan pada tangan atau kaki, juga bagian bawah telapak kaki yang membulat. 

  • Telinga letak rendah
    Mengutip Cleveland Clinic, telinga yang posisinya lebih rendah dari biasanya merupakan salah satu ciri. 

  • Otot lemas dan berat badan lahir rendah
    Menurut Cleveland Clinic, tonus otot bayi bisa rendah dan ia kesulitan menambah berat badan.

Apa Itu Sindrom Patau?

Wikimedia Commons/Sydney S. Gellis and Murray Feingold

Sindrom Patau atau trisomi 13 adalah kelainan genetik langka yang terjadi karena ada salinan ekstra kromosom 13 di sebagian atau seluruh sel tubuh, menurut NHS. Jika biasanya hanya ada 2 salinan, bayi dengan kondisi ini memiliki 3 salinan, sehingga perkembangannya terganggu.

Mengutip Britannica, kondisi ini paling sering muncul akibat kegagalan pemisahan kromosom secara acak saat sel telur atau sperma terbentuk. 

Hal tersebut terjadi secara kebetulan dan bukan karena sesuatu yang dilakukan orangtua, jadi Mama tidak perlu menyalahkan diri sendiri.

Jenisnya pun beragam. Tambahan kromosom bisa ada di semua sel, hanya di sebagian sel (mosaik), atau hanya sebagian kromosom (parsial), dan gejala pada tipe mosaik serta parsial cenderung lebih ringan.

Apa Saja Gejala Sindrom Patau?

Wikimedia Commons/Sydney S. Gellis and Murray Feingold

Gejala sindrom Patau bisa berbeda dari satu bayi ke bayi lainnya, dan sebagian si Kecil terdampak lebih berat daripada yang lain. Cleveland Clinic menyebut kondisi ini dapat memengaruhi otak, jantung, dan bagian tubuh lainnya.

NHS mencatat sekitar 8 dari 10 bayi lahir dengan cacat jantung yang berat. Selain itu, otak sering kali tidak terbagi menjadi dua belahan (holoprosensefali), sehingga memengaruhi bentuk wajah.

Mengutip Cleveland Clinic, organ dalam juga bisa terdampak, misalnya gangguan pendengaran dan penglihatan, masalah pencernaan yang membuat si Kecil sulit makan, serta paru-paru yang belum berkembang sempurna. 

Pada sebagian bayi, ditemukan kista pada ginjal dan dinding perut yang tidak berkembang secara sempurna.

Apakah Ciri-Ciri Sindrom Patau Bisa Dideteksi sejak dalam Kandungan?

Wikimedia Commons/Sydney S. Gellis and Murray Feingold

Sebagian tanda-tandanya memang bisa dicurigai sejak hamil, Mama. WebMD menyebut dokter mungkin menemukan tanda fisik tersebut saat USG rutin pada trimester pertama.

Skrining sebenarnya hanya menunjukkan kemungkinan, bukan kepastian. Untuk memastikannya, dokter biasanya menyarankan tes diagnostik seperti CVS atau amniosentesis yang memeriksa kromosom dari sampel sel si Kecil, menurut NHS.

Apakah Sindrom Patau pada Bayi Bisa Diobati?

Wikimedia Commons/Sydney S. Gellis and Murray Feingold

Sayangnya, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan sindrom Patau. Cleveland Clinic menyebut perawatan berfokus pada pengelolaan gejala dan kualitas hidup terbaik bagi si Kecil, misalnya lewat obat-obatan, operasi, terapi, dan dukungan pendidikan.

Melansir Mississippi State Department of Health, perawatan awal berfokus pada stabilisasi dan kelangsungan hidup si Kecil, sedangkan sebagian keluarga memilih perawatan paliatif. 

Selain itu, operasi pun bisa ditunda hingga beberapa bulan pertama karena tingginya risiko kematian dini. Sebagian bayi memerlukan perawatan intensif, sedangkan yang lain terbantu dengan perawatan yang berfokus pada kenyamanan. 

Perlu diketahui, kondisi ini merupakan kondisi yang serius, karena banyak bayi hanya bertahan beberapa hari atau minggu, dan sekitar 10 sampai 25 persen bayi yang lahir hidup mencapai 1 tahun.

Nah, itulah pembahasan mengenai apa saja ciri-ciri sindrom patau pada bayi? Sebuah kondisi kelainan pada bayi baru lahir. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article