Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Penggunaan nasal aspirator umumnya aman digunakan dengan cara yang tepat. Namun, penggunaan secara kurang tepat dapat menimbulkan risiko. Oleh karena itu, Mama perlu memahami beberapa kesalahan umum ketika menggunakan aspirator bayi untuk menghindari risiko tersebut.
Apabila si Kecil memiliki hidung yang rentan dalam mengalami mimisan, sebaiknya hindari penggunaan nasal aspirator bagi si Kecil karena daya hisapnya dapat memperparah pendarahan.
Selain itu, jika Mama melihat adanya darah pada lendir saat melakukan hisapan, segera hentikan dan berikan waktu pemulihan bagi si Kecil sekitar 3 –4 jam sebelum mencoba lagi.
Mama dapat mengkonsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila sering menemukan darah pada lendir saat melakukan hisapan dengan nasal aspirator.
Larutan saline membantu dalam mengencerkan lendir agar lebih mudah dikeluarkan dari hidung bayi. Oleh karena itu, menggunakan aspirator tanpa larutan tersebut merupakan hal yang tidak dianjurkan.
Pastikan Mama telah meneteskan 2–3 tetes larutan saline pada tiap lubang hidung bayi dan tunggu beberapa detik agar lendir tersebut encer terlebih dahulu, kemudian Mama boleh dapat melakukan penghisapan pada bayi secara lembut.
Selalu pastikan untuk menggunakan nasal aspirator dalam bersih sebelum digunakan. Aspirator yang kotor menjadi tempat berkembangnya bakteri, terutama karena lingkungan yang lembap. Karena itu, Mama perlu membersihkan aspirator pada setiap selesai pakai dengan air mengalir sesuai petunjuk agar si Kecil terhindar dari segala risiko infeksi.