Ini Lho, Penyebab Bayi Sulit BAB dan Cara Mengatasinya

Mama pasti galau ketika melihat si Bayi sudah tidak BAB berhari-hari. Bahaya nggak, tuh?

21 Maret 2020

Ini, Penyebab Bayi Sulit BAB Cara Mengatasinya
Pixabay/1041483

Sistem pencernaan bayi yang sehat biasanya ditandai dengan BAB (buang air besar) yang lancar. Namun, bagaimana kalau anak mama sulit BAB bahkan hingga berhari-hari tidak BAB? Apakah itu tanda sistem pencernaan anak mama tidak sehat?

Berbeda dengan orang dewasa, pencernaan bayi bisa berubah-ubah seiring pertumbuhannya, Ma. Mulai dari frekuensi sering hingga kesulitan BAB. Nah, perubahan frekuensi BAB inilah yang seringkali membuat para Mama khawatir. 

Karena masih banyak Mama yang belum memahami apa penyebab bayi sulit BAB, enggak heran kebanyakan Mama menganggap bayi sulit BAB dikarenakan sembelit. Padahal tidak semua bayi yang sulit BAB disebabkan oleh sembelit, lho, Ma.

Jadi, karena apa dong? Yuk, simak bahasan Popmama.com kali ini. 

Editors' Picks

1. Berapakah frekuensi BAB normal pada bayi?

1. Berapakah frekuensi BAB normal bayi
Pixabay/irenegoeleven

Sebelum mengetahui apa penyebab anak mama sulit BAB, sebaiknya kenali frekuensi BAB normal pada bayi berikut ini, Ma.

  • Bayi yang baru lahir berumur 5 – 6 hari biasanya akan BAB setiap kali selesai menyusui,
  • bayi berumur 1 bulan rata-rata akan BAB 4 kali sehari,
  • bayi yang telah berumur 2 bulan, biasanya frekuensi BAB-nya akan berkurang menjadi 1 kali sehari.

Frekuensi BAB bayi sebenarnya tak hanya bergantung pada usianya, melainkan juga bergantung pada asupan makanannya.

Ma, berikut penjelasannya.

2. Faktor yang memengaruhi frekuensi BAB bayi

2. Faktor memengaruhi frekuensi BAB bayi
Pixabay/joffi

Umumnya bayi yang diberi susu formula cenderung akan lebih berisiko mengalami sembelit ketimbang bayi yang diberi ASI eksklusif. Namun, berbeda dengan kasus anak yang selalu diberi ASI eksklusif dan mengalami sembelit.

Tak usah khawatir Ma, sebenarnya itu adalah hal normal. Itu tandanya si Kecil tengah berada di tahap pertumbuhan. Terlebih pada bayi ASI eksklusif, fase sulit BAB pasti akan dialami. Pasalnya, pada tahap ini ia sedang berusaha mencerna semua yang ia konsumsi.

Berbeda dengan bayi yang sudah berumur 4 minggu, umumnya sistem pencernaan bayi sudah mulai matang. Pada fase ini si Kecil yang sebelumnya mengalami sulit BAB akan mulai berkurang. Bahkan, setelah sistem pencernaannya telah siap, frekuensi BAB-nya pun akan kembali normal, Ma.

Jadi, sebenarnya sulit BAB yang dialami si Kecil saat berumur 1 hingga 2 bulan adalah fase normal yang pasti akan dialami bayi yang diberi ASI eksklusif, Ma.

Berbeda dengan bayi yang diberi ASI eksklusif, anak mama yang terbiasa mengonsumsi susu formula akan lebih berisiko mengalami sembelit. Hal itu dikarenakan susu formula memang lebih sulit dan tidak bisa dicerna sepenuhnya oleh usus bayi.

Namun, jika anak mama yang terbiasa mengonsumsi susu formula sudah tidak BAB dalam jangka waktu yang cukup lama, agaknya Mama perlu mewaspadai. Sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter ya, Ma. 

3. Hal-hal tentang frekuensi BAB yang harus Mama waspadai

3. Hal-hal tentang frekuensi BAB harus Mama waspadai
Pexels/Spencer Selover

Agaknya Mama perlu mewaspadai dan segera konsultasikan ke dokter bila si Kecil yang baru dilahirkan selama beberapa hari sudah mengalami sulit BAB.

Mama juga harus mewaspadai dan lakukan pemeriksaan ke dokter, jika ia sering menangis karena merasa kesakitan saat BAB atau bahkan hingga ada darah di fesesnya.

Hal itu tidak lain agar dokter segera bisa mendianogsis apa yang menyebabkan ia mengalami sulit BAB hingga darah yang ada di fesesnya.

Jika Mama sudah berusaha menyembuhkan si Kecil dari sembelit namun ia tetap sulit BAB, bisa jadi ia memiliki intoleransi pada laktosa.

Mama juga harus mengkonsultasikan ke dokter sebelum Mama memberikan si Kecil asupan selain ASI dan susu formula. Jangan lupa juga untuk konsultasikan makanan apa yang baik untuknya.

Semoga bermanfaat dan selalu perhatikan frekuensi BAB si Kecil ya, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.