Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
15 Arti Bahasa Bayi di Bawah 12 Bulan, Ini Maksudnya!
Potret ibu dan bayi (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Teori Dunstan Baby Language mengenali lima suara bayi: “neh” lapar, “eh” perlu bersendawa, “eairh” buang gas atau BAB, “heh” tidak nyaman, dan “owh” lelah.

  • Jenis tangisan dapat memberi petunjuk kondisi bayi: lapar, tidak nyaman, sakit, kesakitan, atau kolik, yang dibedakan lewat nada, durasi, intensitas, serta gerakan tubuh.

  • Bayi mulai merespons dengan tawa sekitar usia 3–6 bulan; senyum dan tawa dapat terkait refleks, meniru orang sekitar, rasa bahagia, atau ajakan ikut bermain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi yang belum bisa bicara punya suara untuk bilang maunya. Kata “neh” artinya lapar. “Eh” artinya mau sendawa. “Owh” artinya mengantuk. Bayi juga menangis kalau tidak nyaman, sakit, atau kesakitan. Mereka tersenyum dan tertawa saat senang atau ingin ikut bermain. Mama bisa melihat kebiasaan bayi untuk mengerti maksudnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini menempatkan ocehan, tangisan, dan tawa bayi sebagai bentuk komunikasi yang dapat diamati orangtua dengan lebih peka. Pengenalan terhadap beragam suara dan respons tersebut membuka ruang bagi orangtua untuk memahami kebutuhan maupun suasana hati si Kecil, sambil tetap mengenali bahwa setiap bayi dapat memiliki kode komunikasi khas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemampuan komunikasi yang masih terbatas kosa kata membuat si Kecil mengungkapkan perasaannya dengan cara yang berbeda dan terkadang sulit dimengerti oleh orangtua. Bukan sekadar menangis atau rewel terus-terusan, gerak-gerik hingga kata-kata acak yang bayi lontarkan ternyata ada maksudnya, Ma.

Ternyata, ada teori menjelaskan perbedaan bahasa bayi, yakni Dunstan Baby Language. Gagasan ini menjelaskan bahwa bayi menggunakan lima suara berbeda untuk berkomunikasi. 

Memahami bahasa bayi tentu akan memudahkan dalam memahami apa yang mereka inginkan atau butuhkan, Ma.  

Yuk, kita bedah kode komunikasi si Kecil dengan mengetahui arti bahasa bayi di bawah 12 bulan yang telah Popmama.com ulas untuk Mama!

Arti Bayi Mengoceh

ilustrasi ibu dan bayi (unsplash.com/Kevin Liang)

Meski bayi belum bisa berbicara dengan kosa kata yang sempurna, ocehan mereka ternyata memiliki arti tersendiri, Ma.

Seorang Mama bernama Priscilla Dunstan yang kewalahan dengan tangisan bayinya 20 tahun lalu akhirnya mengenalkan metode dalam acara Oprah Winfrey Show untuk mengetahui maksud bayinya yang terus-terusan rewel.

Menurut teori tersebut, ada lima suara universal yang dibuat bayi sebelum mulai menangis, berdasarkan gerakan refleks mereka. Melansir dari What To Expect, berikut ini beberapa makna suara ocehan bayi:

  • “Neh" : Suara ini menunjukkan bayi merasa lapar

  • “Eh”: Bayi perlu bersendawa, jika suara dikeluarkan setelah makan

  • “Eairh”: Suara “Eairh” atau “Earggghh” dapat menandakan bayi sedang buang gas atau perlu buang air besar

  • “Heh”: Si Kecil tidak nyaman dalam berbagai hal, bisa akibat suhu terlalu panas atau dingin, atau kondisi popok sudah terlalu basah

  • “Owh”: Ini merupakan tanda bahwa si Kecil sudah mulai lelah dan mengantuk.

Arti Bayi Menangis

ilustrasi bayi menangis (unsplash.com/unsplash+)

Apapun kondisinya, menangis menjadi cara bagi bayi berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Namun bagi orang dewasa, memahami makna bayi menangis tentu sulit, bukan?

Nah, Mama bisa membedakan jenis tangisan bayi dan mengidentifikasi apa maksud yang mereka ingin sampaikan. Melansir dari Baby Center, ini dia arti bayi menangis berdasarkan kondisi bayi:

  • Menangis karena lapar: tangisan lebih panjang dengan nada rendah, serta berulang dan berjeda

  • Menangis karena tidak nyaman: tangisan lebih lembut namun meningkat intensitasnya semakin lama

  • Menangis karena penyakit: tangisan terus menerus dan tidak biasa

  • Menangis karena kesakitan: bayi tiba-tiba menjerit dengan satu tangisan panjang dan bernada tinggi

  • Menangis karena kolik: tangisan terdengar seperti tertekan dan disertai kaki dan lengan bayi yang kaku.

Arti Bayi Tertawa

Ibu dan Bayi (freepik)

Selain menangis, bayi sudah bisa mulai merespon dengan tertawa pada usia 3 bulan. Tawa bayi bukan hanya menandakan ada yang lucu dan menghibur saja, tetapi juga memiliki makna tersendiri yang ingin disampaikan kepada orang-orang di dekatnya.

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bayi biasanya mulai tertawa saat usianya beranjak 6 bulan. Biasanya, bayi akan tertawa karena alasan-alasan berikut ini, melansir dari Blemil:

  • Tersenyum saat tidur: tindakan refleks bayi di awal kelahiran

  • Tersenyum pada orang lain: bayi meniru tingkah laku orangtua atau melihat orang yang mereka kenal

  • Tertawa: mulai menganggap lucu lelucon dari orang-orang sekitar atau tertawa tanpa alasan yang jelas

  • Tertawa cekikikan: si Kecil merasa bahagia dan bersenang-senang

  • Tersenyum lebar: ingin diajak bergabung dalam permainan atau lelucon yang berlangsung.

Kode komunikasi yang dilontarkan pada bayi Mama bisa saja berbeda dengan kebanyakan bayi. Namun, Mama dapat mengetahuinya dengan menandai bagaimana ocehan, tawa, atau tangisan si Kecil terhadap kondisi tertentu yang mereka alami.

Cara yang sama bisa menandakan kode komunikasi khusus si Kecil kepada Mama

Itu dia penjelasan mengenai 15 arti bahasa bayi di bawah 12 bulan yang dapat Mama pahami.

Jadi, jangan bingung lagi jika si Kecil tiba-tiba menangis atau mengoceh sendiri, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article