Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Cara agar Bayi Tidak Mengeluarkan Air Liur Berlebih?
Pexels/Hannah Barata
  • Air liur berlebih pada bayi umum terjadi saat tumbuh gigi atau kontrol air liur berkembang, dan dapat dibantu melalui rehabilitasi medik untuk meningkatkan fungsi menelan.

  • Posisi tubuh perlu dilatih agar kepala bayi tidak terlalu menunduk dengan menyangga tubuh saat duduk membantu kepala stabil sehingga air liur lebih mudah dikontrol dan ditelan.

  • Stimulasi oromotor lembut serta latihan makan dan minum bertahap saat MPASI membantu menguatkan koordinasi otot mulut; konsultasikan dokter anak atau terapis bila ragu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Air liur berlebih pada bayi dapat ditangani melalui latihan postur, stimulasi oromotor, serta latihan makan dan menelan untuk membantu kontrol air liur dan fungsi menelan.
  • Who?
    Bayi yang mengeluarkan air liur berlebih, terutama saat tumbuh gigi atau ketika kemampuan mengontrol air liur masih berkembang, serta orang tua yang mendampingi latihan.
  • Where?
    Latihan dapat dilakukan saat bayi berada di pangkuan orang tua atau selama aktivitas makan dan minum. Lokasi pelayanan rehabilitasi medik per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Penanganan dapat dilakukan ketika bayi mengalami air liur berlebih. Latihan makan dan menelan dilakukan saat bayi sudah siap memulai makanan pendamping ASI.
  • Why?
    Air liur berlebih umum terjadi saat bayi tumbuh gigi atau belum mampu mengontrol air liur dengan baik. Kondisi ini dapat membuat dagu dan pakaian bayi basah.
  • How?
    Jaga kepala bayi tidak menunduk, lakukan sentuhan lembut pada pipi, bibir, dan gusi, latih gerakan meniup, serta kembangkan makan-minum bertahap. Konsultasikan kepada dokter anak atau terapis bila diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi kadang banyak mengeluarkan air liur saat tumbuh gigi atau masih belajar menelan. Mama bisa membantu bayi duduk dengan kepala tidak menunduk. Mulut bayi juga bisa dipijat pelan dengan jari bersih atau kain dingin. Saat bayi mulai makan, ia bisa belajar menelan. Jika masih bingung, Mama bisa tanya dokter anak atau terapis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi yang mengeluarkan air liur berlebih sebenarnya cukup umum, terutama saat si Kecil sedang tumbuh gigi atau kemampuan mengontrol air liurnya masih berkembang.

Meski begitu, air liur yang terus keluar hingga membuat dagu dan bajunya basah tentu bisa membuat Mama khawatir akan kesehatan dan kenyamanan si Kecil.

Mama tidak perlu khawatir karena air liur berlebih dapat ditangani melalui rehabilitasi medik untuk membantu meningkatkan kemampuan si Kecil dalam mengontrol air liur dan fungsi menelan.

Lantas, bagaimana caranya? Yuk, simak bagaimana cara agar bayi tidak mengeluarkan air liur berlebih yang telah Popmama.com rangkum dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

1. Latih posisi tubuh bayi

Unsplash/Daniel Thomas

Posisi tubuh si Kecil ternyata juga bisa berpengaruh terhadap bayi yang mengeluarkan air liur berlebih, lho, Ma.

Untuk mencegah air liur berlebih pada bayi, Mama bisa mencoba dengan melatih postur si Kecil agar kepala tidak terlalu condong ke depan atau menunduk.

Jika si Kecil belum bisa duduk sendiri, Mama bisa bantu menyangga tubuh si Kecil dengan mendudukkannya di pangkuan Mama dan menjaga agar kepalanya tetap stabil sehingga air liur lebih mudah dikontrol dan ditelan.

2. Berikan stimulasi oromotor

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Si Kecil yang mengecek berlebih juga bisa dibantu dengan stimulasi sederhana pada area mulut.

Stimulasi oromotor bertujuan melatih fungsi otot di sekitar mulut, termasuk bibir, pipi, lidah, dan rahang.

Pada bayi, stimulasi dapat dilakukan secara lembut melalui sentuhan atau pijatan ringan di sekitar pipi, bibi, dan gusi dengan jari bersih atau kain halus dingin.

Mama juga bisa menstimulasi oromotor yang dengan menirukan gerakan meniup ludah agar si Kecil dapat menirukan. Gerakan ini dapat membantu si Kecil melatih otot mulutnya.

3. Latih kemampuan makan dan menelan

Unsplash/hui sang

Saat bayi sudah siap mulai MPASI, latihan makan dan minum yang tepat dapat membantu mengembangkan kemampuan menutup bibir, menggerakkan lidah, serta menelan dengan lebih baik.

Latihan yang dilakukan secara tepat dan bertahap dapat membantu mengembangkan koordinasi otot mulut serta kemampuan menelan si Kecil.

Itulah mengenai bagaimana cara agar bayi tidak mengeluarkan air liur berlebih. Jika Mama masih ragu terkait hal ini, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis mengenai cara mengatasi bayi tidak mengeluarkan air liur berlebih.

Curated For You

Editorial Team

Related Article