Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Cara agar Otot Bayi Kuat? Latih 7 Gerakan Ini!
Unsplash/hoylee song
  • Kekuatan otot mendukung bayi mengangkat kepala, berguling, duduk, hingga berdiri; latihan dapat dikemas sebagai aktivitas bermain santai sesuai tahap perkembangan.

  • Usia 0–4 bulan dapat dilatih melalui tengkurap di dada, duduk dengan dukungan, berguling memakai penyangga, serta berdiri dibantu pada permukaan aman dan datar.

  • Usia 4–12 bulan dapat mencoba tummy time dengan handuk, meraih mainan silang, serta jongkok dari berdiri; gerakan dilakukan rutin sesuai usia dan kemampuan bayi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tujuh gerakan aktivitas bermain untuk membantu melatih kekuatan otot bayi, dari tengkurap hingga jongkok, disesuaikan dengan usia 0–12 bulan.
  • Who?
    Bayi usia 0–12 bulan dan orangtua atau pengasuh yang mendampingi serta memberi dukungan tubuh selama latihan.
  • Where?
    Di lingkungan yang aman, termasuk di dada orangtua, permukaan datar, atau ruang untuk tummy time menggunakan handuk tebal.
  • When?
    Latihan disesuaikan tahap usia: 0–2 bulan, 2–4 bulan, 4–6 bulan, 6–9 bulan, dan 9–12 bulan.
  • Why?
    Kekuatan otot membantu bayi mengangkat kepala, berguling, duduk, berdiri, serta melakukan gerakan sesuai tahap perkembangannya.
  • How?
    Orangtua dapat melatih bayi melalui tengkurap di dada, duduk dengan dukungan, berguling, berdiri dibantu, tummy time dengan handuk, meraih mainan silang, dan jongkok dari berdiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mama bisa mengajak bayi bermain supaya ototnya kuat. Bayi kecil bisa tengkurap di dada dan duduk sambil ditopang. Saat lebih besar, bayi belajar berguling, berdiri dibantu, meraih mainan, dan jongkok. Semua gerakan harus sesuai umur bayi. Mama tetap menemani dan menjaga bayi agar aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Beragam gerakan sederhana ini menunjukkan bahwa penguatan otot bayi dapat menjadi momen bermain yang hangat antara orangtua dan anak. Dengan dukungan yang disesuaikan usia, ajakan berbicara, nyanyian, serta mainan, bayi memperoleh kesempatan mengeksplorasi gerak tubuhnya sambil berlatih keterampilan perkembangan secara bertahap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kekuatan otot membantu bayi melakukan berbagai gerakan sesuai tahap perkembangannya, mulai dari mengangkat kepala, berguling, duduk, hingga berdiri.

Mama bisa membantu melatih kekuatan otot si Kecil lewat aktivitas sederhana yang terasa seperti sedang bermain santai.

Berikut Popmama.com menyajikan bagaimana cara agar otot bayi kuat melalui beberapa gerakan yang telah dirangkum dari laman Pathways.org. Yuk, simak selengkapnya!

1. Tengkurap di dada

Magnific/cookie_studio

Untuk bayi usia 0-2 bulan, Mama bisa berbaring atau duduk bersandar sambil meletakkan bayi dalam posisi tengkurap di atas dada.

Posisikan kepala bayi dekat bahu Mama, lalu perlahan ubah posisi tubuh Mama agar bayi terdorong untuk mengangkat kepalanya.

Mama juga bisa berganti sisi agar bayi berlatih menggunakan otot leher secara seimbang. Sambil melakukannya, ajak si Kecil berbicara agar aktivitas terasa seperti waktu bermain.

2. Duduk sambil bernyanyi

Pathways.org

Masih untuk usia 0-2 bulan, Mama bisa mencoba melatih otot si Kecil dengan cara yang menyenangkan sambil menghibur si Kecil, seperti bernyanyi.

Caranya, salah satu orangtua bisa memangku bayi dalam posisi duduk dengan tubuh tetap mendapat dukungan yang cukup.

Letakkan tangan pada tubuh bayi sebagai penopang, tetapi berikan ruang agar si Kecil tetap bisa mempertahankan posisinya sendiri.

Sambil menopangnya, orangtua lainnya bisa bernyanyi atau mengajak si Kecil berbicara untuk membuatnya tetap tertarik.

3. Ajak bayi berguling

Pathways.org

Saat bayi berusia sekitar 2-4 bulan, Mama bisa mulai mengajaknya berlatih berguling. Baringkan bayi dalam posisi miring dengan bantuan gulungan selimut sebagai penyangga.

Kemudian, Mama bisa mengambil posisi di sisi yang berlawanan dan ajak bayi berbicara agar si Kecil tertarik meraih Mama hingga akhirnya berguling.

Setelah berhasil, beri respons positif seperti tepuk tangan. Mama bisa membantu mengembalikan si Kecil ke posisi semula dan mengulangi gerakan.

4. Latihan berdiri dengan bantuan

Pexels/https://kaboompics.com/

Gerakan lainnya untuk bayi usia 2-4 bulan adalah berdiri dengan bantuan.

Caranya, Mama pegang tubuh bayi dengan kedua tangan dan pastikan kedua telapak kakinya menapak pada permukaan yang aman dan datar.

Sesuaikan posisi tangan Mama agar bayi tetap mendapat dukungan, tetapi masih memiliki kesempatan untuk menggunakan otot tubuhnya sendiri. Ajaklah bayi bicara supaya si Kecil tertarik mengangkat kepalanya.

5. Tummy time dengan tarikan handuk

Pathways.org

Pada usia 4-6 bulan, Mama bisa mencoba variasi tummy time yang menyenangkan dengan melibatkan handuk atau selimut.

Caranya, letakkan bayi dalam posisi tummy time pada umumnya di atas handuk tebal, kemudian pegang kedua ujung handuk dengan kuat. Tarik handuk mengelilingi ruangan dengan si Kecil yang sedang tummy time di atasnya.

Adapun gerakan ini sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah mampu mengontrol kepalanya dengan baik.

6. Meraih mainan silang

Pathways.org

Memasuki usia 6–9 bulan, coba latih otot si Kecil dengan memanfaatkan mainan.

Caranya, dudukkan bayi dan letakkan mainan di depannya. Perlahan geser mainan ke salah satu sisi tubuh agar si Kecil terdorong meraih menggunakan tangan dari sisi yang berlawanan.

Mama bisa membantu menahan salah satu tangannya agar bayi mencoba meraih dengan tangan lainnya. Aktivitas ini dapat melatih koordinasi tubuh sekaligus membuat bayi belajar berpindah posisi.

7. Jongkok dari posisi berdiri

Magnific/magnific

Untuk bayi usia 9-12 bulan yang umumnya sudah bisa berdiri, Mama bisa mengajak si Kecil berlatih berpindah dari berdiri ke posisi jongkok dan kembali berdiri.

Caranya, letakkan mainan favorit di permukaan yang lebih rendah atau di lantai, lalu biarkan bayi berusaha meraihnya sambil berpegangan jika diperlukan. Setelah mengambil mainan, berikan kesempatan untuk kembali berdiri tanpa dibantu.

Itulah penjelasan bagaimana cara agar otot bayi kuat. Mama bisa terus melakukan gerakan-gerakan di atas secara teratur dan tentunya disesuaikan dengan usia dan perkembangan si Kecil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article