Yuk, Mulai Sekarang! 5 Cara Menerapkan Eco Baby Sejak Dini

Ayo, ganti tisu dengan sapu tangan

4 Juni 2019

Yuk, Mulai Sekarang 5 Cara Menerapkan Eco Baby Sejak Dini
Freepik/v.ivash

Melihat kondisi alam yang kian terpuruk, saat ini masyarakat harus segera sadar untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Ya, salah satunya dengan meminimalisasi penggunaan plastik.

Menggunakan produk ramah lingkungan menjadi jaminan masa depan yang lebih baik bagi masa depan anak-anak kelak.

Eco Baby, begitu istilahnya. Mama bisa memilih produk ramah lingkungan untuk si Kecil dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Tertarik menerapkan gaya hidup seperti ini? Berikut 5 cara menerapkan eco baby sejak dini yang sudah dirangkum oleh Popmama.com.

1. Gunakan clodi

1. Gunakan clodi
Freepik/Yanalya

Hal yang perlu Mama ketahui yakni clodi atau popok kain ternyata lebih ramah lingkungan dibanding diapers, karena proses produksi clodi memiliki jejak karbon yang lebih sedikit.

Clodi yang bisa dipakai berulang kali pun tidak akan menghasilkan banyak sampah.

Memang harganya terbilang lebih mahal, tetapi secara jangka panjang membuat pengeluaran Mama menjadi sangat hemat jika harus membeli diapers setiap bulannya.

Editors' Picks

2. Ganti tisu dengan sapu tangan

2. Ganti tisu sapu tangan
Freepik/spukkato

Tahukah Ma? Kertas tisu itu terbuat dari kompresi serat yang berasal dari pulp atau bubur kertas. Oleh karenanya pada proses pembuatan tisu akan membutuhkan banyak kayu.

Selain itu hampir semua tisu memakai packaging yang dibungkus dengan plastik. Untuk menerapkan eco baby, sebagai gantinya ialah menggunakan kain yang bisa dicuci setelah digunakan.

Sapu tangan katun 100% pun terasa halus dan tidak membuat kulit si Kecil iritasi. Dengan sapu tangan Mama bisa mencuci dan memilih bahan pencucinya yang lebih ramah lingkungan. Cara seperti ini juga bisa Mama terapkan sebagai pengganti tissu basah.

3. Menghemat perlengkapan bayi

3. Menghemat perlengkapan bayi
Freepik

Sudah barang tentu pakaian bayi adalah salah satu kebutuhan yang waktu pakainya sangat singkat bukan?

Hal itu karena bayi sangat cepat bertumbuh, sehingga baju ukuran newborn mungkin hanya bisa dipakai selama sebulan saja.

Untuk menerapkan eco baby, Mama dapat menerima barang-barang bayi yang sudah tidak terpakai lagi dari orang-orang terdekat. Tak ada salahnya mendapat barang lungsuran alias hand me downs seperti baju, baby carrier, infant seat car, jaket dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan kebutuhan bayi lainnya dan semua barang yang masih bagus atau layak pakai, baik bekas maupun baru bisa disimpan untuk dilungsurkan kembali kepada anak berikutnya.

4. MPASI rumahan

4. MPASI rumahan
Freepik/Senivpetro

Menerapkan eco baby itu tak susah kok, Ma.

Salah satu langkah yang bisa Mama lakukan ialah membuat MPASI rumahan. Kini gantilah makanan bayi kemasan dengan mengolahnya sendiri di dapur.

Sebab makanan bayi instan mengandung zat-zat perasa maupun pengawet, selain itu akan menghasilkan limbah sampah. Dengan MPASI rumahan Mama dapat mengontrol nutrisi dan bahan yang digunakan untuk membuat makanan sang buah hati, karena inilah yang terbaik untuk bayi.

5. Ubah fungsi menjadi lebih kreatif

5. Ubah fungsi menjadi lebih kreatif
Freepik

Ma, benda-benda keperluan bayi tidak harus baru. Mama bisa sekreatif mungkin memanfaatkan barang-barang di sekitar untuk keperluan sang buah hati.

Langkah ini untuk menerapkan prinsip reuse atau pakai ulang. Seperti halnya lungsuran, benda-benda keperluan bayi tidak harus membeli yang baru.

Ayo, lebih keatif memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah seperti membuat kotak kapas dari wadah bekas es krim dan masih banyak lagi yang bisa Mama lakukan dalam mengurangi juga jejak karbon di bumi ini.

Anak-anak adalah masa depan kita. Jadi penting sekali mengajarkan anak tentang konsep eco green sejak ia masih bayi.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.