Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Bayi Kuning Tidak Boleh Tidur Lebih dari 3 Jam?
Magnific/jcomp
  • Bayi kuning tetap boleh tidur, tetapi jangan sampai waktu tidurnya membuat si Kecil terlalu lama melewatkan waktu menyusu.

  • Bayi perlu mendapatkan asupan secara rutin, dengan ASI setidaknya 8 kali dalam 24 jam.

  • Rasa kantuk berlebihan perlu diperhatikan, terutama jika bayi sulit dibangunkan atau terus menolak menyusu karena dapat membuat asupan berkurang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyakit kuning atau jaundice merupakan kondisi yang cukup umum dialami bayi baru lahir. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin dalam tubuh meningkat dan biasanya mulai terlihat pada hari ketiga hingga keempat setelah kelahiran.

Pada bayi dengan penyakit kuning, pola tidur dan menyusu perlu diperhatikan karena kadar bilirubin yang tinggi dapat membuat si Kecil lebih mengantuk dari biasanya. Akibatnya, bayi bisa tidur lebih lama dan sulit dibangunkan untuk menyusu sehingga asupan yang diterima menjadi lebih sedikit.

Lantas, benarkah bayi kuning tidak boleh tidur lebih dari 3 jam? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya.

1. Apa itu penyakit kuning pada bayi?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Penyakit kuning terjadi ketika kadar bilirubin dalam tubuh bayi meningkat. Bilirubin merupakan zat berwarna kuning yang terbentuk saat sel darah merah dipecah. Setelah bayi lahir, organ hati perlu mengambil alih proses bilirubin dan membutuhkan waktu untuk bekerja secara optimal.

Sebagian besar bayi baru lahir mulai mengalami penyakit kuning pada hari ketiga hingga keempat setelah kelahiran. Kondisi ini terjadi pada sekitar 40–60 persen bayi cukup bulan dan 80 persen bayi prematur. Umumnya, penyakit kuning merupakan kondisi normal akibat perubahan jenis hemoglobin dalam sel darah merah setelah bayi lahir, dilansir dari laman Cleveland Clinic.

2. Benarkah bayi kuning tidak boleh tidur lebih dari 3 jam?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Bayi kuning tetap membutuhkan waktu tidur yang cukup, yaitu sekitar 14-17 jam sehari. Namun, si Kecil sebaiknya tidak melewatkan waktu menyusu terlalu lama, terutama jika belum terbangun sendiri. Dalam konteks ini, batas sekitar 3 jam lebih berkaitan dengan jeda sejak terakhir menyusu, bukan berarti total waktu tidur bayi harus dibatasi hanya selama itu, seperti dikutip dari laman Center for Disease Control and Prevention (CDC).

Ketika bayi tidur terlalu lama tanpa mendapatkan asupan, frekuensi menyusu dapat berkurang. Padahal, asupan susu yang cukup membantu bayi BAB dan BAK sehingga bilirubin dapat dikeluarkan dari tubuh. Karena itu, jika si Kecil belum terbangun setelah jeda tersebut, Mama dapat membangunkannya secara perlahan untuk mendapatkan asupan.

3. Pola tidur dan menyusu bayi kuning

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bayi mendapatkan ASI setidaknya 8-12 kali dalam 24 jam pada minggu pertama. Sementara itu, bayi yang mendapatkan susu formula pada minggu pertama umumnya membutuhkan sekitar 30–60 ml setiap 2–3 jam. 

Karena itu, Mama dapat memperhatikan waktu terakhir si Kecil menyusu dan membangunkannya jika sudah terlalu lama belum mendapatkan asupan. Selain memperhatikan frekuensi menyusu, Mama juga dapat memantau apakah bayi mengisap dan mendapatkan susu dengan baik.

Frekuensi BAB dan BAK serta perkembangan berat badan juga dapat menjadi gambaran apakah asupan si Kecil sudah cukup. Jika bayi terlihat sangat mengantuk, sulit dibangunkan untuk menyusu, terus menolak minum, atau mengalami perubahan kondisi yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter.

Jadi, bayi kuning tetap boleh tidur cukup, tetapi jangan sampai waktu tidurnya membuat si Kecil terlalu lama melewatkan waktu menyusu, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article