Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Cara Bermain dengan Bayi Baru Lahir untuk Dukung Tumbuh Kembangnya
Magnific.com
  • Interaksi sederhana seperti berbicara, menyanyi, dan sentuhan lembut sejak hari pertama membantu perkembangan otak serta memperkuat ikatan emosional antara bayi dan orangtua.
  • Tummy time, stimulasi sensorik lewat warna, suara, tekstur, serta aktivitas membaca buku dapat mendukung kekuatan fisik dan kemampuan kognitif bayi sejak dini.
  • Mengikuti ritme bayi, menjaga kontak mata, serta bermain ekspresi wajah membantu membangun rasa aman sekaligus menstimulasi perkembangan sosial dan emosionalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memiliki newborn atau bayi baru lahir di rumah memang menjadi pengalaman yang penuh rasa haru sekaligus membahagiakan, ya, Ma. Meski si Kecil masih banyak tidur dan belum bisa bermain seperti bayi yang lebih besar, ternyata interaksi sederhana sejak hari pertama kelahirannya sangat penting untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Dilansir dari laman The Bump, sejak lahir bayi sudah “terprogram” untuk terhubung dengan orangtuanya. Respons sederhana seperti mengajak bayi berbicara, menyanyikan lagu, hingga sentuhan lembut dapat membantu perkembangan otak sekaligus membangun ikatan emosional yang kuat antara bayi dan orangtua.

Berikut Popmama.com sudah merangkum informasi mengenai beberapa cara bermain dengan bayi baru lahir untuk dukung tumbuh kembangnya.

Yuk, disimak! 

1. Ajak bayi tummy time secara rutin

Magnific/Jomkwan

Tummy time menjadi salah satu aktivitas penting untuk newborn karena membantu melatih kekuatan otot leher, bahu, dan punggung bayi. Selain itu, tummy time juga membantu mencegah kepala bayi menjadi peyang akibat terlalu lama tidur telentang.

Tummy time sebenarnya sudah bisa dilakukan sejak bayi baru lahir dengan durasi singkat sekitar 3–5 menit sebanyak dua hingga tiga kali sehari. Seiring bertambahnya usia dan stamina bayi, durasinya bisa ditingkatkan secara perlahan.

Agar bayi lebih nyaman, Mama bisa menemani si Kecil sambil tengkurap di depannya, mengajaknya berbicara, atau meletakkan benda berwarna cerah di sekitar bayi. Kehadiran mama di dekatnya juga membuat bayi merasa lebih aman dan tenang selama tummy time berlangsung.

2. Kenalkan berbagai warna, suara, dan tekstur

Magnific.com

Bayi baru lahir masih belajar mengenali dunia melalui indra mereka. Karena itu, memperkenalkan berbagai tekstur, warna, dan suara bisa menjadi bentuk stimulasi sensorik yang baik untuk perkembangan otaknya.

Bayi dapat diajak menyentuh kain lembut, kulit mama, atau benda dengan suhu berbeda seperti sendok dingin. Selain itu, finger puppet, buku bergambar warna kontras, hingga mainan musik lembut juga bisa membantu merangsang perkembangan sensorik bayi.

Meski terlihat sederhana, pengalaman sensorik ini membantu bayi belajar mengenali lingkungan sekitar sekaligus melatih fokus dan rasa penasarannya sejak dini.

3. Sering mengajak bayi berbicara

Magnific/pvproductions

Banyak orangtua merasa aneh saat berbicara dengan newborn yang belum bisa merespons. Padahal, mendengar suara orangtuanya sangat penting untuk perkembangan bahasa bayi, lho, Ma.

Bayi belajar bahasa dengan cara mendengarkan suara yang diulang terus-menerus. Karena itu, Mama bisa mengajak bayi berbicara tentang hal sederhana sehari-hari, mulai dari menjelaskan kegiatan memasak, memandikan bayi, hingga menceritakan suasana di sekitar rumah.

4. Menyanyikan lagu untuk bayi

Magnific.com

Menyanyikan lagu ternyata bukan hanya membuat suasana lebih hangat, tetapi juga membantu perkembangan bahasa dan emosional bayi. Menariknya, Mama tidak perlu memiliki suara sempurna untuk melakukannya.

Lullaby, nursery rhyme, maupun lagu favorit mama tetap bisa memberikan stimulasi positif bagi si Kecil. Suara yang familiar dari orangtuanya justru membuat bayi merasa nyaman dan aman.

Selain membantu bonding, aktivitas menyanyi juga dapat menenangkan bayi ketika rewel atau menjelang tidur. Tidak heran jika banyak newborn terlihat lebih tenang saat mendengar suara mama.

5. Membacakan buku

Magnific.com

Meski bayi baru lahir belum memahami cerita, membacakan buku tetap memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya. Aktivitas ini membantu bayi mendengar berbagai intonasi suara sekaligus mempererat kedekatan dengan orangtuanya.

Mama dapat memilih board book dengan gambar wajah, warna cerah, atau pola hitam-putih berkontras tinggi agar lebih menarik perhatian bayi. Momen membaca buku bersama juga bisa menjadi quality time sederhana yang membantu bayi merasa dicintai dan diperhatikan sejak usia dini.

6. Menyesuaikan ritme bayi

Magnific.com

Bayi baru lahir memiliki ritme yang jauh lebih lambat dibanding orang dewasa. Karena itu, orangtua disarankan untuk sesekali memperlambat aktivitas dan benar-benar fokus menikmati momen bersama bayi.

Mama bisa mematikan notifikasi ponsel sejenak, melakukan eye contact dengan bayi, tersenyum, dan merespons setiap clue yang diberikan si Kecil. Interaksi kecil seperti ini ternyata sangat penting untuk membantu bayi merasa aman.

Meski terlihat sederhana, momen-momen kecil bersama newborn menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosional, sosial, dan kognitifnya di masa depan.

7. Bermain ekspresi wajah

Magnific.com

Bayi baru lahir ternyata sangat tertarik memperhatikan wajah orangtuanya, terutama ekspresi yang berubah-ubah. Karena itu, bermain ekspresi wajah bisa menjadi aktivitas sederhana tetapi menyenangkan untuk membantu stimulasi sosial dan emosional bayi.

Mama bisa mencoba membuat wajah lucu seperti tersenyum lebar, menjulurkan lidah, mengangkat alis, atau membuat bentuk mulut “O”. Menariknya, beberapa bayi bahkan mulai mencoba meniru ekspresi tersebut meski usianya masih sangat kecil, lho!

Nah, itu dia berbagai cara bermain dengan bayi baru lahir untuk dukung tumbuh kembangnya sejak dini, Ma!

Editorial Team