6 Hal yang Harus Dilakukan jika Ruam Popok Bayi tak Kunjung Hilang

Harus tahu kapan saatnya dibawa ke dokter

21 Maret 2021

6 Hal Harus Dilakukan jika Ruam Popok Bayi tak Kunjung Hilang
Freepik

Suhu yang lembap di sekitar area kelamin memang menjadi masalah utama pada bayi. Aliran udara yang tidak lancar juga akan membuat si Kecil semakin mudah terserang ruam popok. Hal ini biasanya ditandai dengan munculnya bercak merah atau perubahan warna kulit yang menjadi pucat di sekitar selangkangan. Apakah kondisi ini berbahaya?

Faktanya, ruam popok adalah hal yang mungkin akan dialami semua bayi. Rasa tidak nyaman akan membuat si Kecil rewel dan gelisah. Kondisi ini sebenarnya tak perlu terlalu dikhawatirkan karena bisa diatasi dengan perawatan sederhana. Namun masalahnya, bagaimana jika bercak-bercak itu tak kunjung hilang walau sudah mendapat perawatan maksimal?

Jangan panik dulu jika si Kecil mengalami ruam popok yang tak kunjung sembuh. Pelajari dulu apa penyebabnya agar bisa memberikan penanganan yang tepat. Berikut ini Popmama.com merangkum beberapa cara mengatasi ruam popok yang tak kunjung sembuh

Penyebab Ruam Popok pada Bayi

Penyebab Ruam Popok Bayi
Pexels/polinatankilevitch

Sebelum membahas mengenai yang harus dilakukan untuk mengatasi ruam popok yang membandel, Mama harus mengenali dulu penyebab ruam popok pada si Kecil. Ruam popok bisa muncul karena berbagai alasan. Berikut adalah penyebab umum munculnya gangguan ini pada kulit bayi:

Alergi

Kulit bayi yang lembut memang sangat rentan dengan berbagai zat. Parfum, sabun, tisu basah, bahkan pakaian yang mereka kenakan bisa saja memicu iritasi. Jika bayi mama memiliki alergi pada bahan tertentu, sebaiknya segera ganti produk dengan yang lebih aman.

Penggunaan antibiotik

Walaupun efektif membasmi bakteri dan bibit penyakit, namun antibiotik juga berpotensi akan membunuh mikroorganisme baik di dalam tubuh. Bayi yang mengonsumsi antibiotik, baik secara langsung maupun melalui ASI, akan lebih rentan mengalami ruam.

Infeksi jamur

Ruam yang tak kunjung hilang bisa saja disebabkan oleh infeksi jamur bernama Candida albicans. Kondisi ini tak bisa disembuhkan dengan mudah karena suhu lembap di sekitar popok akan menjadi ladang subur untuk berkembangnya jamur.

Iritasi

Urine dan kotoran bayi akan memicu kondisi lembap, basah, dan asam di sekitar popok. Hal ini juga bisa menyebabkan ruam popok, terutama jika bayi sedang mengalami diare atau pipis berkali-kali.

Nah, setelah mengetahui penyebab ruam popok, yuk simak beberapa cara mengatasi ruam popok tak kunjung sembuh:

1. Merawat sendiri di rumah

1. Merawat sendiri rumah
Freepik

Masalah ini pada dasarnya mudah ditangani dengan perawatan sendiri di rumah. Namun jika kondisi ini tak kunjung hilang, mungkin ada yang salah dengan cara Mama memperlakukan ruam popok. Coba lakukan langkah-langkah sederhana selanjutnya sebagai pertolongan pertama.

Editors' Picks

2. Angin-anginkan kulit bayi

2. Angin-anginkan kulit bayi
Unsplash/Rob Hayman

Ruam bisa saja muncul karena kondisi kulit yang lembap akibat campuran keringat dan kotoran. Karenanya, Mama perlu sesekali membiarkan kulit bayi bernapas.

Tempatkan bayi di atas alas waterproof dan lepaskan diaper selama kurang lebih 10 menit setiap harinya. Hal ini akan membantu mengurangi kelembapan sehingga menurunkan risiko bayi mengalami ruam popok.

​​​​​​

3. Mengganti popok lebih sering

3. Mengganti popok lebih sering
Pixabay/ReadyElements

Walaupun diaper bisa menyerap beberapa kali pipis bayi, namun udara lembap dan campuran keringat di sekitarnya bisa saja menimbulkan masalah kulit.

Karenanya, ganti popok lebih sering agar kebersihan tetap terjaga. Jangan lupa membersihkan area di sekitar selangkangan bayi dengan handuk lembut setiap kali ganti popok.

4. Memilih popok yang lebih besar

4. Memilih popok lebih besar
Freepik

Bayi tumbuh dengan sangat cepat sehingga pakaian mereka akan sesak dalam waktu singkat. Hal ini juga berlaku pada diaper.

Jika bayi mulai sering mengalami ruam, mungkin popok yang dikenakan sudah terlalu ketat. Coba ganti ukurannya menjadi lebih besar agar mereka bisa lebih leluasa bergerak.

5. Menggunakan obat ruam

5. Menggunakan obat ruam
Pixabay/hans

Penggunaan obat pada bayi sebenarnya tidak terlalu disarankan, kecuali atas izin dokter. Meski demikian, saat ini sudah banyak produk anti ruam yang dijual bebas di pasaran.

Namun jika penggunaannya ternyata tak berhasil mengobati, mungkin Mama perlu berkonsultasi dengan ahlinya.

6. Mengganti produk

6. Mengganti produk
Freepik/comzeal

Sebagaimana disebutkan di atas, masalah ruam bisa saja terjadi karena kulit bayi alergi terhadap bahan tertentu.

Jika semua cara sudah dilakukan namun tetap gagal, maka sebaiknya Mama mengganti popok dan tisu basah dengan brand lain. Untuk hal ini, Mama perlu saran dari dokter.

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Walaupun bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan, namun ruam popok bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Dalam jangka panjang, hal ini akan memengaruhi tumbuh kembang bayi. Karenanya, jika masalah ini tak kunjung selesai setelah mendapat perawatan di atas, mungkin Mama harus segera menemui dokter anak.

Dokter akan memberikan memeriksa penyebab munculnya ruam popok dengan seksama sehingga bisa memberikan pengobatan yang tepat. Namun ingat, walau sudah mendapat resep dan obat dari dokter, Mama harus tetap menjaga kebersihan bagian di sekitar popok bayi, ya.

Nah, itulah beberapa cara mengatasi ruam popok yang tak kunjung sembuh. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.