Hasil Studi: ASI Bisa Turunkan Risiko Darah Tinggi pada Bayi

Berapa lama dan berapa banyak sih ASI yang dibutuhkan agar risiko darah tingga si Kecil berkurang?

26 Juli 2021

Hasil Studi ASI Bisa Turunkan Risiko Darah Tinggi Bayi
Unsplash/Hollie Santos

Risiko darah tinggi bisa juga menghantui bayi, terutama jika itu adalah faktor keturunan. Seperti yang Mama ketahui, ASI punya banyak sekali manfaat untuk bayi, termasuk juga menurunkan risiko darah tinggi bagi mereka.

Diterbitkan pada 21 Juli 2012 di Journal of the American Heart Association, penelitian tentang pemberian ASI mengungkapkan bahwa ASI dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi pada bayi. Berikut Popmama.com merangkum informasinya:

Latar Belakang Penelitian

Latar Belakang Penelitian
Freepik

Dalam sebuah penelitian telah ditemukan hasil bahwa faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi bisa menyerang usia anak-anak juga. Hanya saja mungkin Mama tak pernah terlalu mendengar kabar seperti ini sebelumnya.

Dikonfirmasi juga dalam studi tersebut bahwa menyusui ada kaitannya dengan tingkat risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah di masa dewasa. Namun belum diketahui dengan jelas, berapa jumlah ASI dan lamanya menyusui yang dibutuhkan untuk mencapai manfaat tersebut.

Editors' Picks

Proses Penelitian

Proses Penelitian
Pexels/Isaac Taylor

Pada CHILD (Canadian Healthy Infant Longitudinal Development) Cohort Study, mereka meneliti 2382 anak yang punya data lengkap tentang pemberian makanan sejak awal kehidupan mereka, serta catatan tekanan darahnya. 

Pemberian ASI dan asupan lainnya pada kehidupan pertama para bayi ini didokumentasikan dalam catatan rumah sakit dalam beberapa hari pertama kehidupan mereka, dan dilaporkan oleh ibu selama masa bayi. Sedangkan tekanan darah diukur pada usia tiga tahun.

Di antara anak-anak tersebut, 98 persen disusui sampai batas tertentu, termasuk empat persen yang hanya menerima ASI selama tinggal di rumah sakit saja. Hanya ada dua persen dari mereka yang tidak disusui sama sekali.

Hasil Penelitian

Hasil Penelitian
Pixabay/stevepb

Di antara anak-anak yang disusui, ada 78 persen yang diberi ASI selama enam bulan atau lebih, 62 persen di antaranya disusui secara eksklusif setidaknya selama tiga bulan. ASI eksklusif yang dimaksud di sini adalah ASI saja, tanpa tambahan susu formula, makanan padat, atau cairan lain.

Pada usia tiga tahun, anak-anak yang tidak pernah disusui memiliki tekanan darah yang lebih tinggi, rata-rata 103/66 mm Hg. Jika dibandingkan dengan mereka yang disusui untuk jangka waktu berapa lama pun, rata-rata 99/58 mm Hg, berarti mereka yang tidak diberi ASI saat bayi lebih berisiko memiliki tekanan darah yang lebih tinggi.

Kesimpulan Penelitian

Kesimpulan Penelitian
Pexels/Lukas

Di antara bayi yang hanya menerima ASI dini secara terbatas saat berada di rumah sakit, pengukuran tekanan darah juga lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah disusui.

Tekanan darah balita yang disusui saat bayi, lebih rendah terlepas dari indeks massa tubuh mereka pada usia tiga tahun, atau faktor sosial, kesehatan, serta gaya hidup ibu mereka.

Tekanan darah juga lebih rendah pada balita yang telah disusui, terlepas dari berapa lama mereka disusui, atau jika mereka menerima nutrisi dan makanan pelengkap lainnya.

Jadi, disimpulkan bahwa bayi yang disusui sejak dini, seberapapun banyak dan lamanya mereka disusui, dalam kondisi faktor sisoal, kesehatan, serta gaya hidup mama yang seperti apapun, mereka akan tetap punya tekanan darah lebih rendah ketimbang yang tidak pernah menerima ASI.

Itulah informasi mengenai hasil penelitian ASI bisa turunkan risiko tekanan darah tinggi pada bayi. Semoga informasi ini membuat Mama semakin semangat untuk menyusui, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.