Pexels/RDNE Stock project
Menurut United Daily News, Chen adalah seorang ibu tunggal yang melahirkan putri sulungnya di luar nikah pada tahun 2022. Ia kemudian menyambut kelahiran putri bungsunya pada bulan Mei tahun 2024.
Sebelumnya tinggal bersama ibunya, Chen diklasifikasikan sebagai keluarga rentan oleh Biro Urusan Sosial di Taiwan karena pengangguran dan kesulitan keuangan.
Biro tersebut membantu dengan menyediakan rumah sewa, perlengkapan bayi, layanan penitipan anak, dan tunjangan bulanan sebesar NT$5.400 (sekitar Rp2,6 juta) untuk Chen dan kedua putrinya.
Kepala lingkungan tempat tinggal Chen juga mengungkapkan bahwa dia membantunya mendapatkan 15.000 dolar NT (sekitar Rp 7,3 juta) sebagai uang bantuan darurat ketika dia dalam kesulitan. Namun Chen dilaporkan telah membelanjakan uang bantuan dengan sembarangan. Ia berfoya-foya dan menghabiskan uangnya dalam 10 hari.
Ayah bayi tersebut, seorang pedagang kaki lima, jarang berada di rumah selama kehamilan Chen. Ia pun jarang bertemu putrinya setelah lahir.
Ia mengetahui kematian bayi tersebut hanya selama pemeriksaan polisi. Sang Ayah terkejut dan menyatakan bahwa ia tidak tahu apa yang terjadi.
Fakta bahwa bayi berusia 4 bulan itu kelaparan oleh ibunya membuat warga Taiwan sangat marah.
Chen diketahui kerap menunjukkan citra seorang ibu tunggal dengan kekuatan untuk mengatasi kesulitan. Ia menangisi situasinya untuk mendapat belas kasihan dari semua orang di sekitarnya.
Itu informasi tentang bayi 4 bulan mati kelaparan setelah ditinggal oleh sang Ibu. Saat ini, Chen telah ditahan oleh Pengadilan Kaohsiung. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan dan Chen mendapatkan hukuman yang setimpal atas kejahatannya.