TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bayi di AS Meninggal akibat Tidur Bersama Mamanya

Ini adalah kali kedua Brooke Hunter kehilangan bayinya karena co-sleeping

4 Oktober 2022

Bayi AS Meninggal akibat Tidur Bersama Mamanya
Unsplash/Wes Hicks

Kabar pilu datang dari seorang bayi di Amerika Serikat (AS). Bayi tersebut meninggal akibat tidur satu ranjang dengan orangtua-nya sendiri.

Tidur satu ranjang dengan bayi atau co-sleeping mungkin sangat umum dilakukan orangtua di Indonesia, bukan? Namun, menurut pakar medis dari Amerika Serikat hal tersebut merupakan tindakan berbahaya lho, Ma.

Ada banyak sekali kasus mengenai kematian bayi secara tiba-tiba akibat hal ini. Bahkan, untuk Brooke Hunter, orangtua dari bayi yang meninggal tersebut, ini adalah pengalaman keduanya.

Di bawah ini Popmama.com rangkum kabar tentang bayi di AS meninggal akibat tidur bersama Mamanya. Yuk, disimak!

1. Bayi berusia enam minggu ditemukan meninggal akibat kelalaian orangtuanya

1. Bayi berusia enam minggu ditemukan meninggal akibat kelalaian orangtuanya
Pexels/Rene Asmussen

Seorang ibu muda bernama Brooke Hunter didakwa karena didakwa atas kasus pembunuhan tidak sengaja dan membahayakan setelah anak keduanya terbunuh karena co-sleeping.

Bayi berusia enam minggu itu ditemukan tak bernyawa karena kelalaian Brooke saat tidur satu ranjang dengannya.

Dilansir dari Fox News, data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) tahun 2020 menunjukkan 905 bayi meninggal di Amerika Serikat karena lemas dan tercekik di tempat tidur.

Selain itu, ada 3.400 bayi berusia di bawah satu tahun yang meninggal di Amerika Serikat secara tiba-tiba dan tidak terduga setiap tahunnya.

Editors' Picks

2. Ini merupakan kedua kalinya Brooke Hunter kehilangan bayi karena co-sleeping

2. Ini merupakan kedua kali Brooke Hunter kehilangan bayi karena co-sleeping
Freepik/Yanalya

Untuk kejadian yang menimpa dirinya, Brooke Hunter pun didakwa atas kasus pembunuhan tidak sengaja dan membahayakan bukan tanpa alasan.

Pasalnya, disebutkan bahwa kejadian ini adalah kali kedua Brooke kehilangan anaknya akibat co-sleeping. 

"Pada bulan Juni 2022, bayi Brooke Hunter yang berusia 6 minggu terbunuh akibat co-sleeping. Hampir tepat satu tahun sebelumnya, ia memiliki seorang anak berusia 6 minggu yang juga terbunuh karena co-sleeping,” ungkap Amy Clausing, asisten jaksa dari kantor kejaksaan Hamilton.

3. Alasan kematian anak kedua Brooke Hunter dianggap sebagai kasus pembunuhan

3. Alasan kematian anak kedua Brooke Hunter dianggap sebagai kasus pembunuhan
Freepik/Freepik

Bukan tanpa alasan, kasus kematian bayi Brooke Hunter yang kedua ini terjadi setelah ia mendapatkan peringatan atas kematian anak pertamanya. Tak hanya itu, ia juga telah mendapatkan penjelasan mengenai bahaya co-sleeping untuk bayi.

Namun, karena ia mengabaikan peringatan dan penjelasan tersebut, serta kembali mengulangi kesalahan yang sama, maka kematian bayi keduanya dianggap sebagai kasus pembunuhan.

Jika terbukti bersalah, maka Brooke Hunter akan menghadapi kemungkinan hukuman maksimum 11 tahun penjara. 

4. Tiga hal menurut CDC yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada bayi

4. Tiga hal menurut CDC dapat menyebabkan kematian mendadak bayi
Freepik/jcomp

Pada penjelasannya, Centers for Disease Control atau CDC mengungkapkan terdapat tiga hal yang umumnya dilaporkan sebagai penyebab kematian bayi tak terduga mendadak atau SUID.

Ketiga hal tersebut yaitu sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), penyebab tidak diketahui, serta tidak sengaja tercekik di tempat tidur. 

"Kami melakukan segala upaya untuk membantu menghindari situasi yang mengerikan ini," ujar dokter Steven Czinn, kepala pediatri di University of Maryland Medical Center di Baltimore, Maryland.

Beberapa upaya yang dilakukan Steven Czinn meliputi peningkatan kesadaran diri akan bahaya tidur seranjang dengan bayi. Kemudian ada juga pelatihan atau pendidikan terkait tidur bersama bayi serta prosedur keamanan tidur sebelum orangtua dan bayi dipulangkan ke rumah. 

5. Tips aman yang bisa diterapkan jika tetap ingin tidur di dekat bayi

5. Tips aman bisa diterapkan jika tetap ingin tidur dekat bayi
Freepik.com/user18526052

Walaupun membahayakan, nyatanya co-sleeping juga memiliki dampak yang baik untuk Mama dan si Kecil.

Secara psikologis, tidur dekat dengan bayi akan meningkatkan bonding antara orangtua dan bayinya. Selain itu, cara ini juga mempermudah Mama saat harus memenuhi kebutuhan si Kecil.

Oleh karena itu, ada beberapa tips aman yang American Academy of Pediatrics sarankan dan bisa Mama lakukan jika ingin tidur dekat dengan si Kecil. Seperti:

  • Jika berbaring bersama si Kecil, lakukan beberapa menit saja dan pastikan untuk tidak tertidur.
  • Letakkan bayi di dalam boks atau crib yang jaraknya berdekatan dengan tempat tidur orangtua.
  • Tidak meletakkan barang-barang seperti mainan, bantal, selimut, atau barang apapun di dalam keranjang yang berpotensi membahayakan bayi.

Dengan demikian bayi akan tetap merasa aman dan nyaman saat menikmati waktu tidurnya bersama Mama dan Papa. 

Nah, itulah tadi kabar tentang bayi di AS meninggal akibat tidur bersama Mamanya. Semoga tak ada lagi kejadian yang serupa terjadi, ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk