Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenal Suck Training, Latihan Mengisap untuk Bayi dengan Tongue Tie

Perhatikan tekniknya untuk menolong si Kecil belajar mengisap

8 Desember 2022

Mengenal Suck Training, Latihan Mengisap Bayi Tongue Tie
Pixabay/SantanuDey

Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada bayi baru lahir adalah ankyloglossia atau tongue tie. Bayi yang mengalami tongue tie dapat mengalami kesulitan saat ia harus menyusui langsung dari payudara mama.

Umumnya, kesulitan ini terjadi saat mengisap puting karena rentang gerak lidah yang terbatas sehingga membuat lidahnya tidak bekerja secara maksimal.

Namun, gangguan ini tetap dapat diatasi kok, Ma. Salah satunya adalah dengan cara memberikan latihan isap atau suck training pada si Kecil sejak dini.

Nah, ini dia Popmama.com rangkumkan informasi tentang suck training, latihan mengisap untuk bayi dengan tongue tie.

1. Apa yang dimaksud dengan tongue tie?

1. Apa dimaksud tongue tie
Freepik/bearfotos

Tongue tie atau lidah pendek adalah kelainan pada frenulum lidah bayi sehingga lidah berukuran terlalu pendek. Hal ini merupakan salah satu gangguan yang kerap terjadi pada bayi, terutama jika orangtua mereka juga pernah mengalami hal yang sama.

Jika si Kecil mengalami hal ini, kemungkinan ia akan kesulitan saat harus belajar mengisap puting untuk menyusui langsung dari payudara Mama.

Walaupun demikian, kebanyakan bayi dengan lidah pendek masih tetap bisa menyusui dengan baik dengan beberapa bantuan.

Editors' Picks

2. Jenis-jenis tongue tie pada bayi

2. Jenis-jenis tongue tie bayi
Freepik/Yanalya

Untuk mengetahui lebih jauh, gangguan lidah pendek pada bayi memiliki beberapa jenis. Berbeda jenis, berbeda pula cara penanganannya.

Berikut ini adalah beberapa jenis tongue tie yang perlu Mama ketahui, seperti:

  • Tipe I: Frenulum tipis dan elastis, dan menambatkan ujung lidah ke tonjolan di belakang gigi bawah.
  • Tipe II: Frenulum halus dan elastis, dan lidah berlabuh 2 – 4 milimeter dari ujung ke dasar mulut dekat dengan tonjolan di belakang gigi bawah.
  • Tipe III: Frenulum tebal dan kaku, dan menjangkarkan lidah dari bagian tengah bawah ke dasar mulut.
  • Tipe IV: Frenulum posterior atau tidak terlihat, tetapi ketika menyentuh area tersebut dengan ujung jari, pemeriksa dapat merasakan serat-serat kencang menahan lidah, dengan atau tanpa permukaan yang mengkilat dan menebal di dasar mulut.

3. Ciri bayi yang mengalami tongue tie

3. Ciri bayi mengalami tongue tie
Freepik/yanalya

Apakah Mama bisa mendeteksi gangguan tongue tie pada bayi? Jawabannya adalah bisa. Gangguan ini bisa langsung Mama temukan dengan melihat kebiasaan bayi saat ia menyusu langsung dari payudara Mama.

Dilansir dari beberapa sumber, ini dia beberapa ciri yang bisa menjadi perhatian Mama, yaitu:

  • Lidah bayi tidak menempel dengan baik.
  • Rewel selama waktu makan.
  • Membuat bunyi saat makan yang membuat udara masuk ke dalam saluran pernapasan.
  • Terlihat selalu lapar.
  • Membutuhkan waktu yang lama untuk makan.
  • Berat badan bayi tidak bertambah.
  • Mama sering mengalami nyeri payudara setelah menyusui karena bayi cenderung menekan daripada mengisap.
  • Bayi tidak bisa menjulurkan lidah melewati gusi.
  • Mereka tidak bisa mencapai langit-langit mulut dengan lidahnya.
  • Umumnya memiliki lidah dengan bentuk V atau bentuk hati di ujungnya saat menjulur.
  • Tidak bisa menggerakkan lidah dari satu sisi ke sisi lain.

4. Latih kemampuan mengisap si Kecil dengan suck training

Tidak semua gangguan lidah pendek atau tongue tie perlu langsung mendapatkan sayatan. Beberapa tipe pada gangguan ini masih bisa Mama atasi dengan memberikan latihan mengisap atau suck training pada si Kecil.

Suck training merupakan latihan mengisap yang diberikan pada bayi dengan cara memasukkan jari mama ke dalam mulut bayi. Seperti yang ditampilkan pada video di atas, Mama perlu memijat dan menekan bagian luar serta dalam mulut bayi untuk membantunya.

Ikuti beberapa langkah berikut ini:

  • Pastikan untuk menggunakan tangan yang bersih dan kuku yang pendek.
  • Usap bibir atas bayi untuk mendorongnya membuka lebar.
  • Tempatkan jari dengan sisi kuku menghadap ke bawah, ke dalam mulut bayi di sekitar tengah lidah. Jika lidah bayi tidak melengkung di sekitar jari, usaplah langit-langit mulut bayi.
  • Tekan ke bawah dengan lembut sambil membelai lidah bayi ke arah depan.
  • Biarkan bayi mengisap jari mama kembali ke arah mulutnya.
  • Ulangi gerakan ini 3-4 kali atau sampai lidah menonjol ke depan di atas gusi.

Lakukan latihan ini dengan benar secara terus-menerus. Latihan mengisap ini bisa dihentikan jika si Kecil sudah bisa mengisap secara terus menerus dengan benar selama 10 menit tanpa mengubah posisi.

5. Manfaat suck training untuk bayi tongue tie

5. Manfaat suck training bayi tongue tie
Freepik/Freepik

Ada banyak manfaat yang bisa si Kecil dapatkan dengan memberikannya suck training. Salah satunya adalah ia dapat mengisap puting dengan baik. Selain itu, terdapat beberapa keuntungan lain yang bisa dirasakan jika ia mulai terbiasa dengan latihan ini. Misalnya, seperti:

  • Membantu ligamen di bawah lidah memanjang atau meregang di luar garis gusi.
  • Membantu bayi belajar menggerakkan lidah dengan pola yang baik.
  • Memperbaiki isapan yang tidak teratur sehingga memungkinkan pelekatan yang lebih baik.
  • Mengurangi rasa sakit pada puting.
  • Menciptakan pengalaman menyusui yang lebih baik untuk Mama dan si Kecil.

Pada kondisi tertentu, latihan ini mungkin tidak membantu. Jika demikian, jangan ragu untuk melakukan konsultasi pada ahli jika si Kecil terlihat mengalami kesulitan dalam mengisap.

Nah, itulah tadi rangkuman informasi tentang suck training, latihan mengisap untuk bayi dengan tongue tie. Semoga informasi di atas bisa membantu Mama.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk