Mama Harus Tahu, Saat Mewaspadai Mata Belekan pada Newborn

Ketahui sejauh mana belekan masih aman dialami oleh bayi baru lahir

29 Juni 2018

Mama Harus Tahu, Saat Mewaspadai Mata Belekan Newborn
Pxhere

Belekan atau kotoran pada sudut mata seringkali dialami bayi newborn pada minggu-minggu pertama usianya. Belekan pada bayi baru lahir ini bisa mengenai satu atau kedua matanya sekaligus.

Tentunya kita jadi merasa kasihan ya Ma, melihat Si Kecil merasa tak nyaman dan kesulitan membuka matanya.

Mata belekan pada newborn bisa dilihat dari matanya yang tampak lengket, diikuti warna belek yang kuning. Air mata sering tampak keluar dari matanya dan kelopak mata juga tampak sembab namun tanpa diikuti oleh kemerahan pada bagian putih mata.

Berbahayakah hal itu? 

Penyebab Belekan Pada Newborn

Penyebab Belekan Newborn
Freepik/Yanalya

Penyebab utama terjadinya belekan pada mata bayi adalah karena katup Hasner pada saluran air mata gagal membuka secara normal pada saat kelahiran.

Normalnya, air mata yang mengalir dari sudut bola mata ke hidung  akan menguap seiring dengan udara pernapasan yang mengaliri hidung. Namun karena terjadi sumbatan, maka air mata tidak dapat dialirkan ke hidung dan menggenang atau menumpuk pada mata.

Hal itulah yang kemudian membuat mata tampak sembab, air mata menetes, dan kemudian mengering lalu bercampur dengan kotoran yang larut pada air mata, dan kemudian membuat mata belekan.

Dikutip dari laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia, sekitar 5 persen bayi baru lahir mengalami sumbatan pada satu atau kedua mata, namun hampir  90 persen dapat sembuh sendiri pada usia 1 tahun.

Editors' Picks

Yang Bisa Dilakukan Mama

Yang Bisa Dilakukan Mama
Freepik/Yanalya

Agar bayi lebih nyaman, Mama bisa meredakan belekan pada mata Si Kecil dengan membersihkan area mata dan juga melakukan pemijatan ringan pada area itu.

Berikut caranya:

  • Cuci tangan Mama hingga bersih.
  • Siapkan kapas atau cotton bud, air matang hangat, dan baskom kecil.
  • Basahi kapas atau cotton bud dengan air hangat. Kemudian usap mata Si Kecil, dari sudut mata bagian dalam ke sudut sebaliknya secara teratur.
  • Ulangi hingga mata Si Kecil bersih dari belek dan kerak. Mama juga sebaiknya menggganti cotton bud atau kapas setiap kali satu usapan.
  • Mama juga bisa memijat area sudut mata bayi untuk membuka saluran air mata yang tersumbat. Pijat sudut mata bayi dekat hidung dengan gerakan ke bawah tiga kali sehari.
  • Hindari berbagi handuk atau kain lap bayi untuk menghindari penularan infeksi.

Kapan Harus Waspada?

Kapan Harus Waspada
Freepik/Phduet

Kondisi seperti ini sebenarnya wajar dialami oleh bayi baru lahir dan tak perlu dikhawatirkan.

Kendati begitu, sebaiknya Mama tetap waspada ketika bayi Mama mengalami hal berikut ini:

  • Belek atau kerak yang muncul bertambah banyak.
  • Kotoran mata berwarna kekuningan atau kehijauan.
  • Bayi menangis terus-menerus.
  • Bayi sering mengusap mata dan terlihat kesakitan.
  • Bayi terlihat tidak ingin membuka matanya.
  • Bayi merasa silau atau tampak kesakitan ketika melihat cahaya.
  • Kotoran mata berwarna putih, namun bagian putih mata menjadi merah atau bagian atas kelopak mata menjadi bengkak. Ini tanda-tanda kemungkinan adanya infeksi.
  • Struktur mata atau kelopak mata bayi tampak tidak teratur.

Bila Mama mendapati Si Kecil mengalami gejala di atas, segera kunjungi dokter anak guna mendapatkan penangan yang tepat ya, Ma! Tetap waspada, ya!