6 Tips Mengatur Suhu AC untuk Bayi yang Baru Lahir

Suhu yang terlalu dingin atau terlalu hangat bisa berbahaya untuk si Bayi. Ini penjelasannya

12 September 2019

6 Tips Mengatur Suhu AC Bayi Baru Lahir
Freepik

Air conditioner atau yang sering disebut dengan AC adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mendinginkan suatu ruangan. Karena Indonesia merupakan negara tropis, biasanya ruangan seperti kamar dan ruang keluarga menggunakan AC agar keluarga lebih nyaman berada di rumah.

Lalu bagaimanakah untuk bayi yang baru lahir? Apakah aman dalam menggunakan AC? Sebagian besar dokter setuju bahwa lebih aman dalam menggunakan AC untuk bayi yang baru lahir daripada membiarkannya tinggal di dalam ruang yang panas, tanpa udara, dan lembap.

Beberapa ahli mengatakan bahwa ruangan yang memiliki suhu dingin dan berventilasi dengan baik dapat membantu bayi tidur dengan nyaman dan mengurangi risiko SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome yang artinya sindrome bayi meninggal secara tiba-tiba.

Namun, ruangan yang terlalu dingin juga bisa menurunkan suhu tubuh bayi dan membuatnya menggigil. Kali ini Popmama.com akan memberikan 6 tips yang membantu Mama menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat menggunakan AC di rumah. Yuk disimak!

1. Perhatikan agar kamar tidak terlalu dingin atau hangat

1. Perhatikan agar kamar tidak terlalu dingin atau hangat
Freepik/Jcomp

Karena bayi belum dapat mengatur suhu tubuhnya, risiko utama menyalakan AC secara terus menerus adalah penurunan suhu secara tiba-tiba. Masalah ini dapat menyebabkan bayi menjadi hipotermia, di mana sistem saraf, jantung dan organ lainnya tidak dapat berfungsi dengan baik karena suhu tubuh yang terlalu rendah. Jika bayi terlalu dingin, ia akan mulai menggigil sebagai pertahanan otomatis untuk menghangatkan tubuh sehingga tidak ada energi untuk menggerakan jantung dan otaknya. 

Di sisi lain, risiko berada di daerah yang panas, lembap, dan tidak berventilasi juga tinggi. Bayi lebih rentan terhadap penyakit terkait panas, seperti stroke panas, ruam panas, dehidrasi, dan kelelahan panas. Kamar yang didinginkan dan berventilasi dengan baik akan mengurangi risiko tersebut.

2. Pertahankan suhu kamar yang nyaman kisaran suhu 23-26°C

2. Pertahankan suhu kamar nyaman kisaran suhu 23-26°C
Freepik/Ruslan-ivantsov

Perubahan cuaca yang panas dan kelembaban dapat mempengaruhi pendinginan AC, kamar bisa menjadi dingin atau dingin dengan sangat cepat, sehingga tidak nyaman untuk bayi. Jadi pertahankan suhu pada pengaturan yang nyaman, agar tidak terlalu dingin atau terlalu hangat.

Direkomendasikan untuk mempertahankan kisaran antara suhu 23-26° Celcius. Jika menggunakan AC, atur timer untuk durasi yang diperlukan untuk mendinginkan ruangan. Namun, jika AC tidak memiliki timer, gunakan jam alarm untuk mengingatkan Mama. Jika tidak memiliki tampilan suhu, simpan termometer ruangan di dalam kamar untuk membantu memonitor suhu.

3. Hindari bayi terkena udara langsung dari AC

3. Hindari bayi terkena udara langsung dari AC
Freepik/Vgstockstudio

Hindari meletakkan bayi langsung di bawah AC, karena udara yang langsung berhembus pada mereka dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Di kamar bayi, jangan letakkan boks di dekat atau di bawah AC.

Gunakan pakaian bayi dengan beberapa lapisan yang tipis dan menutupi lengan dan kakinya, untuk melindungi bayi dari udara dingin secara langsung. Mama mungkin dapat mencoba memakaikan anak topi dengan bahan ringan untuk kepalanya dan beberapa kaus kaki katun tipis.

Jika suhu udara yang cenderung lebih dingin, gunakan pada bayi sepatu boot untuk menutupi kakinya. Gunakan selimut tipis, pastikan Mama menyelipkannya di bawah siku untuk menghindari pergerakan bayi hingga membuat selimut menutupi wajahnya.

Idelanya, bayi harus memakai 1 lapis pakaian lebih banyak dari orang dewasa, tidak boleh menggunakan baju yang ketat dan terlalu pas, atau yang terlalu hangat untuk ruangan.

Editors' Picks

4. Menjaga bayi tetap lembap karena menggunakan AC dapat membuat kulit kering

4. Menjaga bayi tetap lembap karena menggunakan AC dapat membuat kulit kering
Freepik/Shangarey

Mama mungkin pernah mendengar bahwa mencelupkan cotton bud ke dalam baby oil dan mengaplikasikannya dengan lembut di setiap lubang hidung, dapat membantu mencegah perdarahan hidung yang disebabkan oleh lubang hidung yang kering.

Namun, lakukan konsultasi dengan dokter anak sebelum mengaplikasikannya kepada anak ya, Ma!

Beberapa perempuan juga merekomendasikan untuk menyimpan semangkuk air di dalam ruangan. Air tersebut dipercaya dapat membantu mengurangi kekeringan dengan menjaga udara di dalam ruangan menjadi lebih lembap.

5. Jangan bawa bayi ke tempat yang hangat segera setelah meninggalkan ruangan ber-AC

5. Jangan bawa bayi ke tempat hangat segera setelah meninggalkan ruangan ber-AC
Freepik/Nadyaskobeleva

Seperti yang telah disebutkan diatas, bayi yang baru lahir belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri, perubahan suhu yang tiba-tiba dapat menyebabkan bayi menjadi sakit. Sebaiknya, Mama dapat mematikan AC dan beri bayi waktu untuk beradaptasi membiasakan diri dengan suhu di luar.

Memasang beberapa unit pendingin udara di rumah akan memungkinkan untuk mempertahankan suhu ruangan yang sama. Ini akan mencegah bayi terkena dampak perubahan suhu mendadak.

6. Keluarkan udara panas dari mobil sebelum bayi masuk ke dalamnya

6. Keluarkan udara panas dari mobil sebelum bayi masuk ke dalamnya
Freepik/Topntp26

Mobil yang didiamkan berhenti, bisa menjadi menyimpan udara panas di dalamnya, terutama selama musim panas. Untuk mendinginkannya, coba buka jendela selama beberapa menit. Ini akan memungkinkan udara panas dalam mobil menjadi keluar. Mama dapat membuka jendela dan menyalakan AC setelah beberapa waktu.

7. Melakukan pengecekan dan pembersihan AC secara berkala

7. Melakukan pengecekan pembersihan AC secara berkala
Freepik

Berhati-hatilah dengan kondisi filter pendingin udara, AC seringkali dapat mengakibatkan mikroorganisme seperti tungau debu yang berbahaya bagi kesehatan bayi dan juga keluarga. Untuk menghindari bayi menjadi sakit, jaga filter udara tetap bersih.

Periksa secara berkala AC untuk mengeluarkan udara yang bersih dan lebih efisien. Mama dapat membicarakannya dengan pusat layanan untuk meminta pemeriksaan manual yang detail tentang bagaimana dan kapan harus melakukan servis AC.

Kini Mama telah mengetahui tips-tips dalam mengatur AC yang aman dan nyaman bagi bayi yang baru lahir. Jangan lupa untuk menerapkannya di rumah ya, Ma!

Baca juga: Aturan Memakai AC di Kamar Bayi, Boleh atau Tidak ya?

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;