Bayi yang hanya diberi ASI berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin D, dibanding bayi yang minum susu formula. ASI memang makanan pokok bayi, tapi tak mengandung cukup vitamin D untuk memenuhi kebutuhan harian si Kecil.
Sebagai solusinya, biasanya dokter akan meresepkan suplemen tetes untuk asupan vitamin D untuk si Kecil. Bahkan bayi yang minum susu formula pun juga masih butuh tetes vitamin D, sampai mereka mulai mendapatkan cukup asupan tersebut dari makanan padat.
Bila bayi harus mengonsumsi suplemen vitamin D, kapan waktu yang tepat memberikan vitamin D untuk bayi? Dilansir dari unggahan dr. Nur Agus Guna Winarto Wijata, Sp.A di laman Instagram pribadinya @dr.aguswijata, vitamin D sebaiknya diminum setelah makanan utama yang mengandung lemak, baik itu makan pagi atau siang. Pasalnya, vitamin D larut dalam lemak.
Jika diminum saat perut kosong, penyerapannya kurang maksimal, Ma.
Pastikan asupan vitamin D untuk bayi juga tidak berlebihan. Kontrol jumlah vitamin D tetes yang dikonsumsi si Kecil, agar mereka tidak overdosis.
Terlau banyak vitamin D pada bayi bisa menyebabkan beberapa efek samping. Bayi bisa mual, muntah, kebingungan, hilang nafsu makan, kehausan yang berlebihan, bahkan nyeri otot dan sendi, juga sembelit dan sering buang air kecil.