Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik/rawpixel.com
Freepik/rawpixel.com

Intinya sih...

  • Ngulet merupakan salah satu aktivitas normal yang dilakukan pada bayi.

  • Bayi mengekspresikan perasaan serta komunikasinya melalui gerakan ngulet, baik rasa tidak nyaman atau bagian dari perkembangannya.

  • Mama perlu waspada apabila si Kecil telah ngulet lebih dari 4 kali pada rentang waktu 30 menit.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Melihat si Kecil yang baru bangun tidur lalu mengangkat kedua tangannya, meregangkan kaki, dan menguap lebar tentu menjadi momen kecil yang terasa menggemaskan.

Melalui gerakan ngulet tersebut, bayi mencoba untuk mengekspresikan perasaannya atau bentuk komunikasinya tersendiri karena gerakan ngulet disebabkan oleh berbagai faktor.

Namun, kenapa bayi sering ngulet? Berikut Popmama.com telah merangkum alasannya.

1. Kualitas tidur kurang optimal

Unsplash/Minnie Zhou

Saat si Kecil mengalami kurang tidur atau kelelahan, ia akan meregangkan tangan dan kakinya serta menguap lebih banyak daripada biasanya.

Studi dari University of Maryland Medical Center menyebutkan bahwa bayi cenderung menguap lebih sering dibandingkan orang dewasa, bahkan dapat mencapai 30–50 kali sehari, sementara orang dewasa hanya menguap sekitar 20 kali sehari.

Walaupun begitu, peregangan tersebut juga menjadi tanda bahwa si Kecil tertidur terlalu lama. Oleh karena itu, Mama perlu memerhatikan kembali pola serta kualitas tidur si Kecil agar waktu istirahatnya lebih teratur.

2. Refleks alami adaptasi

Freepik/jcomp

Bayi memiliki sejumlah refleks bawaan yang ia dapatkan saat masih berada di dalam kandungan, salah satunya terhadap peregangan-peregangan kecil.

Refleks tersebut membantunya agar beradaptasi lebih cepat terhadap lingkungan di sekitarnya saat ia dilahirkan.

Selain sebagai respons alami tubuh, peregangan tersebut juga menjadi bagian proses belajar bagi si Kecil untuk mengendalikkan anggota tubuhnya dengan lebih baik seiring bertambahnya usia.

3. Mencari kenyamanan

Freepik/jcomp

Sama seperti orang dewasa, bayi juga melakukan peregangan untuk menyari rasa nyaman setelah ia meringkuk dalam kandungan Mama pada waktu yang cukup lama.

Peregangan tersebut tentu membantu si Kecil agar lebih rileks dan mengurangi ketegangan pada otot-otot kecilnya sehingga tubuhnya terasa lebih nyaman.

4. Gangguan pencernaan

Freepik/pvproductions

Peregangan pada si Kecil juga menjadi tanda bahwa ia sedang merasakan tidak nyaman, terutama pada bagian pencernaan.

Dengan melakukan peregangan, ia mencoba untuk melancarkan pergerakan usus besar dari tubuhnya untuk mengeluarkan gas agar mengurangi rasa tidak nyamannya.

Mama dapat membantu mengatasi rasa tidak nyaman tersebut dengan memijat bagian perutnya secara lembut dan menggerakan kakinya seperti sedang mengayuh sepeda kemudian menariknya secara perlahan agar gas yang tertahan di dalam perutnya dapat keluar.

5. Kolik

Freepik/senivpetro

Jika peregangan si Kecil disertai dengan tangisan serta erangan, maka kondisi tersebut menjadi salah satu tanda bahwa bayi sedang mengalami kolik.

Mama dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman tersebut melalui pemberian perhatian lebih, seperti menggendongnya dengan lembut, memberikan pijatan hangat, hingga memandikannya dengan air hangat.

Ngulet atau peregangan pada bayi menjadi tanda bahwa ia sedang mengalami perkembangan atau merasa kurang nyaman pada tubuhnya.

Peregangan merupakan kondisi yang tergolong wajar dan sering terjadi pada bayi. Namun, jika si Kecil melakukan peregangan lebih dari empat kali dalam rentang waktu 30 menit, maka Mama perlu waspada.

Itu tadi berbagai alasan kenapa bayi sering ngulet. Dengan memahami arti di balik ngulet si Kecil, Mama dapat lebih peka terhadap kebutuhannya serta memastikan ia terus nyaman setiap hari.

Semoga artikel ini bermanfaat Mama!

Editorial Team