Cara Mencegah dan Mengatasi Biang Keringat pada Wajah Bayi

Meskipun terkesan sepele, biang keringat pada wajah bayi harus diatasi dengan cara yang tepat ya, Ma

19 November 2021

Cara Mencegah Mengatasi Biang Keringat Wajah Bayi
freepik/onlyyouqj
eksim pada bayi

Kulit bayi masih sangat sensitif sehingga rentan mengalami masalah kulit. Beberapa masalah kulit yang sering kali dialami si Kecil adalah kulit kering, iritasi, hingga biang keringat. 

Selain itu, tinggal di negara tropis seperti Indonesia dapat menyebabkan masalah kulit seperti biang keringat menjadi lebih sering dialami bayi.

Cuaca yang panas dan lembab saat musim kemarau merupakan pemicu munculnya biang keringat. ·

Biang keringat bisa menyebabkan bayi merasa tidak nyaman karena gatal dan menyebabkan sensasi menyengat atau perih, apalagi jika biang keringat terletak pada wajah bayi.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk sigap dalam mengatasi biang keringat pada bayi.

Nah, kali ini Popmama.com akan membagikan informasi seputar biang keringat dan tips mengatasi biang keringat pada bayi. Disimak ya, Ma!

1. Gejala biang keringat di wajah bayi

1. Gejala biang keringat wajah bayi
Kidsclinic.sg

Pada dasarnya, biang keringat sering kali dialami bayi di bagian tubuh manapun, termasuk wajah. Biang keringat pada wajah bayi terlihat seperti kumpulan benjolan merah kecil yang mirip dengan jerawat atau lecet.

Biang keringat biasanya terasa gatal dan perih, sehingga bayi menjadi rewel dan gelisah, bahkan bisa menyebabkan tidur si Kecil terganggu.

Selain di wajah, biang keringat juga sering kali muncul di lipatan kulit, seperti di lipatan tangan, leher atau selangkangan.

Editors' Picks

2. Penyebab biang keringat pada wajah bayi

2. Penyebab biang keringat wajah bayi
Freepik/Zilvergolf

Pada dasarnya, bayi bisa mengalami biang keringat di bagian tubuh manapun, termasuk wajah.

Ruam panas pada bayi ini terjadi ketika keringat berlebih menyumbat kelenjar keringat dan menjebak keringat di bawah kulit yang mengakibatkan benjolan merah atau lecet yang terasa panas dan gatal. 

Biang keringat paling umum dialami di musim panas, ketika cuaca panas dan lembab. Selain itu, biang keringat juga bisa diperparah dengan penggunaan pakaian yang ketat dan berbahan terlalu panas.

3. Cara mengatasi biang keringat pada wajah bayi

3. Cara mengatasi biang keringat wajah bayi
babycenter.ca

Saat bayi mengalami biang keringat di bagian wajah, sebaiknya Mama jangan memberikan obat biang keringat pada wajah bayi seperti lotion, salep atau sabun, kecuali dengan resep dokter.

Ada beberapa cara yang dapat Mama lakukan untuk meredakan biang keringat pada wajah bayi, di antaranya adalah:

  • Saat bayi menunjukkan tanda-tanda mengalami biang keringat, pindahkan bayi ke tempat yang sejuk.

  • Jaga kulit bayi tetap sejuk dan kering.

  • Tempelkan kompres dingin ke area biang keringat selama tidak lebih dari 20 menit.

  • Bersihkan minyak dan keringat bayi dengan air dingin, lalu tepuk-tepuk secara perlahan hingga kering. Hal ini dilakukan untuk memastikan keringat dan minyak yang terperangkap tidak memperparah ruam.

  • Gunakan AC atau kipas angin untuk membantu menjaga kulit bayi tetap sejuk.

  • Pastikan bayi tetap terhidrasi dengan baik. 

4. Cara mencegah biang keringat pada bayi

4. Cara mencegah biang keringat bayi
Pexels/Pixabay

Seperti kata pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobat”, alangkah baiknya Mama melakukan tindakan pencegahan agar bayi terhindar dari biang keringat.

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah biang keringat pada bayi:

  • Hindari panas dan lingkungan yang lembab.

  • Saat cuaca sedang panas, hindari pakaian yang terlalu tebal, pakaian berlapis, dan pakaian yang memiliki bahan yang panas. 

  • Hindari menghabiskan banyak waktu di luar ruangan saat cuaca sedang terik.

  • Bila memungkinkan, tetaplah di ruangan ber-AC. Jika bayi berada di dalam ruangan tanpa AC, coba gunakan kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara. 

  • Jaga agar area tidur bayi tetap sejuk dan memiliki ventilasi yang baik.

  • Pastikan bayi banyak mengonsumsi ASI agar tidak kekurangan cairan.

  • Perhatikan suhu air saat memandikan bayi. Pastikan air tidak terlalu hangat, karena air yang terlalu hangat justru akan memicu keringatnya.

  • Setelah mandi, lap tubuh bayi dengan handuk lembut hingga benar-benar kering.

5. Kapan harus menghubungi dokter?

5. Kapan harus menghubungi dokter
Freepik/serhii_bobyk

Dalam beberapa kasus, biang keringat bisa menyebabkan infeksi, terutama jika bayi menggaruknya. Biang keringat yang terinfeksi bisa menyebabkan demam dan tanda-tanda penyakit lainnya.

Oleh karena itu, jika biang keringat bayi tak kunjung membaik selama tiga hari atau lebih atau justru semakin parah, segera hubungi dokter.

Perhatikan juga apakah ada tanda-tanda pustula dan pembengkakan yang bisa menjadi gejala infeksi jamur atau bakteri akibat garukan bayi. 

Jika mengalami gejala tersebut, segera bawa si Kecil ke dokter untuk pemeriksaan selanjutnya. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk membersihkan infeksi bakteri.

Nah, itulah informasi terkait biang keringat pada wajah bayi. Meskipun sering dianggap sepele, namun biang keringat bisa menyebabkan si Kecil merasa tidak nyaman.

Oleh karena itu, sebaiknya Mama tetap menjaga kesehatan kulit si Kecil agar terhindar dari berbagai masalah kulit. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.