TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Neonatal Respiratory Distress Syndrome pada Bayi: Gejala dan Penyebab

Kondisi RDS dapat menyebabkan bayi kesulitan untuk bernapas

15 September 2022

Neonatal Respiratory Distress Syndrome Bayi Gejala Penyebab
Unsplash/Kelly Sikkema

Sebagian bayi beruntung dapat dilahirkan dengan kondisi kesehatan yang baik. Namun, sebagian bayi lainnya memiliki masalah kesehatan yang harus dialaminya, meski baru saja dilahirkan ke dunia. 

Kebanyakan kasus bayi yang lahir dengan kondisi kesehatan buruk dikarenakan adanya penyakit bawaan atau terkait gangguan genetika. Salah satu penyakit yang menyerang bayi baru lahir adalah Respiratory Disease Syndrome (RDS). 

Umumnya, RDS dialami bayi yang lahir prematur. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi yang baru lahir mengalami kesulitan bernapas.

Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com rangkum informasi seputar neonatal respiratory distress syndrome pada bayi.

1. Apa itu Neonatal Respiratory Distress Syndrome pada bayi?

1. Apa itu Neonatal Respiratory Distress Syndrome bayi
Freepik/freestockcenter

RDS (Neonatal Respiratory Distress Syndrome) atau sindrom gawat napas pada bayi merupakan kondisi gangguan pernapasan pada bayi, yang umumnya muncul beberapa jam setelah lahir. RDS biasanya dialami oleh bayi yang lahir secara prematur, dan cukup jarang dialami bayi yang lahir cukup bulan. 

Sebagian besar kasus RDS terjadi pada bayi yang lahir sebelum 37 hingga 39 minggu. Semakin prematur bayi, maka semakin tinggi kemungkinannya mengalami RDS setelah lahir.

RDS juga umum terjadi pada bayi yang paru-parunya belum berkembang sempurna. Oleh karena itu, kondisi ini membuat bayi kesulitan untuk bernapas sehingga membutuhkan oksigen tambahan lewat alat bantu pernapasan.

Editors' Picks

2. Penyebab RDS pada bayi

2. Penyebab RDS bayi
Pexels/Isaac Hermar

RDS umumnya disebabkan oleh kurangnya senyawa di paru-paru yang disebut surfaktan. Padahal, surfaktan berperan besar dalam membantu paru-paru terisi dengan udara dan menjaga kantung udara agar mengembang dengan sempurna.

Selain itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko RDS pada bayi di antaranya adalah:

  • Riwayat kakaknya yang juga memiliki RDS

  • Sang mama mengalami diabetes 

  • Bayi dilahirkan melalui persalinan caesar atau induksi persalinan sebelum bayi lahir cukup bulan

  • Masalah dengan persalinan yang mengurangi aliran darah kepada bayi

  • Hamil bayi kembar

3. Gejala RDS pada bayi

3. Gejala RDS bayi
Pexels/Isaac Hermar

Pada umumnya, gejala RDS muncul hanya dalam beberapa menit setelah bayi lahir. Namun, beberapa bayi mungkin tidak menunjukkan gejala selama beberapa jam. 

Berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa terlihat pada bayi yang mengalami RDS setelah lahir:

  • Sianosis, yakni warna kulit bayi tampak kebiruan

  • Apnea, yakni terhentinya napas selama beberapa detik

  • Pengeluaran urin menurun

  • Pelebaran lubang hidung saat bernapas

  • Napas lebih cepat

  • Pernapasan cenderung pendek

  • Sesak napas atau terdengar suara mendengkur saat bernapas

Tentu dokter akan segera melakukan tindakan jika bayi yang baru lahir menunjukkan gejala-gejala di atas.

4. Cara diagnosis RDS pada bayi

4. Cara diagnosis RDS bayi
Unsplash/Charles Eugene

Ada beberapa cara yang dilakukan dokter dalam mendiagnosis RDS pada bayi. Berikut ini adalah prosedur yang bisa ditempuh dokter untuk pemeriksaan RDS pada bayi:

  • Tes laboratorium untuk mengetahui dan mengatasi kemungkinan infeksi lain yang dapat menyebabkan masalah pernapasan.

  • Rontgen dada untuk memeriksa kondisi paru-paru.

  • Pemeriksaan dengan oksimeter untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah.

5. Perawatan RDS pada bayi

5. Perawatan RDS bayi
Freepik/KamranAydinov

Perawatan RDS pada bayi tergantung pada gejala, usia, dan kondisi kesehatan bayi secara umum. Selain itu, perawatan RDS juga bergantung pada seberapa parah kondisinya.

Dilansir dari Stanford Medicine Children's Health, berikut adalah perawatan yang bisa diberikan kepada bayi penderita RDS: 

  • Menggunakan alat bantu pernapasan yang dipasangkan ke tenggorokan bayi (trakea)

  • Menggunakan ventilator untuk membantu bayi bernapas 

  • Memberikan oksigen tambahan

  • CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) yakni alat bantu pernapasan yang mendorong aliran udara dan menjaga saluran udara kecil di paru-paru tetap terbuka.

  • Memberikan surfaktan buatan melalui tabung pernapasan.

  • Memberikan obat-obatan untuk membantu menenangkan bayi dan mengurangi rasa sakit selama perawatan.

Demikian rangkuman mengenai neonatal respiratory distress syndrome pada bayi. Mengingat RDS sangat erat kaitannya dengan kelahiran bayi prematur, maka salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan menghindari persalinan prematur. 

Jadi, pastikan selalu jaga kesehatan selama kehamilan, ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk