Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Mengapa Napas Bayi Baru Lahir Berbunyi? Yuk Cari Tahu di Sini
Pexels/laura-garcia-1667452

Apakah Mama sering mendengar napas si Kecil yang baru lahir seperti mendengus? Napas bayi yang baru lahir memang berbunyi sesekali karena si Kecil perlu beradaptasi untuk bernapas melalui hidungnya. Kondisi tersebut memang normal terjadi selama beberapa minggu setelah bayi lahir. 

Meski begitu, Mama tetap perlu waspada karena bunyi napas bayi yang baru lahir juga bisa jadi pertanda bayi menderita suatu penyakit. Terkadang penyakit yang diderita bayi tidak disertai gejala-gejala. 

Lalu, bagaimana bunyi napas bayi baru lahir yang normal dan tidak? Bagaimana mengetahui jika napas bayi berbunyi adalah tanda penyakit? Berikut ini penjelasan dari Popmama.com yang dirangkum dari berbagai sumber. 

Bunyi Napas Bayi Normal jika . . .

Pexels/Dobromir Dobrev

Telah disinggung sebelumnya bahwa napas bayi yang baru lahir memang berbunyi. Kondisi ini disebabkan paru-paru dan saluran pernapasan bayi masih perlu beradaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda dengan rahim. Selain itu, si Kecil juga belajar bernapas menggunakan hidung. 

Bunyi napas bayi seperti mendengus itu hanya berlangsung selama beberapa minggu setelah bayi lahir. Setelah si Kecil beranjak dewasa, bunyi napas bayi akan menghilang dengan sendirinya. 

Napas Bayi Berbunyi karena Lendir

Pexels/kelvin octa

Napas bayi berbunyi juga bisa disebabkan oleh saluran pernapasannya yang sempit sehingga si Kecil belum dapat batuk atau mengeluarkan lendir di hidungnya. Lendir tersebut menghambat aliran udara hingga menimbulkan suara ketika bernapas. 

Berbeda dengan orang dewasa, saluran napas bayi belum bisa membersihkan sendiri lendir di hidung. Itulah sebabnya, Mama perlu mengecek dan membersihkan hidung bayi setiap saat untuk memastikan tidak ada lendir yang menghambat jalur pernapasannya. 

Jenis Suara Napas Bayi yang Normal

Pexels/filipwouter

Jenis suara yang normal pada bayi yang baru lahir di antaranya suara napas seperti mengendus yang terjadi saat bayi tidur nyenyak. Kemudian suara seperti kumur-kumur karena air liur yang menumpuk di mulut dan tenggorokan. 

Bayi juga dapat mengeluarkan suara siul ketika menarik napas yang disebabkan saluran hidung si Kecil yang masih sempit. Terakhir, suara cegukan yang kerap dialami bayi ketika dia minum ASI terlalu banyak atau menelan banyak udara ketika minum ASI menggunakan botol. 

Bunyi Napas Bayi Tidak Normal, jika . . .

Freepik/bristekjegor

Napas bayi berbunyi terkadang menandakan ada gangguan pada sistem pernapasannya. Ketika napas bayi terdengar seperti mendengkur, maka itu bisa menandakan ada penyempitan pada saluran napas si Kecil. 

Kondisi itu biasanya disebabkan oleh epiglotitis, kelainan bawaan lahir pada pita suara, atau ada benda asing yang masuk pada saluran napas bayi. 

Bunyi napas seperti melengking dengan nada tinggi juga perlu diwaspadai. Kondisi ini umumnya menandakan si Kecil sedang sesak, batuk, atau terserang infeksi saluran napas karena pneumonia dan bronkiolitis. Infeksi saluran napas umumnya disertai demam, batuk, dan pilek.

Penanganan Napas Bayi yang Berbunyi

Unsplash.com/michalbarhaim

Jika napas bayi berbunyi disebabkan adanya lendir, maka Mama bisa mengeluarkan lendir dari hidung bayi menggunakan alat pengisap lendir khusus bayi. Alat pengisap lendir dapat membantu mengencerkan lendir sebelum dikeluarkan dari hidungnya. 

Pastikan Mama juga menjaga udara di sekitar bayi agar tetap bersih dan lembap, terutama bila menggunakan AC. Jangan bawa si Kecil ke lingkungan yang terpapar polusi maupun asap rokok. Saat menidurkan bayi, selalu letakkan dalam posisi telentang agar terhindar dari sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). 

Itulah beberapa penyebab suara napas bayi terdengar seperti berbunyi. Segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat jika muncul suara-suara tidak normal, bayi bernapas lebih dari 60 kali dalam semenit, dan tampak kesulitan bernapas. 

Editorial Team