Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Kulit Bayi Mengelupas, Sering Mandi Jadi Salah Satunya
Unsplash/Hu Chen
  • Kulit bayi dapat mengelupas secara alami setelah lahir karena hilangnya vernix caseosa dan proses adaptasi dari lingkungan rahim ke udara yang lebih kering.

  • Mandi terlalu sering dengan air dan sabun, bisa mengurangi minyak serta kelembapan alami kulit bayi hingga memicu kulit kering dan mengelupas.

  • Cuaca kering dan kulit bayi yang masih tipis meningkatkan risiko kehilangan kelembapan; konsultasikan ke dokter bila disertai kemerahan, luka, bengkak, atau ketidaknyamanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kulit bayi dapat mengelupas akibat hilangnya vernix caseosa, adaptasi setelah lahir, mandi terlalu sering, cuaca kering, dan lapisan kulit yang lebih tipis.
  • Who?
    Bayi baru lahir atau bayi dengan kulit yang masih tipis dan rentan kehilangan kelembapan dapat mengalami pengelupasan kulit.
  • Where?
    Pengelupasan dapat terlihat terutama pada tangan dan kaki, serta dapat terjadi saat bayi berada di lingkungan dengan udara kering.
  • When?
    Kondisi ini dapat terjadi setelah lahir ketika vernix dibersihkan dan kulit bayi beradaptasi dengan udara di luar kandungan.
  • Why?
    Kulit kehilangan perlindungan dan kelembapan alami; air, sabun, udara kering, serta ketebalan kulit yang belum optimal dapat mempercepat kekeringan.
  • How?
    Lapisan kulit terluar mengering karena kelembapan berkurang, lalu mengerut dan mengelupas. Jika disertai kemerahan, luka, bengkak, atau ketidaknyamanan, konsultasikan kepada dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kulit bayi bisa mengelupas setelah lahir karena sedang menyesuaikan diri dengan udara baru. Lapisan putih pelindungnya sudah dibersihkan. Mandi terlalu sering, sabun, dan udara kering juga bisa membuat kulitnya kering. Kulit bayi juga masih tipis. Jika ada merah, luka, bengkak, atau bayi tidak nyaman, Mama perlu bertanya ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat kulit si Kecil mengelupas mungkin membuat Mama khawatir dan bertanya-tanya, apakah kondisi tersebut normal atau tidak.

Ternyata, kulit bayi mengelupas bisa terjadi karena proses alami saat kulit beradaptasi dengan lingkungan setelah lahir. Namun, ada juga beberapa faktor lain yang dapat membuat kulit si Kecil lebih kering hingga akhirnya mengelupas.

Lantas, apa saja penyebabnya? Simak lebih lanjut tentang 5 penyebab kulit bayi mengelupas yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Hilangnya lapisan pelindung

Pexels/Vidal Balielo Jr

Selama berada di dalam kandungan, kulit bayi terus terendam dalam cairan ketuban. Paparan cairan ketuban dalam waktu lama juga membuat kulit bayi membutuhkan perlindungan tambahan.

Melansir dari Verywell Health, untuk melindunginya, janin mengembangkan lapisan putih yang disebut vernix caseosa yang membantu menjaga kulit, sekaligus membuat proses pengelupasan sel kulit berlangsung lebih sedikit.

Setelah lahir, vernix biasanya ikut dibersihkan ketika tubuh bayi dibersihkan dari sisa cairan ketuban dan darah. Hilangnya lapisan pelindung tersebut kemudian membuat beberapa lapisan kulit bayi lebih mudah mengelupas.

2. Adaptasi lingkungan baru setelah lahir

Pexels/Craig Adderley

Saat masih berada di dalam kandungan, kulit bayi terlindungi oleh vernix caseosa, yaitu lapisan putih yang membantu menjaga kulit dari paparan cairan ketuban. Namun, setelah lahir, lapisan vernix biasanya ikut dibersihkan ketika tubuh bayi dilap.

Hilangnya lapisan pelindung tersebut membuat kulit si Kecil harus langsung beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama udara di luar kandungan yang lebih kering dibandingkan kondisi di dalam rahim.

Proses adaptasi ini dapat membuat lapisan kulit terluar menjadi kering dan mulai mengelupas, terutama pada area tangan dan kaki.

3. Mandi terlalu sering

Pexels/RDNE Stock project

Mengutip dari HealthyChildren, jika bayi terlalu sering dimandikan, kulitnya bisa kehilangan kelembapan alami.

Penggunaan air dan sabun dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan kulit. Hal tersebut dapat membuat kulit bayi semakin kering hingga akhirnya mengelupas.

4. Cuaca kering

Pexels/Esma Karagoz

Kulit bayi masih memiliki skin barrier yang tipis sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan.

Ketika si Kecil berada di lingkungan dengan udara kering, seperti saat cuaca panas, air pada permukaan kulit dapat lebih cepat menguap.

Di sisi lain, produksi minyak alami pada kulit bayi juga belum seoptimal orang dewasa. Akibatnya, kelembapan yang hilang lebih sulit tergantikan dan kulit menjadi kering.

Kondisi ini dapat membuat sel kulit terluar mengering, mengerut, lalu akhirnya mengelupas.

5. Kulit bayi lebih tipis

Pexels/Tom Fisk

Kulit bayi yang baru lahir belum setebal kulit orang dewasa. Dilansir dari Healthline, pada beberapa bagian tubuh, kulit bayi dapat berukuran sekitar 20–30 persen lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa.

Kondisi ini membuat kulit si Kecil lebih rentan kehilangan kelembapan, mengalami iritasi, dan mudah mengelupas.

Ketebalan kulit bayi akan meningkat dengan cepat selama beberapa bulan pertama sehingga kulit bayi perlahan menjadi lebih tebal.

Itulah tadi 5 penyebab kulit bayi mengelupas. Jika pengelupasan disertai kemerahan, luka, bengkak, atau tampak membuat si Kecil tidak nyaman, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article