Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Begini Perkembangan Sistem Pencernaan Bayi, Mama Wajib Tahu!
Freepik/Uthaiphoto

Sistem pencernaan bayi berkembang sejak ia masih berada di dalam kandungan hingga dilahirkan, Ma. Namun saat baru lahir, pencernaan bayi masih belum berfungsi sepenuhnya.

Dalam enam bulan pertama, pencernaan bayi masih sangat rentan terhadap infeksi. Apapun yang masuk ke dalam saluran pencernaannya, belum siap melawan bakteri dan patogen. Nutrisi pun diperolehnya dari ASI atau susu formula.

Sistem pencernaan bayi akan mengalami perubahan seiring kemampuannya memproduksi enzim untuk mencerna makanan. Antibodi pun berkembang, berfungsi untuk melindungi sistem pencernaannya. Sampai saluran pencernaannya siap, makanan padat belum boleh diberikan pada bayi sebelum usia enam bulan, Ma.

Untuk mengetahui seperti apa perkembangan sistem pencernaan bayi, simak ulasan Popmama.com berikut ini.

Sistem Pencernaan Bayi Baru Lahir Cukup Bulan

Freepik/Jcomp

Saat lahir cukup bulan, seluruh sistem pencernaan siap beroperasi secara mandiri. Saat turun melalui jalan lahir, sistem neonatus mendapatkan mikroba melalui mikroflora vagina. Ini adalah kejadian penting karena berkontribusi pada perkembangan sistem pencernaan bayi baru lahir, termasuk ekosistem mikroba usus.

Perkembangan ini berlanjut saat bayi yang baru lahir mulai menyusu. Untuk makanan pertama mereka, sebagian besar bayi yang disusui menerima kolostrum, susu pertama yang diproduksi setelah lahir.

Kolostrum kaya akan antibodi dan nutrisi seperti lemak, vitamin, dan mineral yang membantu pertumbuhan bayi baru lahir. Selain itu, ini membantu dalam pengembangan populasi mikroorganisme kompleks yang tumbuh subur di saluran pencernaan bayi.

Perubahan pada tubuh bayi dapat menyebabkan penurunan 7% dari berat lahirnya dalam beberapa hari. Namun, penurunan berat badan ini normal.

Sistem Pencernaan Bayi Baru Lahir yang Prematur

Freepik/freepic.diller

Kelahiran prematur menyebabkan perbedaan struktural dan fungsional antara sistem pencernaan bayi prematur dan bayi cukup bulan. Usus prematur belum matang dan tidak mampu melakukan sebagian besar fungsi yang dapat dilakukan usus.

Bayi prematur mungkin belum siap untuk mencerna ASI, terutama protein yang ada di dalamnya. Pencernaan susu yang lengkap membutuhkan cairan pencernaan seperti jus lambung dan jus pankreas bersama dengan enzim pencernaan, seperti amilase untuk mencerna pati dan lipase pankreas untuk pencernaan lipid.

Sebagian besar bayi, baik prematur maupun cukup bulan, sering muntah karena sistem pencernaan yang belum matang atau sfingter esofagus bagian bawah yang lemah dan belum sempurna. Namun, itu juga bisa terjadi karena beberapa masalah lapisan saluran pencernaan.

Jaringan Lapisan Saluran Pencernaan

Freepik/cookie_studio

Lapisan saluran pencernaan bayi adalah lapisan lendir yang melindungi saluran pencernaan dari mikroba berbahaya dan kontaminan lain yang ada dalam makanan. Pada saat lahir, lapisan ini sangat tipis dan belum matang, yang dapat meningkatkan risiko masalah lapisan pencernaan, seperti peradangan dan infeksi.

Infeksi gastrointestinal ini ditangani oleh antibodi yang ada dalam ASI, dan ini berlanjut sampai lapisan mukosa pencernaan menjadi matang.

Sementara ASI membantu saluran pencernaan mengembangkan lapisannya, itu juga membantu dalam pengembangan mikrobiota usus. Inilah alasan mengapa asupan makanan ibu saat menyusui harus sehat dan terencana.

Secara umum, sistem pencernaan bayi terus berkembang selama dua tahun pertama kehidupannya. Perkembangan ini juga memiliki kaitan langsung dengan perkembangan sistem kekebalan bayi. Dengan demikian, komposisi gizi makanan bayi di tahun-tahun awal kehidupan dianggap penting.

Mengapa Makanan Padat Harus Dihindari sampai Bayi Berusia Enam Bulan?

Freepik/Freepik

Bayi yang diberi ASI atau susu formula biasanya dapat memulai makanan padat pada usia enam bulan. Makanan padat harus dihindari bayi sebelum usia 6 bulan karena alasan berikut ini:

  • Refleks muntah kurang berkembang, sehingga menimbulkan risiko tersedak.
  • Frekuensi menyusui akan berkurang, yang dapat menyebabkan kompromi dalam asupan nutrisi penting dari ASI.
  • Enzim yang mencerna karbohidrat berkembang pada usia sekitar enam hingga tujuh bulan. Garam empedu dan lipase lambung yang membantu mencerna lemak mencapai tingkat optimal antara usia enam dan sembilan bulan.
  • Molekul makanan yang lebih besar mungkin melewati usus kecil langsung ke aliran darah karena bayi di bawah enam bulan memiliki usus yang permeabel. Skenario ini dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan dan kemungkinan alergi.

Bagaimana Mendukung Perkembangan Sistem Pencernaan Bayi?

Freepik/freepik

Perubahan pada sistem pencernaan berlangsung cepat. Orangtua dapat mengambil beberapa langkah untuk mendukung perkembangan ini:

  • ASI Eksklusif: Beberapa penelitian menunjukkan bayi yang diberi ASI memiliki pencernaan, pernapasan, dan kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan karena komposisi nutrisi ASI yang kompleks. Oleh karena itu, Mama harus menyusui secara eksklusif selama enam bulan dan terus menyusui, jika memungkinkan, hingga dua tahun.
  • Pengenalan makanan padat: Mama dapat mendukung perkembangan sistem pencernaan bayi dengan memperkenalkan makanan padat secara bertahap sesuai usianya.

Berikut tips saat Mama mulai memperkenalkan makanan padat untuk si Kecil:

  • Perkenalkan makanan satu per satu dengan makanan yang mudah dicerna diperkenalkan terlebih dahulu. Buah-buahan lunak seperti apel, bubur daging, unggas, kacang-kacangan, dan sereal yang diperkaya zat besi adalah beberapa pilihan untuk dicoba.
  • Saat Mama menambahkan makanan baru, tunggu selama tiga sampai lima hari, dan perhatikan apakah makanan tersebut menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi. Dengan cara ini, Mama dapat mengidentifikasi alergen potensial.
  • Mulailah memberi makan makanan padat dalam bentuk yang dimasak, dihaluskan, atau dihaluskan. Saat bayi tumbuh dan mengembangkan keterampilan motorik, Mama dapat beralih ke potongan makanan lunak yang dimasak (makanan jari) sekitar sembilan bulan.
  • Cobalah untuk menambahkan berbagai makanan ke dalam makanan bayi sejak awal sehingga mereka dapat menuai manfaat dari makanan ini dalam jangka panjang.
  • Sesuaikan jumlah makanan padat dengan konsumsi ASI atau susu formula. ASI membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam untuk dicerna, sedangkan susu formula membutuhkan waktu empat hingga lima jam.
  • Praktik kebersihan: Tindakan kebersihan saat menyiapkan makanan bayi mengurangi risiko kontaminasi mikroba.

Nah, itu penjelasan mengenai perkembangan sistem pencernaan bayi. Seiring berjalannya waktu, saluran pencernaan bayi terus mengalami perkembangan, Ma. Penting untuk diingat supaya Mama tidak memberikan makanan padat sebelum waktunya, ya!

Semoga informasi ini menambah wawasan, Ma.

Editorial Team