Pahami Pola Buang Air Kecil dan Besar Bayi Baru Lahir di Sini!

Supaya Mama siap sedia mengganti popok si Kecil, yuk perhatikan kebiasaan BAK & BABnya!

25 Mei 2020

Pahami Pola Buang Air Kecil Besar Bayi Baru Lahir Sini
freepik.com/a3pfamily

Kegiatan si Kecil yang baru lahir selain tidur dan menyusu adalah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Seringnya si Kecil merengek atau menangis saat tidak nyaman dengan popoknya yang basah.

Kalau sudah begini, Mama harus buru-buru ganti popok si Kecil supaya si Kecil kembali bersih dan nyaman. Namun, si Kecil sering sekali pipis dan BAB ya, Ma. Baru sebentar popok si Kecil diganti, sudah basah lagi karena pipis atau BAB.

Supaya Mama siap sedia mengganti popok si Kecil yang basah karena BAK dan BAB, Mama bisa perhatikan pola BAK dan BAB si Kecil yang baru lahir. Berikut ini informasi penting tentang pola BAK dan BAB si Kecil yang sudah Popmama.com rangkum untuk Mama, dilansir dari Healthychildren.org.

Editors' Picks

Pola Buang Air Kecil

Pola Buang Air Kecil
freepik.com/comzeal

Si Kecil yang baru lahir biasanya buang air kecil 1-3 jam sekali atau 4-6 kali sehari. Ketika si Kecil sakit atau demam, atau ketika cuaca sangat panas, volume urine si Kecil biasanya menurun setengah, tapi hal ini masih normal kok, Ma.

Bayi yang sehat, urinenya akan berwarna kuning terang sampai gelap. Warna urine ini tergantung dari cukup tidaknya asupan cairan pada tubuh si Kecil. Semakin gelap urin si Kecil, itu berarti si Kecil butuh lebih banyak asupan cairan.

Kadang Mama mungkin melihat noda merah muda pada popok si Kecil dan menganggap kalau itu adalah darah. Warna merah muda ini sebenarnya adalah urin yang sangat pekat. Jika noda merah muda pada urin si Kecil berlanjut, segera konsultasi ke dokter ya, Ma.

Pola Buang Air Besar

Pola Buang Air Besar
freepik.com/yanalya

Mulai dari hari pertama si Kecil dilahirkan sampai beberapa hari kemudian, si Kecil akan mengalami BAB pertamanya atau sering disebut juga sebagai mekonium. Mekonium ini adalah zat hitam tebal atau hijau gelap yang mengisi usus si Kecil sebelum lahir. Begitu mekonium ini dikeluarkan, selanjutnya tinja si Kecil akan berubah menjadi kuning kehijauan.

Jika si Kecil menyusu ASI, tinjanya akan mirip seperti sawi muda yang mempunyai partikel seperti biji. Sampai si Kecil mulai mengonsumsi MPASI, tekstur tinjanya bisa berkisar dari yang sangat lunak hingga berair.

Jika si Kecil menyusu susu formula, tinjanya biasanya akan berwarna cokelat atau kuning. Tekstur tinja si Kecil yang menyusu susu formula akan lebih padat dibanding si Kecil yang menyusu ASI.

Jika tinja si Kecil keras, kemungkinan si Kecil kurang mendapatkan asupan cairan, atau malah ia kehilangan banyak cairan karena sakit, demam, atau panas. Begitu si Kecil mulai mengonsumsi makanan padat, tinja yang keras bisa jadi tanda bahwa si Kecil sedang sembelit.

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Tentang BAB Bayi Baru Lahir

Hal Penting Harus Diperhatikan Tentang BAB Bayi Baru Lahir
freepik.com/wavebreakmedia-micro

Variasi dalam warna dan tekstur tinja si Kecil sebenarnya normal, misalnya proses pencernaan si Kecil bisa melambat jika si Kecil mengonsumsi makanan yang agak sulit dicerna dan membuat tinjanya menjadi lebih hijau, atau saat si Kecil diberikan zat besi tambahan, tinjanya akan berubah menjadi coklat tua.

Tinja bayi biasanya lunak dan sedikit berair, jadi tidak selalu mudah mendeteksi jika si Kecil sedang diare ringan. Tanda diare bisa Mama perhatikan jika si Kecil BAB tiba-tiba dan terlalu sering, dengan tinja yang sangat berair. Diare bisa jadi tanda ada infeksi usus atau perubahan pola makan si Kecil. Jika si Kecil masih menyusu ASI, diare juga bisa terjadi karena pola makan mama yang berubah.

Jika diare terjadi, ada kemungkinan si Kecil mengalami dehidrasi. Baiknya Mama segera konsultasi ke dokter jika si Kecil berusia kurang dari dua bulan dan mengalami diare sekaligus demam. Jika si Kecil demam lebih dari sehari, segera periksa urin dan suhu duburnya, kemudian konsultasikan ke dokter. Pastikan juga Mama tetap memberikan ASI pada si Kecil ya, Ma.

Dengan memerhatikan pola dan frekuensi BAK serta BAB si Kecil, Mama jadi lebih bisa memantau kesehatan pencernaan si Kecil. Jika ada tanda-tanda masalah pada BAK dan BAB si Kecil, baiknya Mama segera membawa si Kecil ke dokter ahli supaya si Kecil mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.