Jangan Bingung, 4 Alasan Mengapa Bayi Selalu Terbangun Tengah Malam

Apakah Mama baru sering stres karena bayi terbangun tengah malam?

28 September 2020

Jangan Bingung, 4 Alasan Mengapa Bayi Selalu Terbangun Tengah Malam
Freepik/A3pfamily

Bagi mama baru, tentu tidak mudah beradaptasi dengan keberadaan si Kecil. Mama baru umumnya merasa stres karena kurang tidur. Jadwal tidur menjadi berantakan karena si Kecil kerap bangun saat malam hari atau disebut dengan istilah sleep regression. 

Sleep regression adalah kondisi bayi yang sering terbangun saat malam hari dan sulit untuk tidur kembali. Kondisi ini umumnya dialami oleh bayi hingga berusia lebih dari satu tahun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi baru lahir selalu terbangun saat tengah malam?

Berikut Popmama.comtelah merangkum 4 penyebab bayi sering bangun tengah malam atau sleep regression sehingga Mama bisa lebih memahami si Kecil yang baru lahir. 

1. Belum bisa membedakan siang dan malam

1. Belum bisa membedakan siang malam
pixabay.com/patriciaalexandre

Bayi yang baru lahir harus mempelajari pola tidur mama dan orang-orang di sekitarnya hingga dia dapat menentukan jadwal tidurnya sendiri. Bayi yang baru lahir belum dapat membedakan siang dan malam sehingga dia tidak dapat menentukan kapan waktu untuk tidur atau bangun. 

Oleh sebab itu, saat berusia kurang dari satu tahun, si Kecil sering terbangun tanpa sadar pada malam hari. Saat terbangun, bayi merasa bingung untuk memutuskan untuk melanjutkan tidur atau harus tetap bangun sepanjang hari. 

Mama sebaiknya jangan ajak si Kecil untuk berbincang atau menghampirinya saat terbangun. Buatlah suasana kamar sepi sehingga dia bisa mengenali malam adalah waktu untuk tidur.

Editors' Picks

2. Kelaparan

2. Kelaparan
mom.me

Walaupun menguras energi, sleep regression bisa menunjukkan si Kecil sedang kelaparan. Bayi yang baru lahir belum dapat mengekspresikan emosinya atau berbicara untuk menunjukkan dia sedang lapar. Oleh karena itu, dia memilih untuk terbangun dan menangis pada malam hari untuk meminta asupan ASI. 

Untuk menghindari kondisi sleep regression, Mama harus memastikan si Kecil tidur dalam keadaan kenyang. Pastikan juga kondisi kamar sepi dan popok yang digunakan dalam keadaan kering. 

3. Penggunaan gadget

3. Penggunaan gadget
Pexels/Andrea Piacquadio

Bayi memang belum bisa mengoperasikan gadget, namun sebagian besar orang tua memilih menenangkan atau menidurkan bayi dengan menunjukkan video di gadget. Penggunaan gadget baik yang diberikan langsung kepada si Kecil atau hanya digunakan Mama ternyata dapat mengganggu kualitas dan pola tidur bayi. 

Mama harus membatasi penggunaan gadget di dekat bayi pada malam hari. Mematikan lampu kamar juga bisa meningkatkan kualitas tidur si Kecil. 

4. Terbiasa tidur saat digendong

4. Terbiasa tidur saat digendong
Freepik/Phduet

Mama mungkin terbiasa menggendong si Kecil untuk menidurkannya. Namun, cara tersebut justru membuat bayi sering terbangun pada malam hari karena dia belum terbiasa tidur dalam waktu lama di tempat tidurnya. 

Mama bisa mulai belajar untuk membiarkan bayi tidur sendiri tanpa digendong. Hal ini mungkin untuk dilakukan, namun melatih si Kecil untuk tidur sendiri merupakan cara efektif untuk mengatasi sleep regression.

Mama bisa mulai berlatih dengan menidurkan si Kecil di tempat tidur saat dia mulai terlihat mengantuk. Secara perlahan, Mama bisa mengajarkannya untuk tidur sendiri tanpa harus digendong. 

Itulah alasan mengapa bayi sering bangun tengah malam. Bayi yang mengalami sleep regression memang menguji kesabaran mama. Tetapi, tak perlu panik ya Ma, karena kondisi ini tidak akan berlangsung lama hingga si Kecil bisa menentukan pola tidurnya sendiri. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.