Begini Kondisi Terkini Bayi yang Dicekoki Miras oleh Pamannya

Apakah bayi dalam keadaan sehat?

25 Januari 2021

Begini Kondisi Terkini Bayi Dicekoki Miras oleh Pamannya
Pexels/Helena Lopes

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan kabar bayi berusia empat bulan yang dicekoki minuman keras oleh pamannya sendiri. Kabar tersebut berawal dari beredarnya sebuah video di media sosial. 

Dalam video tersebut, tampak enam orang laki-laki tengah berkumpul di rumah orangtua bayi. Kala itu, mereka sedang menggelar pesta minuman keras. Lalu, salah satu laki-laki bernama Andika yang merupakan paman bayi langsung mencekoki bayi dengan minuman keras.

Aksi Andika tersebut diketahui oleh rekannya, namun tidak mendapat larangan. Salah satu rekannya berinisial MT justru merekam kejadian tersebut hingga videonya beredar viral di media sosial. 

Lantas, bagaimana kondisi bayi berusia empat bulan itu pasca diberi minuman keras? Berikut kabar terkini dari bayi asal Gorontalo itu seperti dirangkum Popmama.com.

1. Bayi dalam keadaan sehat

1. Bayi dalam keadaan sehat
Pixabay/alxander1982

Dinas Kesehatan Gorontalo kini memantau kondisi kesehatan bayi berusia empat bulan itu pasca diberi miras oleh pamannya sendiri. Pemantauan dilakukan bersama tim kesehatan dari Kelurahan Tangikiki. 

Berdasarkan pemantauan sementara, kondisi bayi dalam keadaan sehat. Meski demikian, orangtua diminta segera melapor ke kelurahan setempat atau puskesmas apabila kondisi kesehatan bayi mulai menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. 

“Tim medis dari Dinkes sudah mengunjungi korban. Sebagaimana pesan mereka terhadap orangtua, jika ada yang terjadi pada bayi, segera laporkan ke kelurahan atau pihak terkait,” kata Lurah Tangikiki, Sandris Niode. 

Editors' Picks

2. Polisi tetapkan 4 tersangka

2. Polisi tetapkan 4 tersangka
Freepik/katemangostar

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, AKP Laode Arwansyah mengatakan, polisi telah menetapkan empat tersangka atas kasus bayi yang diberi minuman keras. 

Identitas tersangka pertama adalah Andika yang merupakan paman dari bayi tersebut. Andika dinilai telah melakukan kekerasan terhadap bayi dengan cara memberikan minuman keras. Sementara tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka karena membiarkan kejadian tersebut terjadi. 

Para tersangka dijerat Pasal 89 Ayat 2 Juncto Pasal 76j Ayat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 

“Maksimal hukuman penjara selama 10 tahun, minimal 2 tahun. Itu yang kami terapkan,” kata Laode. 

3. Tersangka mengaku iseng memberikan miras kepada bayi

3. Tersangka mengaku iseng memberikan miras kepada bayi
Unsplash/Adam jaime

Kepada polisi, Andika mengaku hanya iseng ketika mencekoki ponakannya dengan minuman keras. Saat itu, keadaan dia sedang terpengaruh oleh minuman keras. 

“Pengakuan tersangka ini bahwa yang bersangkutan dalam keadaan mabuk akibat minuman keras,” ujar Laode. 

Andika pun tak menyangka aksinya tersebut akan viral di media sosial. Sementara itu, orangtua bayi baru mengetahui apabila anaknya dicekoki miras ketika polisi menangkap saudaranya. 

“Motifnya hanya mungkin iseng-iseng belaka, tapi dia tidak menyadari sampai viral seperti itu,” kata Laode.

4. Efek alkohol bagi bayi

4. Efek alkohol bagi bayi
Pexels/Burst

Perlu Mama ketahui bahwa alkohol bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan si Kecil. Sebab, sistem pencernaan bayi belum bekerja secara optimal layaknya orang dewasa. Bayi memproses alkohol lebih lama dibanding orang dewasa. Bahkan bayi berusia di bawah empat bulan memiliki kemampuan metabolisme alkohol dua kali lebih lama dibanding orang dewasa. 

Oleh karena itu, alkohol bisa berdampak negatif pada perkembangan otak dan hati si Kecil. Salah satu riset menunjukkan bayi yang tak sengaja mengonsumsi alkohol atau ibu menyusui yang mengonsumsi alkohol bisa menyebabkan berat badan bayi menurun, pola tidur si Kecil terganggu, hingga terjadi keterlambatan perkembangan kognitif. 

5. Tips memantau bayi ketika ditinggal sendiri

5. Tips memantau bayi ketika ditinggal sendiri
Pexels/Tuấn Kiệt Jr.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Mama perlu lebih hati-hati ketika meninggalkan si Kecil, termasuk pada keluarga. Mama harus meninggalkan bayi kepada orang terpercaya. Jangan menitipkan si Kecil kepada orang-orang yang dinilai belum bisa merawat bayi. 

Tak ada salahnya untuk memerhatikan penampilan dan sikap orang-orang sekitar sebelum meninggalkan bayi. Apabila ada tanda-tanda mencurigakan, Mama sebaiknya mengurungkan niat untuk meninggalkan si Kecil. 

Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi ya Ma, sebab bayi membutuhkan pengawasan khusus agar tidak berdampak negatif pada perkembangan fisik dan psikisnya. 

Baca juga :


 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.