Bolehkah Memberikan Cokelat pada Bayi di Bawah Usia 1 Tahun?

Apakah si Kecil juga suka cokelat?

23 Januari 2021

Bolehkah Memberikan Cokelat Bayi Bawah Usia 1 Tahun
Freepik

Mama mungkin masih belum memahami makanan apa yang boleh diberikan dan tidak boleh diberikan kepada bayi. Pasalnya, menginjak usia enam bulan, bayi telah diperbolehkan mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Namun, Mama tak bisa sembarangan memberikan makanan kepada bayi. 

Salah satu makanan yang digemari orang dewasa maupun anak-anak adalah cokelat. Saat Mama mengonsumsi cokelat di hadapan bayi, si Kecil biasanya akan merengek untuk makan cokelat juga. Meskipun begitu, Mama tak boleh selalu mengikuti kemauan bayi karena cokelat bukan tergolong makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai MPASI. 

Lalu, bolehkah memberikan cokelat sebagai camilan kepada bayi di bawah usia satu tahun? Agar Mama tidak bingung, Popmama.com telah merangkum penjelasannya seperti di bawah ini. 

1. Cokelat tidak baik untuk bayi

1. Cokelat tidak baik bayi
Freepik/Gelpi

Ada tiga jenis cokelat yang beredar di pasaran yakni cokelat hitam atau dark chocolate, white chocolate, dan cokelat susu atau milk chocolate. Dari ketiga jenis cokelat itu, dark chocolate dipercaya mengandung lebih banyak manfaat. Namun, hal itu hanya berlaku untuk orang dewasa, bukan untuk bayi. 

Dilansir dari Live Strong, cokelat tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi berusia di bawah 18 bulan. Sebab, cokelat mengandung banyak gula dan susu yang dapat membahayakan kesehatan si Kecil. 

Kandungan gula pada cokelat bisa merusak email gigi bayi. Sementara itu, cokelat juga mengandung kafein yang menyebabkan sakit kepala, sakit perut, hingga bayi sulit konsentrasi. 

Editors' Picks

2. Mengandung pemanis buatan

2. Mengandung pemanis buatan
Freepik/Vectorpocket

Tak hanya kandungan gula dan kafein, cokelat juga mengandung pemanis buatan. Tentu saja kandungan kimia dalam pemanis buatan bisa berisiko pada kesehatan si Kecil. 

Pada beberapa kasus, kandungan pemanis buatan dapat menyebabkan alergi. Gejalanya berupa gatal-gatal, muncul ruam di kulit, atau lidah menjadi bengkak. Selain itu, pemanis buatan bisa membuat bayi mengalami obesitas, diabetes, dan detak jantung menjadi lebih cepat. 

3. Sistem pencernaan belum bisa mencerna cokelat

3. Sistem pencernaan belum bisa mencerna cokelat
Pixabay/Ulleo

Seperti dijelaskan sebelumnya, ketika menginjak usia enam bulan, bayi sudah bisa mengonsumsi MPASI. Jenis MPASI yang dianjurkan untuk bayi adalah makanan padat berupa sereal basah atau sayuran dan daging yang diolah menjadi bubur. Sementara itu, cokelat tidak termasuk dalam golongan makanan padat.

Apabila Mama memberikan cokelat kepada bayi berusia di bawah satu tahun, maka cokelat tidak dapat diserap sempurna oleh sistem pencernaan si Kecil. Sebab, sistem pencernaan si Kecil hanya mampu menyerap makanan padat yang telah dihancurkan hingga halus. 

4. Kapan bayi boleh makan cokelat?

4. Kapan bayi boleh makan cokelat
Pixabay/StockSnap

Seorang bayi baru bisa mentolerir rasa manis pada cokelat ketika dia berusia lebih dari dua tahun. Namun, tidak semua cokelat boleh dikonsumsi. 

Si Kecil hanya boleh mengonsumsi cokelat putih karena mengandung lebih sedikit kafein dibanding dark chocolate maupun milk chocolate. Walaupun diperbolehkan untuk dikonsumsi, pemberian cokelat sebagai camilan harus diimbangi makanan bergizi lainnya seperti sayuran dan buah-buahan. 

Mama sebaiknya memberikan makanan bergizi pada tahun pertama pemberian MPASI. Hindari pemberian camilan-camilan tidak sehat yang bisa membahayakan kesehatan si Kecil. 

Semoga informasi mengenai konsumsi cokelat untuk bayi bisa menambah wawasan mama, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.