4 Fakta yang Perlu Mama Tahu tentang Sindrom Cri Du Chat pada Bayi

Penyakit ini termasuk penyakit langka, tapi Mama jangan pernah menganggap enteng

19 September 2020

4 Fakta Perlu Mama Tahu tentang Sindrom Cri Du Chat Bayi
pixabay.com/patriciaalexandre

Apakah Mama pernah mendengar istilah Sindrom Cri Du Chat? Walaupun namanya terdengar unik, siapa sangka jika istilah ini merujuk pada penyakit langka yang menyerang bayi. Sindrom Cri Du Chat adalah penyakit genetik yang menyerang sekitar 1 dari 20.000 sampai 50.000 bayi yang baru lahir. 

Memang penyakit ini termasuk penyakit langka, tapi Mama jangan pernah menganggap enteng ya. Pasalnya, penyakit ini bisa membahayakan tumbuh kembang si Kecil hingga terlahir dalam kondisi cacat.

Berikut Popmama.com merangkum empat fakta tentang Sindrom Cri Du Chat yang perlu Mama ketahui.

1. Penyebab Sindrom Cri Du Chat

1. Penyebab Sindrom Cri Du Chat
Pixabay/Reidy68

Penyakit ini disebabkan hilangnya kromosom atau terhapusnya kromosom nomor lima. Istilah Cri Du Chat berasal dari bahasa Perancis yang berarti tangisan kucing. 

Sebab, bayi yang terinfeksi Sindrom Cri Du Chat biasanya mengeluarkan tangisan seperti suara kucing. Suara tangisan si Kecil akan terdengar aneh karena berasal dari laring bayi yang tidak berkembang secara normal akibat penghapusan kromosom. 

Editors' Picks

2. Penyebab kromosom hilang masih misteri

2. Penyebab kromosom hilang masih misteri
parenting.firstcry.com

Penyebab hilangnya kromosom nomor lima masih diteliti hingga kini. Menurut Orphanet Journal of Rare Diseases, hilangnya kromosom bisa terjadi saat sel sperma dan sel telur masih berkembang saat masa pembuahan. Artinya adalah bayi terserang Sindrom Cri Du Chat sejak masa pembuahan.

3. Bayi dengan Sindrom Cri Du Chat akan terlahir cacat

3. Bayi Sindrom Cri Du Chat akan terlahir cacat
freepik.com

Bayi yang terlahir dengan Sindrom Cri Du Chat umumnya lahir dengan kondisi cacat terutama pada bagian jantung dan ginjal. Bayi juga bisa mengalami komplikasi penyakit hingga bisa menyebabkan kematian dini. Bayi dengan sindrom ini umumnya hanya bisa bertahan hingga usia satu tahun. Jika bayi bisa tumbuh lebih dari satu tahun, maka si Kecil berisiko hidup dengan IQ rendah. 

4. Gejala menangis seperti kucing

4. Gejala menangis seperti kucing
newsnation.in

Gejala bayi yang terserang Sindrom Cri Du Chat sangat sulit dideteksi. Gejala yang umumnya mudah dideteksi adalah suara tangisan melengking seperti kucing. 

Tak hanya itu, fisik bayi biasanya lebih kecil dibanding bayi normal yakni mereka memiliki dagu kecil, wajah bulat yang tak biasa, rahang kecil, dan hidung kecil. Seiring bertambahnya usia, si Kecil akan mengalami kesulitan berbicara, makan, dan terlihat hiperaktif. 

Itulah empat fakta Sindrom Cri Du Chat pada bayi yang perlu Mama ketahui. Sampai saat ini memang belum ada pengobatan khusus untuk bayi yang terserang Sindrom Cri Du Chat. Apabila Mama mulai menemukan gejala seperti di atas pada si Kecil, Mama sebaiknya segera memeriksakan kondisi bayi ke dokter. Dokter umumnya akan memeriksa genetik si Kecil, Mama, dan pasangan secara menyeluruh. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.