Jenis Olahraga untuk Bayi dan Waktu yang Tepat untuk Memperkenalkannya

Orangtua bisa memperkenalkan olahraga kepada bayi sejak dia baru lahir

30 April 2021

Jenis Olahraga Bayi Waktu Tepat Memperkenalkannya
Freepik/etajoefoto

Rutin berolahraga sangatlah penting untuk menjaga kesehatan dan membuat tubuh tetap bugar. Olahraga tidak hanya diperuntukkan untuk anak-anak ataupun orang dewasa, namun juga bisa dilakukan oleh bayi. 

Aktivitas fisik yang dilakukan bayi dipercaya bisa mengoptimalkan pertumbuhan tulang dan otot, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengasah kemampuan motorik, hingga melindungi tubuh dari serangan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kanker. 

Bayi yang melakukan olahraga sejak dini juga bisa memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tidak mudah stres atau depresi ketika dia beranjak dewasa. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk memperkenalkan olahraga kepada bayi? 

Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya dilansir dari buku Happy Healthy Parenting yang ditulis oleh Novita Tandry, Halim Tsiang, dan Ade Rai.

1. Bayi 0 bulan sudah bisa olahraga

1. Bayi 0 bulan sudah bisa olahraga
Freepik/olegkuku88

Orangtua bisa memperkenalkan olahraga kepada bayi sejak dia baru lahir. Namun, jangan anggap olahraga yang dimaksud adalah olahraga yang menguras energi atau menggerakkan badan seperti orang dewasa. 

Maksud dari olahraga untuk bayi yang baru lahir atau berusia 0 bulan adalah menggerakkan badan agar tubuhnya bergerak aktif. 

“Tentunya olahraga untuk bayi dilakukan dengan bantuan orangtua dan dilakukan dengan memerhatikan keamanan bayi,” bunyi petikan kalimat dari buku tersebut. 

Editors' Picks

2. Gerakan finger towing

2. Gerakan finger towing
Pexels/Pixabay

Setelah mengetahui bahwa olahraga bisa dilakukan sejak bayi baru lahir, kini Mama perlu mengetahui jenis olahraga yang cocok untuk bayi sesuai usianya. Untuk bayi berusia 0-6 bulan, Mama bisa mengajarkan gerakan sederhana seperti finger towing

Caranya adalah menempatkan bayi dalam posisi telentang di tempat tidur. Kemudian, biarkan tangan bayi menggenggam telunjuk mama. Ketika si Kecil menggenggam telunjuk, cobalah angkat bayi ke atas secara perlahan lalu kembalikan ke posisi semula. 

Semakin kuat bayi menggenggam telunjuk mama, maka semakin baik pula gerakan bayi. Namun, Mama tetap harus memerhatikan keselamatan si Kecil ketika melakukannya. Jangan lakukan aktivitas fisik itu kepada bayi yang lahir prematur atau belum memiliki otot yang cukup kuat. 

3. Gerakan bersepeda

3. Gerakan bersepeda
Freepik/cookie_studio

Bayi berusia 0-6 bulan juga bisa melakukan gerakan bersepeda. Cara melakukannya adalah posisikan bayi telentang di tempat tidur, kemudian angkat kaki bayi ke atas hingga membentuk sudut 90 derajat. 

Lalu, dorong lembut kedua kaki bayi ke arah dadanya. Lakukan gerakan tersebut secara bergantian hingga menyerupai gerakan mengayuh sepeda. Perlu diperhatikan bahwa Mama harus melakukan gerakan ini dengan lembut agar tidak melukai sendi si Kecil. 

4. Tummy time

4. Tummy time
Freepik/user4265739

Tummy time ternyata termasuk jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh bayi. Tummy time bisa membantu menguatkan otot leher, lengan, bahu, punggung, dan perut bayi. 

Mama bisa mengajarkan gerakan tummy time ketika usia bayi sudah memasuki dua bulan. Namun, ada pula bayi yang baru bisa mengangkat kepalanya ketika dia berusia tiga bulan atau lebih. Lakukan gerakan tummy time sekitar 3-5 menit setiap hari. 

5. Gerakan elbow stand

5. Gerakan elbow stand
Freepik/yana.aybazova

Bayi juga bisa melakukan gerakan elbow stand dengan cara menekuk tangannya di samping bahu. Kemudian, angkat pinggul bayi secara perlahan hingga membentuk sudut 45 derajat. Biarkan tangan bayi menempel di lantai, sementara kepalanya menghadap ke samping. 

Itulah jenis olahraga yang tepat untuk bayi. Olahraga memang bisa dikenalkan kepada bayi sejak dini. Namun, perlu diingat bahwa seluruh gerakan yang disebutkan di atas harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuaikan dengan kemampuan atau kesehatan bayi mama. Jangan sampai si Kecil mengalami cedera karena aktivitas fisik yang terlalu berat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.