6 Tips Aman Memotong Kuku Bayi tanpa Membuat Menangis

Kuku bayi baru lahir cenderung tumbuh lebih cepat dibanding orang dewasa

17 Mei 2021

6 Tips Aman Memotong Kuku Bayi tanpa Membuat Menangis
Pexels/Pixabay

Bagi Mama baru, memotong kuku bayi yang baru lahir tentu menjadi tantangan tersendiri. Kuku bayi baru lahir cenderung tumbuh lebih cepat dibanding orang dewasa, namun masih lembut dan lunak. 

Kuku bayi yang terlalu panjang bisa menyebabkan luka akibat garukan. Untuk mencegahnya, Mama perlu belajar memotong kuku bayi agar tidak melukai si Kecil. Namun, Mama perlu hati-hati ketika memotong kuku bayi agar si Kecil tidak menangis. 

Lantas, bagaimana cara memotong kuku bayi tanpa membuat si Kecil menangis? Simak tips dari Popmama.com berikut ini. 

1. Memotong kuku seminggu sekali

1. Memotong kuku seminggu sekali
Pixabay/TanteTati

Pertama, Mama perlu mengetahui seberapa sering Mama harus memotong kuku bayi. Seperti diketahui, kuku bayi memang tumbuh lebih cepat dibanding orang dewasa. Oleh karena itu, Mama disarankan untuk memotong kuku tangan bayi minimal satu kali dalam seminggu. 

Sementara untuk kuku kaki, pertumbuhannya lebih lambat dibanding kuku tangan. Sehingga Mama bisa memotong kukunya setiap dua minggu sekali. 

2. Memotong kuku ketika bayi tidur atau setelah mandi

2. Memotong kuku ketika bayi tidur atau setelah mandi
Freepik/jcomp

Apabila Mama memotong kuku bayi terlalu dalam, maka Mama bisa melukai ujung jari si Kecil. Mama pun harus mengetahui waktu yang tepat untuk memotong kuku bayi tanpa membuat si Kecil menangis. 

Waktu yang tepat adalah setelah si Kecil selesai mandi atau sedang tertidur. Pasalnya, bayi akan aktif bergerak pada siang hari. Sehingga dikhawatirkan Mama akan melukai si Kecil saat memotong kuku bayi. 

Selain itu, kuku bayi juga lebih lunak setelah si Kecil selesai mandi sehingga Mama lebih mudah untuk memotong kukunya. 

Editors' Picks

3. Gunakan gunting kuku khusus bayi

3. Gunakan gunting kuku khusus bayi
Freepik/stockvault

Selanjutnya, Mama disarankan untuk menggunakan kikir kuku atau gunting khusus bayi. Sebab, gunting kuku bayi telah disesuaikan dengan jari si Kecil yang masih mungil dan ukuran kuku bayi yang juga kecil. 

Jangan pernah menggunakan gunting kuku orang dewasa. Pasalnya, ukuran gunting kuku orang dewasa tidak pas dengan ukuran kuku jari bayi.

4. Cari posisi yang nyaman untuk menggunting kuku

4. Cari posisi nyaman menggunting kuku
Pexels/pixabay

Saat menggunting kuku, Mama sebaiknya mencari posisi yang aman dan nyaman sehingga memudahkan untuk mencapai tangan si Kecil. Salah satu posisi menggunting kuku bayi yang aman adalah menempatkan si Kecil di atas pangkuan. 

Kemudian, pastikan Mama menggunting kuku bayi dengan penerangan yang cukup. Sebab, ruangan redup membuat Mama tidak bisa melihat dengan jelas kuku bayi sehingga menyebabkan jari si Kecil terluka atau tertusuk secara tidak sengaja. 

5. Jangan menggunting kuku terlalu dalam

5. Jangan menggunting kuku terlalu dalam
Pexels/Pixabay

Saat menggunting kuku bayi, sebaiknya gunting tipis bagian atas kuku saja. Jangan menggunting kuku terlalu dalam karena bisa melukai jari si Kecil. 

Ketika Mama secara tidak sengaja melukai jari bayi, segera bersihkan luka di jari dengan membilasnya menggunakan air bersih yang mengalir. Kemudian tekan bagian jari yang terluka menggunakan tisu untuk menghentikan pendarahan. 

6. Jangan panik

6. Jangan panik
Freepik

Terpenting adalah Mama tidak panik saat menggunting kuku bayi. Apabila Mama ragu untuk melakukannya sendirian, Mama bisa meminta bantuan Papa atau perawat bayi untuk melakukannya. 

Sebab, apabila Mama panik, maka Mama bisa melukai jari si Kecil. Mengingat kuku bayi yang tumbuh dengan cepat, Mama bisa mulai belajar cara menggunting kuku bayi sambil mempraktikkan tips-tips di atas. Selamat mencoba ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.