Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang

Jangan pernah sepelekan masalah ini ya, Ma!

31 Mei 2020

Ini Penyebab Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang
Pixabay/joffi

Peyang pada kepala bayi bisa disebabkan banyak hal, Ma. Bisa terjadi ketika si Kecil masih di dalam kandungan ataupun masalah-masalah di tahun pertama kehidupannya.

Biasanya peyang paling mungkin terjadi ketika bayi lahir secara alami, sedangkan pada bayi yang lahir secara caesar cenderung memiliki kepala yang bulat. Pasalnya, bayi yang lahir normal sering kali mendapat tekanan ketika proses kelahiran. Sebaliknya, dalam caesar tekanan di kepala bayi jarang terjadi.

Kepala bayi yang masih lunak memang rentan terhadap tekanan, Ma. Apalagi terdapat beberapa titik lunak yang disebut fontanel, seperti di bagian atas dan di belakang kepala, yang harus dijaga. Bagian fontanel itu memungkinkan kepala bayi melalui jalan lahir saat proses persalinan. 

Secara perlahan bagian anterior fontanel ini akan semakin mengecil saat kepala bayi tumbuh serta tulang tengkorak mulai menyatu dan mengeras. Proses ini bisa terjadi di usia 12 hingga 18 bulan dan akan tertutup sempurna ketika si Kecil berusia tiga tahun, Ma.

Karena itulah, faktor-faktor penyebab kepala peyang pada bayi memang wajib Mama ketahui dan kalaupun terlihat tanda-tanda tersebut pada si Kecil, Mama sudah punya langkah awal untuk mengantisipasinya. Berikut ini Popmama.com rangkum penyebab kepala peyang pada bayi dan tips mengatasinya, Ma.

1. Tidur telentang

1. Tidur telentang
Pixabay/Ben_Kerckx

Posisi tidur si Kecil yang telentang selama berjam-jam bisa menyebabkan kepala bagian belakang jadi datar, Ma.

Apalagi pada bayi yang terlahir prematur, ia lebih rentan mengalami kepala belakang datar atau peyang lantaran tulang tengkoraknya lebih lunak ketimbang bayi yang lahir pada usia normal.

2. Masalah di rahim

2. Masalah rahim
Pixabay/Free-Photos

Selain penyebab tersering karena faktor pasca-melahirkan, kepala peyang pada bayi juga bisa disebabkan olehmasalah pada rahim, Ma.

Ini bisa terjadi karena adanya tekanan terhadap kepala bayi ketika masih di dalam kandungan dan kurangnya pasokan air ketuban yang berperan penting melindungi si Kecil.

3. Kelainan tulang tengkorak

3. Kelainan tulang tengkorak
southernmummy.co.uk

Kelainan tulang tengkorak atau dalam istilah medis disebut craniosynostosis terjadi ketika lempeng tulang tengkorak menyatu terlalu dini, Ma.

Akibatnya, bentuk kepala bayi tidak proporsional. Jika dibiarkan dalam jangka panjang bisa menimbulkan gangguan penglihatan, sakit kepala, dan bahkan gangguan psikologis.

Editors' Picks

4. Ketegangan otot leher

4. Ketegangan otot leher
txhealthsteps.com

Otot leher yang terlalu tegang juga bisa membuat kepala bayi peyang, Ma.

Masalah ini bisa terjadi saat gerakan otot leher pada bayi sangat terbatas ketika hendak memutar kepala, sehingga salah satu sisi kepala bayi terlalu sering mengalami penekanan ketika berbaring.

Lalu, bagaimana mencegah kepala bayi tidak peyang? Ini tipsnya!

1. Mengubah posisi tidur

1. Mengubah posisi tidur
Pixabay/fkyj

Untuk menghindari kepala bayi peyang, Mama bisa mengatur posisi miring kepala bayi ke arah kanan atau kiri ketika sedang tidur.

Namun lebih baik lagi, Mama bisa melatih otot leher si Kecil agar kuat. Caranya, ketika bayi sedang terjaga, ubahlah posisinya dari telentang menjadi tengkurap. Selain membantu kemampuan motoriknya, tengkurap juga berfungsi menguatkan otot lehernya.

Ketika otot leher bayi kuat, ia akan dengan mudah menggerakkan kepalanya sehingga tidak selalu berada di posisi yang sama saat tidur berjam-jam.

2. Mengubah posisi mainan dan tempat tidur

2. Mengubah posisi mainan tempat tidur
Pixabay/Pexels

Si Kecil tentunya sangat tertarik melihat benda-benda yang berwarna mencolok yang ada di sekitarnya. Nah, jika posisi tempat tidur dan benda-benda tersebut tidak pernah diubah, maka kecenderungan kepala bayi di posisi yang sama bisa menyebabkan kepala peyang, Ma.

Untuk mengatasi penekanan pada salah satu bagian kepala, Mama bisa mengubah posisi tempat tidur atau mainan si Kecil ke arah yang berbeda-beda.

3. Cara menggendong

3. Cara menggendong
Pixabay/PublicDomainPictures

Cara menggendong bayi yang bervariasi juga bisa mencegah kepala si Kecil peyang, Ma. Gunakanlah cara menggendong dengan posisi bayi tegak, baik dengan mendekapnya ataupun posisi miring, agar mengurangi tekanan pada bagian belakang kepalanya.

4. Helm dan ikat kepala khusus

4. Helm ikat kepala khusus
steeperclinic.com

Jika cara-cara di atas tidak berhasil, Mama bisa menggunakan helm atau ikat kepala khusus untuk mengembalikan bentuk kepala bayi agar kembali normal.

Helm khusus ini bisa memperbaiki tulang tengkorak bayi sehingga pertumbuhannya merata di bagian-bagian yang lain. Alat ini bisa digunakan ketika bayi berusia 5-6 bulan dan dipakai selama 23 jam per hari dalam jangka waktu beberapa bulan.

Perlu Mama ketahui bahwa penggunaan helm khusus di usia satu tahun atau lebih tidak akan efektif. Pasalnya, tulang tengkorak si Kecil sudah menyatu dan pertumbuhannya tidak secepat di bawah satu tahun.

Meskipun kepala peyang pada bayi tidak secara langsung berhubungan dengan kondisi kesehatan si Kecil, jangan sekali-kali Mama mengabaikannya ya, Ma.

Kalaupun Mama belum yakin apakah ia benar-benar mengalami peyang atau tidak, segera konsultasikanlah ke dokter anak agar mendapatkan informasi yang lebih jelas.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.