Tragis! Bayi 3 Minggu Nyaris Tewas Gara-gara 2 Jam Duduk di Car Seat

Agar aman, ketahui cara tepat menggunakan car seat untuk bayi!

8 Januari 2020

Tragis Bayi 3 Minggu Nyaris Tewas Gara-gara 2 Jam Duduk Car Seat
thesun.co.uk

Agar lebih mudah dan praktis, saat bepergian jauh biasanya orangtua meletakan bayi atau anak-anak mereka di car seat.

Selain tak membuat Mama lelah menggendongnya, car seat juga bermanfaat untuk menghindari bayi atau anak-anak agar tidak jatuh saat pengendara mobil mengerem mendadak.

Bayi atau anak-anak yang didudukan di car seat juga dapat menikmati pemandangan lebih jelas saat di perjalanan.

Meski penggunaan car seat banyak memberikan manfaat dan kemudahan bagi orangtua, namun ternyata di balik itu semua, car seat diketahui bisa mengancam jiwa anak.

Hal tersebut baru saja terjadi pada pasangan Kirsti dan Christopher Clark. Bayinya yang masih berusia 3 minggu, Harper diketahui hampir meninggal karena diletakan di car seat selama 2 jam perjalanan. 

Tragis Bayi 3 Minggu Nyaris Tewas Gara-gara 2 Jam Duduk Car Seat
thesun.co.uk

Dilansir dari laman thesun.co.uk, Pertama kali Kirsti dan Christopher Clark mengetahui ada yang salah pada Herper adalah ketika mereka menemukan bibir anaknya tersebut membiru. 

"Setelah sampai di rumah dan mengambil Harper dari car seat, saya langsung memberitahu suami bahwa bibir Harper tampak biru. kemudian ia juga menunjukkan betapa merahnya pipi Herper. Saat mengangkatnya, aku bisa langsung tahu dari wajah Herper bahwa ada sesuatu yang salah," ujar Kirsti.

Ketika sang Suami, Christopher memegangnya, rahang Harper mengepal tertutup, bibirnya membiru, dan kemudian busa putih mulai keluar dari hidung dan mulutnya.

"Itu sangat menakutkan. Suami saya memeganginya dan menepuknya. Sedangkan saya mencoba membuka mulutnya untuk memastikan dia tidak menelan lidahnya, tetapi rahangnya tertutup rapat," lanjut Kirsti.

"Itu tidak terlihat seperti kejang normal, dia melengkungkan punggungnya dan melemparkan kepalanya ke belakang," sambungnya.

Menyadari ada gelagat tak beres dari sang Anak, mereka pun langsung bergegas pergi ke rumah sakit terdekat.

"Perjalanan di mobil saat itu sangat mengerikan. Saya berusaha memastikan Harper bernapas, tetapi saya sangat gemetar sehingga saya tidak bisa memastikannya," ujar Kirsti.

"Sepanjang perjalanan ke sana, yang terpikir hanyalah 'kita akan kehilangan Harper'," tuturnya sedih.

Tragis Bayi 3 Minggu Nyaris Tewas Gara-gara 2 Jam Duduk Car Seat
thesun.co.uk

Sesampainya di rumah sakit, Harper pun langsung ditangani oleh dokter terkait. Untungnya, dokter bisa membuat Harper kembali bernapas dan segera melakukan tes untuk mengetahui apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Setelah mengetahui bahwa Harper telah berada di car seat selama hampir 2 jam perjalanan, dokter pun menyadari bahwa inilah penyebabnya.

Menurut Kirsti, mereka menjelaskan bahwa berada di car seat dalam waktu yang lama membuat Harper kehilangan oksigen dan itu sangat parah sehingga begitu ia dikeluarkan dari car seat, peningkatan oksigen langsung membuat tubuhnya kaget.

Tragis Bayi 3 Minggu Nyaris Tewas Gara-gara 2 Jam Duduk Car Seat
thesun.co.uk

Mengetahui hal tersebut, Kirsti berharap agar kasusnya tersebut dapat meningkatkan kesadaran untuk orangtua pada anak-anak mereka.

"Kami tahu kami harus menceritakan apa yang terjadi pada Harper karena orangtua perlu tahu," katanya.

"Hanya dua jam di kursi mobil dan kita bisa kehilangan anak kita, itu mengerikan," tambahnya.

"Saya akan memberi tahu setiap orangtua untuk benar-benar memperhatikan bayi mereka dan jika mereka tidak benar-benar perlu berada di car seat, bawalah mereka keluar karena tidak sepadan dengan apa yang harus kita hadapi nanti. Awasi mereka, jika ada sesuatu yang tidak beres, bawalah mereka langsung ke rumah sakit," tutupnya.

Mengetahui adanya kasus tersebut, ada baiknya jika Mama mengetahui bagaimana cara tepat menggunakan car seat pada bayi.

Pasalnya, sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa bayi yang berusia 4 minggu ke bawah berisiko lebih besar mengalami kesulitan bernapas saat duduk di car seat.

Nah, agar lebih jelas, berikut Popmama.com merangkum 7 langkah mudahnya. 

1. Bacalah buku petunjuk manual

1. Bacalah buku petunjuk manual
Freepik/Rawpixel-com

Sebelum memasang car seat pada bayi, orangtua wajib membaca buku petunjuk manual penggunaan terlebih dahulu.

Jangan sembarangan memasang car seat, sebab ada banyak model car seat yang memiliki cara penggunaan yang berbeda-beda.

Akan berakibat fatal juga bila orangtua lalai dan ada satu bagian dari car seat tidak terpasang sempurna. Bisa-bisa, nyawa anak taruhannya!

Editors' Picks

2. Perhatikan kemiringan yang tepat

2. Perhatikan kemiringan tepat
health.mil/ Dennis Rogers

Petunjuk penggunaan car seat dari American Academy of Pediatrics menyarankan agar car seat bayi idealnya diletakkan dengan kemiringan 45 derajat.

Sedangkan pada bayi yang sudah lebih besar atau balita, sudut kemiringan yang aman adalah 35 derajat. 

3. Letakkan car seat menghadap ke belakang

3. Letakkan car seat menghadap ke belakang
commons.wikimedia.org

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, meletakkan car seat menghadap ke belakang bisa mengurangi hingga 75 persen angka kematian anak saat kecelakaan.

Dengan menghadap ke belakang, kepala, leher, dan tulang belakang anak akan terlindungi maksimal terhadap benturan.

Kemungkinan terpental dan terkena pecahan kaca saat terjadi kecelakaan juga lebih kecil jika car seat berada di kursi bagian belakang dibanding kursi depan.

Posisi yang satu ini sebaiknya dilakukan untuk anak di bawah usia 2 tahun.

4. Pastikan sabuk pas di tubuh

4. Pastikan sabuk pas tubuh
Freepik/Maria_sbytova

Bayi akan kesulitan bernapas dan bergerak bila sabuk pengamannya dipasang terlalu ketat.

Jadi sebaiknya kencangkan sabuk pengaman sesuai tubuh anak dengan dan ditambah satu ruang ukuran jari orang dewasa.

Hindari terlalu longgar sebab bisa membuat fungsi sabuk pengaman tak berguna.

5. Kunci car seat dengan tepat

5. Kunci car seat tepat
sassymamasg.com
Ilustrasi

Pada car seat untuk bayi, pastikan tali pengaman terletak sejajar atau di bawah bahu dan terpasang cukup ketat.

Pastikan berbunyi ‘klik’ ketika mengunci dan minimal dua minggu sekali cek cara kerjanya.

Jika sudah tidak 'menggigit' sebaiknya gantilah kuncian car seat dengan yang baru agar tidak mencelakai anak.

6. Hindari memakai car seat bekas

6. Hindari memakai car seat bekas
Dok. Mother Care

Usia maksimal penggunaan car seat adalah 5 tahun. Oleh karena itu, jika memakai yang bekas, ada kemungkinan fungsi pakai beberapa bagian pentingnya sudah hilang dan tak kuat melindungi anak.

Jadi, jangan beli car seat bekas untuk si Kecil ya, Ma!

7. Pastikan car seat menempel sempurna

7. Pastikan car seat menempel sempurna
Freepik/Yaoinlove

Supaya bebas gocangan, pastikan car seat telah menempel dan terkunci sempurna pada jok belakang mobil.

Segera perbaiki jika car seat dapat bergeser ke depan atau ke samping lebih dari 1 inchi. Meski hanya sedikit, Mama tetap harus waspada akan keselamatan anak.

Nah, itulah ulasan penting terkait kasus bayi yang nyaris tewas saat duduk di car seat selama 2 jam.

Semoga dapat menjadi pelajaran bagi orangtua di luar sana!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.