Bayi Baru Lahir Diikat dan Dipaksa Makan, Bikin Netizen Marah!

Sebelum salah kaprah, ketahui aturan WHO terkait pemberian makanan padat pada bayi!

11 November 2018

Bayi Baru Lahir Diikat Dipaksa Makan, Bikin Netizen Marah
sg.theasianparent.com

Bayi seharusnya baru diperkenalkan pada makanan padat sejak ia menginjak usia 6 bulan. Pada usia tersebut, usus mereka sudah cukup matang untuk memproses makanan padat.

Sebelum berusia 6 bulan, seharusnya bayi hanya cukup diberi ASI eksklusif ataupun susu formula yang direkomendasikan oleh dokter anak. 

Namun, apa yang terjadi ketika orangtua sudah memberikan bubur bayi instan pada sang Bayi yang masih berusia dua bulan?

Hal itulah yang kini terjadi di Indonesia. Pada bulan September 2018, seorang Mama dan Papa mengunggah video bayi mereka yang sedang dicekoki bubur bayi instan. 

Kini video tersebut menjadi viral dan mendapatkan banyak komentar dari netizen setelah dibagikan oleh pengguna Facebook Erlina L, pada 11 September 2018.

Dalam video tersebut, kita dapat dengan jelas melihat bahwa sang Mama mencekoki bayinya yang masih berusia 2 bulan dengan bubur bayi instan dan air putih. 

Lebih parahnya lagi, sang Bayi disuapi ketika ia sedang dalam posisi terbaring dan kedua tangannya diikat erat dengan tali.

Mengetahui hal tersebut, sontak netizen marah dan mengungkapkan kekesalannya melalui kolom komentar di Facebook.

“Saya tidak tahan melihatnya terlalu lama, saya kasihan pada bayi,” tulis Shinta Evriant Hafidh.

“Anak itu ingin tidur, mereka seharusnya memberinya ASI, bukan memberinya makan. Bagaimana orangtua ini,” tulis Farid Yuhu.

“Lakukan penelitian terlebih dahulu di internet tentang kapan bayi harus diberi makanan pendamping. Betapa menyebalkan! Benar-benar keterlaluan, bagaimana mereka bisa memberi makan makanan bayi berusia 2 bulan?!,“ tulis netizen lainnya.

"Orangtua bodoh ini telah membahayakan kehidupan anak mereka! Itulah penyebab utama masalah pencernaan. Sangat sedih bahkan ketika menontonnya,“ tutur netizen selanjutnya.

Begitulah kira-kira tanggapan netizen terkait video bayi dua bulan yang sudah dipaksa mengonsumsi makanan padat.

Meski demikian, Popmama.com tidak berhasil menelusuri kelanjutan nasib si Bayi di video tersebut. 

Berkaitan dengan hal tersebut, berikut kami rangkum beberapa fakta mengenai tata cara pemberian makan pada bayi.

1. Aturan WHO terkait pemberian makanan padat pada bayi

1. Aturan WHO terkait pemberian makanan padat bayi
verywellfamily.com

Berdasarkan pedoman WHO, bayi sebaiknya hanya diperkenalkan pada makanan padat untuk melengkapi masa menyusuinya setelah mereka berusia 6 bulan. 

Pasalnya saat berusia 6 bulan, bayi lebih mampu mencerna makanan dan siap diberi makanan selain ASI. Meskipun begitu, Mama harus tetap melanjutkan ASI eksklusif untuk si Kecil hingga ia berusia 2 tahun atau sampai ia masih menginginkannya.

Walaupun hanya berupa caira, ASI akan memenuhi semua asupan makanan dan kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh bayi. Namun, jika Mama tidak dapat menyusui dengan alasan lain, maka satu-satunya asupan nutrisi yang bisa ia dapatkan adalah melalui susu formula.

Perlu digaris bawahi pula bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif tidak membutuhkan air putih lagi. Maka dari itu, jangan dulu memberikan apapun pada bayi sebelum ia berusia 6 bulan, walaupun hanya sekedar air putih ya, Ma!

Namun kembali lagi, sebetulnya Mama harus lebih teliti mengamati beberapa tanda bahwa si Kecil sudah siap makan.

Adapun itu, berikut beberapa tandanya:

  • Sudah tegak kepala,
  • sudah bisa duduk dengan bantuan,
  • menunjukkan ketertarikannya dengan makanan. Jika ada orang lain makan, ia ikut mengecap atau tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa ia tertarik.

Editors' Picks

2. Mengapa bayi tidak bisa mengonsumsi makanan padat?

2. Mengapa bayi tidak bisa mengonsumsi makanan padat
livingandloving.co.za

Ada alasan penting mengapa Mama harus menunggu sampai bayi berusia 6 bulan sebelum memperkenalkannya pada makanan padat. 

Berikut beberapa alasannya:

  • Makanan padat sulit untuk ditelan dan dicerna oleh pencernaan bayi yang belum berusia 6 bulan. Pasalnya, sistem pencernaan bayi belum berkembang sepenuhnya pada usia tersebut. Oleh karena itu, mereka tidak dapat mencerna makanan padat secara efektif, bahkan selembut apapun tekstur bubur bayi yang Mama buatkan.
  • Makanan padat juga tidak memiliki gizi yang cukup seperti ASI. Makanan padat lebih memiliki nutrisi yang rendah dan tidak baik bagi tumbuh kembangnya.
  • Makanan padat yang terlalu awal diperkenalkan juga dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti alergi dan eksim. Para peneliti juga menemukan hubungan antara memperkenalkan makanan padat sejak dini dengan penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit celiac (gangguan pencernaan karena konsumsi gluten) ketika anak bertambah tua.

3. Bahaya MPASI sebelum 6 bulan

3. Bahaya MPASI sebelum 6 bulan
webmd.com

Seorang bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, biasanya organ pencernaannya belum sempurna. Gigi belum tumbuh, kemampuan refleks lidah untuk mengunyah juga masih sulit.

Kondisi tersebut menandakan bahwa bayi belum siap menerima makanan apapun kecuali ASI. Apabila Mama memaksakan untuk pemberian makanan tambahan maka yang terjadi justru kesehatan bayi terganggu. 

Nah, berikut ini beberapa bahaya MPASI sebelum 6 bulan yang harus diwaspadai!

  • Rentan sakit

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa bayi berusia dibawah 6 bulan organ tubuhnya belum berfungsi optimal. Begitupun dengan sistem imun. 

Biasanya sistem imun bayi masih sangat lemah dalam melindungi tubuh terhadap kuman-kuman penyakit. Maka dari itu, Mama tidak boleh sembarangan memberikan asupan makanan. 

Pemberian makanan yang kurang higienis untuk  si Kecil justru bisa membuatnya rentan sakit, sebab sistem kekebalan tidak bisa melawan dengan baik. 

Apabila kondisi ini dibiarkan saja dan tidak diatasi maka bayi bisa mengalami masalah pencernaan.

  • Obesitas (kegemukan)

Obesitas atau kegemukan juga menjadi bahaya MPASI sebelum 6 bulan. Makanan yang dikonsumsi tidak bisa dicerna dengan baik karena fungsi organ yang belum sempurna. 

Akibatnya proses pemecahan makanan terganggu. Sebagian besar makanan kemungkinan akan terolah menjadi lemak. 

Sehingga si Kecil berisiko tinggi mengalami kegemukan di usia dini. Risiko ini harus diwaspadai sebab seorang bayi juga belum bisa melakukan olahraga. 

Jika Mama hanya memberikan makanan tambahan saja maka yang terjadi hanyalah penumpukan lemak.

  • Penyumbatan pembuluh darah (asteriosklerosis)

Masih berhubungan dengan poin di atas, pemberian makanan pada bayi kurang dari 6 bulan memicu obesitas. Sebab lemak tidak bisa tercerna dengan baik. 

Hal ini juga meningkatkan risiko asteriosklerosis, yakni kondisi dimana saluran pembuluh darah arteri tersumbat oleh plak, sebagai akibat pemberian makanan berkolesterol berlebihan.

  • Hipertensi

Walaupun peluangnya cukup rendah, namun tidak menutup kemungkinan bayi yang diberikan MPASI secara berlebihan sebelum waktunya akan memicu hipertensi. 

Hal ini bisa dikarenakan pengaruh dari pemberian makanan gurih, asin atau makanan berkolesterol tinggi.

  • Sindrom kematian mendadak

Bahaya pemberian MPASI sebelum 6 bulan yang paling mengkhawatirkan adalah bayi meninggal. Hal ini bisa saja terjadi karena bayi tersedak makanan. 

Atau mungkin makanan menumpuk dalam perutnya secara berlebihan sehingga membuat organ cernanya terganggu bahkan rusak dan pada akhirnya meningkatkan risiko kematian. 

Kasus kematian akibat bayi diberikan MPASI sebelum 6 bulan pun pernah beberapa kali terjadi.

Baca juga: Aturan memulai makanan padat untuk bayi

Dan juga baca tentang: Menu MPASI rekomendasi WHO

Topic: