Studi: Selimut Terlalu Lembut Jadi Faktor Tertinggi Kematian pada Bayi

Perhatikan penggunaan selimut untuk si Kecil ya, Ma.

29 April 2021

Studi Selimut Terlalu Lembut Jadi Faktor Tertinggi Kematian Bayi
Unsplash/nyanastoica

Umumnya, bayi lebih banyak menghabiskan waktunya di atas tempat tidur, sehingga perlu beberapa proteksi agar ia bisa tidur dengan nyaman dan Mama tidak khawatir si Kecil akan jatuh atau terbentur, salah satunya dengan selimut.

Nah, berbicara mengenai selimut, tentu Mama akan memilih selimut untuk si Kecil yang berbahan lembut mengingat kulitnya masih sangat sensitif.

Tapi siapa sangka, ternyata selimut yang terlalu lembut menjadi penyebab tertinggi kematian pada bayi lho, Ma. Wah, kira-kira seperti apa ya penelitiannya?

Jika Mama ingin mengetahui, kali ini Popmama.com telah merangkum informasi terkait studi pada kematian bayi yang disebabkan oleh selimut ini.

1. Selimut terlalu lembut menjadi penyebab kematian pada bayi

1. Selimut terlalu lembut menjadi penyebab kematian bayi
Unsplash/michalbarhaim

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa selimut yang terlalu lembut masih menjadi penyebab paling banyak pada kematian bayi yang tak terduga.  Studi ini dilakukan kepada hampir 5.000 kematian bayi mendadak tak terduga(SUID).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melacak kematian yang terjadi pada anak-anak di bawah usia satu tahun dari 2011-2017 dan ditemukan 72 persen kematian bayi tersebut disebabkan oleh tempat tidur yang tidak aman.

Editors' Picks

2. Tidak ada penurunan signifikan terhadap kasus ini sejak 1990-an

2. Tidak ada penurunan signifikan terhadap kasus ini sejak 1990-an
Unsplash/adamtailor

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Academy of Pediatrics, Pediatrics, edisi Mei, menemukan juga kasus SUID sebanyak 1-2 persen kasus yang tidak disebabkan faktor tempat tidur yang tidak aman.

Selain itu, hasil studi tersebut juga diketahui tidak ada penurunan secara signifikan pada kasus SUID sejak tahun 1990-an, meski ada peningkatan pesan dan pedoman tentang kebiasaan tidur yang aman untuk bayi.

3. Disarankan untuk menempatkan bayi telentang ketika tidur

3. Disarankan menempatkan bayi telentang ketika tidur
Unsplash/jonathanborba

CDC sangat menyarankan setiap orangtua untuk selalu menempatkan bayinya dalam posisi telentang saat tidur, baik siang maupun malam hari.

Selain itu, tempat tidur yang digunakan harus kokoh dan rata juga ditutup dengan seprai, serta disarankan bila orangtua ingin tidur dalam satu tempat tidur bersama sang Bayi, minimal ia telah berusia enam bulan atau satu tahun.

4. Jauhkan tempat tidur terlalu empuk pada bayi

4. Jauhkan tempat tidur terlalu empuk bayi
Unsplash/joicelumertz

Tempat tidur terlalu empuk seperti selimut, bantal, bantalan bumper, dan mainan lembut disarankan untuk dijauhkan dari bayi guna memastikan agar ia tidak terlalu kepanasan.

Dalam data penelitian tersebut, peneliti menemukan ada sekitar 75 persen dari penjelasan dan kemungkinan kematian akibat mati lemas disebabkan oleh obstruksi jalan napas yang dikaitkan dengan alas tidur yang lembut.

Para peneliti dalam jurnal tersebut mengatakan bahwa kasus SUID umumnya disebabkan oleh faktor tidur yang tidak aman, tetapi untuk 20 persen kasus kematian hanya dapat diklasifikasikan sebagai mati lemas.

5. Peneliti butuh melakukan analisis lebih lanjut

5. Peneliti butuh melakukan analisis lebih lanjut
Unsplash/fesaza

Selain itu, para peneliti mengakui bahwa mereka butuh menganalisis lebih lanjut dari kematian yang tidak dapat dijelaskan, termasuk perbaikan berkelanjutan dalam investigasi dan dokumentasi tempat terjadinya kematian.

Sehingga mereka dapat menghasilkan data penemuan untuk penelitian fisiologis dan genetik kemungkinan bayi meninggal.

Peneliti juga mengungkapkan bahwa penelitian ini dimaksudkan untuk memajukan pemahamannya tentang celah dalam penyelidikan kasus SUID dan meningkatkan pemahaman tentang bayi dengan risiko tertinggi.

Nah, itulah informasi terkait studi yang menunjukan bahwa selimut yang terlalu lembut menjadi faktor tertinggi kematian pada bayi. Jadi mulai saat ini hindari penggunaan selimut terlalu lembut untuk si Kecil ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.