Bayi Sering Memar, Waspada Gangguan Kesehatan di Baliknya

Memar pada bayi normal, tapi bisa menjadi gejala kondisi medis tertentu

17 Mei 2021

Bayi Sering Memar, Waspada Gangguan Kesehatan Baliknya
Freepik/a3pfamily

Bayi cenderung mudah memar begitu mereka belajar merangkak atau melakukan langkah pertama. Memar biasanya muncul saat bayi terbentur, menyebabkan darah dari pembuluh darah yang rusak menumpuk di bawah kulit.

Sebagian besar penyebab memar cenderung tidak berbahaya, tetapi beberapa masalah atau peristiwa kesehatan serius yang mendasari juga dapat menyebabkan memar.

Penting untuk mengetahui berbagai alasan di balik memar untuk membedakan memar serius dan yang tidak berbahaya.

Simak ulasanPopmama.com berikut ini untuk memahami berbagai penyebab memar pada bayi dan kapan Mama harus khawatir.

Bayi Memar, Apakah Ini Normal?

Bayi Memar, Apakah Ini Normal
Freepik/user8377136

Bayi baru lahir biasanya mengalami memar di kepala dan tubuh setelah dilahirkan secara normal. Stres fisik saat melahirkan menjadi alasan di balik memar yang biasanya hilang dalam beberapa hari.

Beberapa bayi yang dilahirkan melalui persalinan lama atau kelahiran yang penuh tekanan mungkin cenderung mengalami memar yang lebih gelap, biasanya di sekitar leher, kepala, dan bahu. Dalam kebanyakan kasus, memar ini tidak menyebabkan cedera atau nyeri dan menghilang dalam beberapa hari. Dokter akan memeriksa memar yang ada pada bayi baru lahir untuk menyingkirkan penyebab serius.

Bayi dan balita yang lebih tua dapat mengalami memar saat mereka mulai merangkak atau mengambil langkah pertama. Orangtua akan menemukan memar di dahi, siku, lutut, tulang kering, atau telapak tangan bayi.

Editors' Picks

Apa Penyebab Memar pada Bayi?

Apa Penyebab Memar Bayi
Freepik/User6529390

Proses lahir dan gesekan saat merangkak atau berjalan adalah penyebab umum memar yang normal pada bayi.

Namun, mungkin ada penyebab serius lainnya juga. Memar bisa menjadi tanda perhatian jika muncul di tempat yang tidak biasa, seperti di sekitar mata atau telinga, area jaringan lunak di pipi, perut, bokong, atau di dalam mulut.

Kondisi atau situasi berikut ini dapat menyebabkan memar yang serius, yang seringkali menyakitkan, pada bayi:

  • Jatuh dan cedera.
  • Child abuse.
  • Kekurangan vitamin K: Vitamin K penting untuk pembekuan darah. Bayi biasanya lahir dengan jumlah vitamin K yang rendah, yang menyebabkan masalah kesehatan jika tidak diberi suplemen. Bayi mungkin mengalami masalah memar atau pendarahan saat mereka mengalami kekurangan vitamin K yang berkelanjutan.
  • Penyakit Von Willebrand: Sering memar yang terjadi dengan mudah juga dapat menjadi indikasi penyakit Von Willebrand, kelainan genetik dimana darah tidak menggumpal dengan baik.
  • Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP): Ini adalah kelainan autoimun yang menyebabkan kerusakan trombosit, yang menyebabkan rendahnya jumlah trombosit dalam tubuh. Ini biasanya disebabkan oleh infark virus baru-baru ini pada bayi baru lahir dan dapat menyebabkan memar dan titik ungu kecil di bawah kulit.
  • Henoch-Schonlein purpura (HSP): HSP adalah jenis gangguan kekebalan yang dapat menyebabkan ruam yang menyerupai memar. Ini mungkin muncul di lengan, kaki, atau pantat bayi.
  • Hemofilia A dan B: Kondisi genetik ini menyebabkan mekanisme pembekuan darah yang rusak. Beberapa gejalanya adalah mudah memar dan pendarahan yang berlebihan setelah luka.
  • Leukemia: Ini adalah jenis kanker darah yang dapat menyebabkan memar sebagai salah satu gejalanya. Bayi dan anak dengan leukemia juga akan memiliki jumlah trombosit yang rendah, jumlah sel darah merah yang rendah, demam, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Disseminated intravascular coagulation: Ini adalah kondisi perdarahan langka yang dapat menyebabkan memar, perdarahan, dan pembekuan darah yang tidak terkontrol. Bayi baru lahir dapat mengalaminya karena cedera lahir atau masalah awal, seperti asfiksia, sepsis, dan gangguan pernapasan.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Kapan Harus Menemui Dokter
Freepik/Shangarey

Memar yang muncul segera setelah lahir akan diperiksa oleh dokter untuk menyingkirkan penyebab serius. Mama harus ke dokter jika melihat adanya memar dalam tiga bulan pertama kehidupan bayi. Bila terjadi hal berikut, jangan ragu untuk membawa si Kecil ke dokter:

  • Memar terjadi setelah bayi terjatuh atau cedera parah.
  • Melihat memar pada bayi yang tidak bisa bergerak atau belum merangkak.
  • Memar muncul di tempat yang tidak biasa, seperti bokong, belakang telinga, dan sekitar mata.
  • Banyak memar dan bintik merah muda muncul di tubuh bayi tanpa alasan yang jelas.
  • Memar yang sudah ada membutuhkan waktu beberapa minggu untuk sembuh.
  • Bayi menunjukkan tanda-tanda lain dari kemungkinan masalah yang mendasari, seperti seringnya pendarahan, seringkali dari hidung, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, sering muntah, kehilangan nafsu makan, lesu, atau berat badan yang buruk.

Bagaimana Cara Mengobati Memar pada Bayi?

Bagaimana Cara Mengobati Memar Bayi
Freepik/bristekjegor

Jika bayi mengalami memar karena merangkak atau berjalan, Mama dapat memakaikan pakaian yang menutupi siku dan lututnya. Letakkan bayi di permukaan yang lebih lembut, seperti karpet, untuk merangkak. Memar akibat gesekan tidak memerlukan perawatan khusus dan membaik saat gesekan dikurangi dengan isolasi yang memadai.

Memar karena sebab yang serius mungkin memerlukan perawatan yang relevan dengan kondisi tersebut. Modalitas pengobatan serta intensitas dan durasinya akan bervariasi berdasarkan penyebab yang mendasari. Diskusikan opsi pengobatan potensial dan hasil jangka panjang dengan dokter anak.

Bagaimana Mencegah Memar pada Bayi?

Bagaimana Mencegah Memar Bayi
Pexels/daniel-reche-718241

Memar akibat merangkak dan berjalan dapat dicegah. Mama juga dapat mengatur perabot di rumah untuk mengurangi risiko memar karena benda tajam. Batasi akses bayi ke furnitur dan menempatkan gerbang pengaman di tangga. Hindari meninggalkan bayi tanpa pengawasan begitu mereka mulai merangkak atau berjalan.

Memar yang berhubungan dengan kekurangan vitamin K dapat dicegah dengan memberikan suplementasi yang sesuai setelah berdiskusi dengan dokter.

Jika Mama memiliki riwayat keluarga dengan kondisi genetik terkait perdarahan, tetap waspada terhadap tanda-tanda awal, seperti perdarahan dan memar yang tidak dapat dijelaskan. Diskusikan dengan dokter mengenai perawatan pencegahan yang sesuai untuk si Kecil.

Itulah beberapa penyebab memar pada bayi. Pastikan Mama waspada dan tak perlu khawatir saat dokter mengatakan si Kecil baik-baik saja. Apakah bayi mama juga sering memar? Apa penyebabnya?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.