Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cegah Infeksi, Ini Cara Menjaga Kebersihan Alat Kelamin Bayi Laki-Laki

Agar terhindar dari infeksi, ketahui cara yang benar untuk membersihkan penis bayi, Ma

4 Desember 2022

Cegah Infeksi, Ini Cara Menjaga Kebersihan Alat Kelamin Bayi Laki-Laki
Freepik/cookie_studio

Seperti bayi perempuan, genitalia bayi laki-laki pun harus mendapatkan perawatan yang tepat, Ma. Membersihkan genitalia bayi dengan benar dapat mencegah infeksi saluran kemih pada bayi.

Infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan komplikasi yang berbahaya seperti gangguan ginjal atau sepsis.

Meski risikonya tidak seperti bayi perempuan, Mama juga perlu mengetahui bagaimana cara menjaga kebersihan alat kelamin bayi laki-laki. Rangkuman informasinya bisa Mama simak pada ulasan Popmama.com berikut ini!

Cara Membersihkan Penis Bayi yang Sudah Disunat

Cara Membersihkan Penis Bayi Sudah Disunat
Pexels/Karolina Grabowska

Berikut tips membersihkan alat kelamin bayi laki-laki yang sudah disunat:

  • Bersihkan saat mengganti popok. Pantat bayi dibersihkan secara menyeluruh, tentu saja, saat mengganti popok, tetapi jangan lupakan area penis. Pastikan untuk mengusap penis bayi dan di bawah skrotum untuk membersihkan sisa kencing dan kotoran.
  • Hindari pembersih yang mengandung pewangi. Untuk menghindari iritasi, pilih waslap atau tisu bebas alkohol tanpa pewangi. Selanjutnya, tepuk-tepuk area hingga kering sebelum mengoleskan krim popok dan kenakan popok baru.
  • Abaikan ereksi. Jika bayi mengalami ereksi saat dibersihkan, ketahuilah bahwa normal, Ma.
  • Gunakan sabun dan air. Di bak mandi, bersihkan penis bayi seperti yang Mama lakukan di bagian tubuhnya - dengan sabun dan air bebas pewangi untuk menghindari iritasi pada alat kelaminnya. Bilas bersih dengan air bersih dan keringkan.

Cara Membersihkan Penis yang Belum Disunat

Cara Membersihkan Penis Belum Disunat
Freepik/user13400093

Jika bayi laki-laki belum disunat, berikut cara membersihkan penisnya:

  • Bersihkan area popok dengan baik. Seperti halnya penis yang disunat, perhatikan baik-baik seluruh area genital, termasuk bokong, penis, dan skrotum saat menyeka kelebihan kencing dan kotoran.
  • Gunakan sabun dan air. Saat mandi, bersihkan penis bayi dengan cara yang sama seperti mencuci kaki dan punggungnya, dengan sabun dan air tanpa pewangi. Bilas bersih dan keringkan.
  • Mama tidak perlu menarik kulup untuk mencuci jenis penis yang belum disunat.
  • Pelajari tentang smegma. Apakah ada gumpalan kecil berwarna keputihan di bawah kulupnya? Tenang, itu biasa. Gumpalan itu adalah residu dari sel-sel kulit yang dilepaskan tubuh saat kulup dan kelenjar (kepala penis) mulai terpisah. Ini disebut smegma.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Gejala Harus Diwaspadai
Freepik/freepic.diller

Meski jarang, masalah dengan alat kelamin bayi bisa terjadi. Untungnya, beberapa masalah biasanya mudah diobati. Berikut adalah masalah yang lebih umum terkait dengan penis yang harus diwaspadai:

Testis yang tidak turun

Dikenal sebagai kriptorkismus, terkadang satu testis (atau, jarang, keduanya) tidak turun ke dalam skrotum. Jika bayi memiliki kondisi ini, ia memerlukan operasi kecil antara usia 12 dan 15 bulan untuk memindahkan testis yang tidak turun ke tempatnya.

Dan perhatikan testis yang "menarik", yaitu saat testis turun ke dalam skrotum tetapi kemudian menghilang lagi jika dingin atau terlalu terstimulasi. Kondisi ini biasanya sembuh sendiri setelah anak laki-laki mengalami pubertas, tanpa operasi atau pengobatan lainnya.

Kesulitan buang air kecil

Kadang-kadang, meatus (lubang di ujung penis) bisa menjadi sangat teriritasi sehingga membentuk jaringan parut, sehingga sulit buang air kecil atau bahkan menghalangi aliran urin. Kondisi, yang disebut meatal stenosis, cenderung lebih umum terjadi pada penis yang disunat, terutama jika telah lama terkena basah, deterjen keras, atau kain yang gatal.

Jika Mama mengamati bayi kesulitan buang air kecil, atau aliran urinnya sempit atau menetes, diskusikan dengan dokter. Prosedur sederhana dapat memperluas pembukaan.

Nyeri saat buang air kecil

Meskipun jarang terjadi pada bayi laki-laki, gejala ini mungkin disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK), yang dapat terjadi jika bakteri masuk ke saluran kemih. Kondisi ini lebih sering dialami oleh bayi perempuan dan bayi laki-laki yang belum disunat. Namun jika bayi demam dan sakit saat buang air kecil, hubungi dokter spesialis anak.

Selama Mama mengawasi beberapa kemungkinan tanda-tanda penis yang teriritasi, perawatan genital untuk bayi adalah tugas yang agak mudah. Dengan fokus pada penggantian popok secara menyeluruh dan sabun serta air sederhana pada waktu mandi, bayi tidak akan mengalami infeksi.

Segera bawa bayi ke dokter jika Mama mengalami beberapa gejala di atas. Nah sekarang Mama sudah mengetahui cara menjaga kebersihan alat kelamin bayi laki-laki. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk