Kapan Waktunya untuk Melepas Bedung Bayi

Bedong membantu bayi yang baru lahir merasa nyaman dan aman

10 Februari 2021

Kapan Waktu Melepas Bedung Bayi
Pixabay/Kasman

Membungkus bayi yang baru lahir dari leher ke bawah dengan kain yang disebut bedung atau yang akrab disebut bedong merupakan tradisi turun temurun. Ini membantu bayi tetap tenang dan hangat serta membuat mereka merasa aman. Namun, seiring bertambahnya usia bayi, bayi harus lepas dari bedung.

Bayi mungkin terbiasa dengan bedung dan akan sulit tidur tanpanya. Mama dapat secara bertahap mengalihkan bayi keluar dari bedung untuk menjaga kenyamanan si Kecil.

Kapan Mama harus berhenti membedung bayi? Simak juga tips untuk masa transisi melepas bedung dari tubuh bayi ini. Berikut ulasan yang berhasil Popmama.com rangkum untuk Mama. 

Kapan Sebaiknya Berhenti Membedung Bayi?

Kapan Sebaik Berhenti Membedung Bayi
Freepik

Menurut American Academy of Pediatrics, orangtua harus berhenti membedung begitu bayi mereka mulai berguling. Jika bayi berguling ketika ia sedang dibedung, tangan dan tubuh yang terbungkus dapat membuatnya kesulitan untuk mengatur posisi, sehingga meningkatkan risiko mati lemas.

Bayi mulai berguling sejak usia empat bulan, meskipun beberapa bayi mungkin melakukannya lebih awal atau lebih lambat. Jika Mama mengamati bayi sudah mencoba berguling, berhentilah membedungnya. Mama juga dapat mulai melepas bedung sejak usia dua atau tiga bulan. Ini akan membantu bayi terbiasa tidur tanpa bedung pada saat mereka belajar berguling.

Selain berguling, berikut tanda-tanda bayi sudah bisa lepas dari bedung:

  • Peningkatan aktivitas dengan banyak gerakan tangan,
  • peningkatan mobilitas,
  • terasa tidak nyaman dalam posisi terbedung karena kaki dan tangan yang tertahan,
  • tidur terganggu dan terbangun dari tidur meskipun dibedung.

Editors' Picks

Transisi untuk Lepas dari Bedung

Transisi Lepas dari Bedung
Freepik/jcomp

Agar bayi tidak kaget, Mama dapat mencoba salah satu metode berikut untuk mengalihkan bayi mama ke luar dari bedung:

  • Cold turkey: Dalam teknik ini, Mama berhenti membedung bayi sepenuhnya. Karena ini adalah perubahan mendadak, bayi mungkin bereaksi berbeda. Amati bayi selama beberapa malam karena mungkin perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Teknik ini bekerja dengan baik untuk bayi yang bisa menenangkan diri sendiri. Orangtua harus bersiap-siap menghadapi gangguan tidur dan tangisan bayi pada awalnya. Cara ini paling baik untuk bayi yang sudah mulai berguling.
  • Bedung sebagian saat tidur malam: Baringkan bayi untuk tidur tanpa bedung. Jika bayi terbangun di malam hari karena ketidaknyamanan, Mama dapat membedungnya. Dalam metode ini, bayi diajari tidur tanpa bedung untuk waktu yang lama di malam hari. Idealnya, bayi harus tidur setengah atau sepertiga malam tanpanya.
  • Bedung dengan satu tangan ke dalam dan satu lengan ke luar: Teknik ini bertahap dan cocok untuk bayi yang hampir belajar berguling. Ini melibatkan membungkus satu lengan di dalam bedung dan membiarkan yang lain bebas. Posisi ini memberikan kenyamanan membedung bayi dan juga memungkinkan pergerakan anggota badan. Mama dapat mengganti kedua tangan selama beberapa malam dan akhirnya melepas bedung.
  • Membedung bebas lengan: Bedung bayi dengan kedua tangan terentang. Ini memberi bayi kenyamanan bedung sambil menjaga kedua tangan mereka tetap bebas bergerak.
  • Gunakan selimut atau pakaian tidur yang dapat membungkus: Selimut atau pakaian tidur yang dapat membungkus dapat memberikan bayi perasaan terbungkus sambil menjaga tangan dan kaki mereka tetap bebas. Beberapa selimut yang dapat dikenakan dilapisi untuk menambah kenyamanan dan kehangatan. Metode transisi ini paling cocok untuk bayi yang lebih kecil.

Di Mana Bayi Harus Tidur setelah Melepas Bedung?

Di Mana Bayi Harus Tidur setelah Melepas Bedung
Freepik/wuttichai1983

Bayi harus selalu tidur di tempat tidurnya untuk tidur siang dan malam hari, terlepas dari apakah mereka dibedung atau tidak. Mama harus memerhatikan langkah-langkah keamanan berikut ini:

  • Bayi diposisikan telentang setiap kali tidur sampai usia satu tahun. Posisi telentang mengurangi risiko bayi mama tersedak saat tidur.
  • Singkirkan benda lembut seperti boneka atau mainan lainnya. Biarkan tempat tidurnya bersih dari mainan.
  • Dot dapat digunakan saat menidurkan bayi. Jangan pasang rantai atau tali pada dot ya, Ma.
  • Pastikan suhu kamar bayi tidak terlalu panas. Bayi sebaiknya menggunakan pakaian yang tidak terlalu tebal. Jika bayi tampak berkeringat, gelisah, serta panas saat disentuh, maka pakaian perlu diganti atau suhu ruangan perlu diturunkan. Ruangan panas juga dapat meningkatkan risiko terjadinya SIDS pada bayi.
  • Jangan gunakan alas tidur yang empuk atau lembut. Disarankan untuk menggunakan kasur padat yang dibungkus oleh seprai dengan ukuran pas.

Apakah Bayi akan Mengalami Kesulitan Tidur setelah Bedung Dilepas?

Apakah Bayi akan Mengalami Kesulitan Tidur setelah Bedung Dilepas
Freepik

Bayi akan tidur dengan nyaman setelah mereka terbiasa tidur tanpa bedung. Ia mungkin akan lebih rewel selama fase transisi. Namun, usaha yang gigih lama kelamaan akan membuat bayi terbiasa lepas dari bedung.

Bedung adalah strategi tidur yang efektif untuk bayi baru lahir, tetapi harus dihentikan secara bertahap setelah bayi berusia dua hingga tiga bulan. Banyak bayi cenderung menolak bedung setelah mereka mengembangkan gerakan aktif anggota tubuh dan kemampuan untuk berguling.

Demikian informasi mengenai waktu terbaik untuk bayi lepas bedong atau bedung. Kapan bayi mama mulai lepas dari bedung?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.