Kemampuan Kognitif Bayi: Perkembangan dan Gejala Gangguannya

kemampuan mengenal sebuah objek, mengingat dan menggunakan bahasa termasuk aspek kognitif

24 Oktober 2021

Kemampuan Kognitif Bayi Perkembangan Gejala Gangguannya
Freepik/freepik

Pada tahun pertama, perkembangan otak bayi sangat pesat. Perkembangan otak bayi dibagi menjadi 3 yaitu fisik, emosional, dan kognitif. Seiring dengan perkembangan otaknya, bayi Mama menyerap apa pun yang ada di lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Mama untuk melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan perkembangan otaknya.

Kemampuan bayi untuk mengenal sebuah objek, mengingat dan menggunakan bahasa termasuk aspek kognitif. Mama bisa menstimulasi perkembangan kognitif bayi dengan kebiasaan yang diterapkan dan dengan mainan yang sesuai. 

Setiap bayi memiliki kecepatan berkembang yang berbeda-beda, Ma. Namun sebaiknya Mama mengetahui beberapa perkembangan umum sesuai dengan usianya. Sehingga jika ada keterlambatan atau gejala gangguan, Mama dapat segera mengambil tindakan.

Pada ulasan berikut, Popmama.com merangkum informasi tentang tahapan perkembangan kemampuan kognitif bayi dan gangguan yang harus diwaspadai.

Apa itu Kemampuan Kognitif?

Apa itu Kemampuan Kognitif
Freepik/cookie_studio

Kemampuan kognitif pada bayi adalah cara bayi belajar berpikir, mengingat, membayangkan, mengumpulkan informasi, mengatur informasi, hingga memecahkan masalah.

Kemampuan ini membantu bayi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, ini termasuk kemampuan yang sangat penting dan harus didukung perkembangannya, Ma.

Berikut ciri-ciri perkembangan kognitif pada bayi:

  • Bayi belajar melalui panca inderanya dan gerak refleks.
  • Mulai memahami permanensi sebuah objek Misalnya saat bayi menggenggam mainan. Bayi mulai mengerti ketika mainan tersebut tidak ada dalam genggamannya. Bayi akan berusaha mencarinya.
  • Bayi memahami bahwa tindakannya akan mendapatkan reaksi tertentu. Di sini bayi belajar mengenai sebab akibat.
  • Aktif menggunakan tangan untuk menjelajahi sekitarnya.
  • Mulai berbahasa walau belum jelas.
  • Meniru suara yang ia dengar.

Editors' Picks

Tahapan Perkembangan Kemampuan Kognitif Bayi

Tahapan Perkembangan Kemampuan Kognitif Bayi
Freepik/cookie_studio

Berikut tahap perkembangan kemampuan kognitif bayi sesuai usianya:

  • Usia 0-6 bulan

Sampai usia 3 bulan, bayi belajar tentang rasa, suara, penglihatan, serta penciuman. Ia akan merespons kondisi lingkungan sekitarnya dengan menunjukkan ekspresi wajah tertentu.

Di usia ini, bayi akan mengembangkan refleks rooting. Ini terjadi saat si Kecil membuka mulut ketika Mama menyentuh pipinya. Gerakan berulang pada tangan dan kaki juga dilakukan untuk membantu melatih fungsi otak dan memorinya.

Di usia 4 bulan bayi mulai mengenali wajah orang yang ada di dekatnya, merespons ekspresi Mama atau orang yang dilihatnya. Di usia 5 bulan, ia mulai penasaran dengan objek. Saat ini, bayi akan meletakkan objek atau benda ke dalam mulutnya. Di bulan ini bayi juga mulai merespon dengan mengeluarkan ocehan.

Bayi mulai mengenali kata dan merespon ketika dipanggil namanya.

  • Usia 6-12 bulan

Bayi mulai mampu mengoordinasikan kemampuan otot dan anggota gerak tubuhnya dengan baik di usia 6 bulan, Ma. Ia juga mulai memahami perbedaan antara benda hidup dan benda mati. Rasa ingin tahu si Kecil pun semakin meningkat.

Di usia 9 bulan, bayi mulai belajar soal sebab akibat, misalnya apa yang akan terjadi ketika ia menjatuhkan benda.

Kemampuan meniru gerakan dasar dapat dilakukan di usia 11 bulan, Ma. Bayi bahkan sudah dapat merespons komunikasi dengan gerakan atau suara.

Tanda Bahaya Gangguan Kognitif

Tanda Bahaya Gangguan Kognitif
Freepik/cookie_studio

Perkembangan setiap bayi tidaklah sama, namun Mama harus waspada untuk keterlambatan perkembangan. Keterlambatan perkembangan kognitif bisa menandakan adanya gangguan kognitif. Berikut beberapa tanda bahaya gangguan kognitif yang harus diwaspadai Mama:

  • 2 bulan: kurangnya fiksasi terhadap sesuatu (fixation).
  • 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda.
  • 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara.
  • 9 bulan: belum bisa babbling seperti mama, baba.
  • 24 bulan: belum ada kata berarti.
  • 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata.

Diskusikan dengan dokter bila ada keterlambatan perkembangan dalam jangka waktu panjang, Ma.

Tips untuk Mendukung Perkembangan Kemampuan Kognitif Bayi

Tips Mendukung Perkembangan Kemampuan Kognitif Bayi
pexels/polina-tankilevitch

Pada tahun pertama, perkembangan otak bayi sangat pesat. Perkembangan otak bayi dibagi menjadi 3 yaitu fisik, emosional, dan kognitif. Seiring dengan perkembangan otaknya, bayi Mama menyerap apa pun yang ada di lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Mama untuk melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan perkembangan otaknya.

Berikut beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk mendukung perkembangan kemampuan kognitif si Kecil:

  • sering memeluk bayi,
  • berikan mainan yang aman sesuai dengan usianya,
  • banyak mengobrol dengan bayi,
  • ajar bayi mengenal namanya dengan sering memanggil atau menyebut namanya.

Setiap bayi memiliki kecepatannya masing-masing, Ma. Namun Mama juga harus waspada jika ada keterlambatan yang cukup lama pada satu tonggak perkembangan.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.