Nistagmus pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

Kenali gejalanya, Ma

30 November 2021

Nistagmus Bayi Gejala, Penyebab, Perawatannya
freepik.com

Nistagmus adalah kondisi ketika bola mata membuat gerakan yang cepat dan berulang tanpa disengaja.

Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan, seperti pandangan yang kabur atau tidak fokus.

Bayi menggerakkan matanya untuk mengikuti mainan, suara, atau orang di sekitarnya. Ini normal pada bayi selama perkembangan penglihatan.

Namun, bayi dengan nistagmus memiliki gerakan mata yang lebih sering dan konstan. Gerakan mata ini bisa ke berbagai arah, termasuk horizontal, vertikal, atau berputar.

Nistagmus terlihat pada sekitar satu dari 5.000 kelahiran dan biasanya terjadi antara usia enam minggu dan enam bulan. Berbagai kondisi medis dapat menyebabkan nistagmus.

Nistagmus juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan atau penurunan penglihatan pada bayi.

Simak terus ulasan Popmama.com untuk mengetahui penyebab, gejala, risiko, dan penanganan nistagmus pada bayi.

Gejala Nistagmus pada Bayi

Gejala Nistagmus Bayi
Freepik

Gerakan mata yang cepat, tidak disengaja, dan tersentak-sentak adalah gejala utama nistagmus pada bayi. Intensitas dan frekuensi gerakan mata ini bisa berbeda-beda pada setiap bayi.

Gejala nistagmus lain pada bayi antara lain:

  • Fotosensitifitas (sensitivitas terhadap cahaya),
  • Kesulitan menggunakan mata untuk mengikuti objek,
  • Kepala dalam posisi miring.

Konsultasikan kepada dokter jika Mama merasa si Kecil mengalami nistagmus.

Beberapa gejala, seperti penglihatan kabur, masalah penglihatan pada malam hari, pusing, dan masalah keseimbangan, biasanya terlihat pada anak yang lebih besar.

Editors' Picks

Penyebab dan Risiko Nistagmus

Penyebab Risiko Nistagmus
pixabay/dendoctoor
foto hitam putih bayi yang sedang mengiler

Masalah neurologis bawaan adalah penyebab paling umum nistagmus pada bayi.

Beberapa bayi mungkin mengalami masalah neurologis setelah lahir. Penyebab lain termasuk:

  • Katarak kongenital,
  • Albinisme,
  • Penyakit sistem saraf pusat,
  • Masalah dengan perkembangan kontrol gerakan mata,
  • Kesalahan refraksi tinggi, seperti rabun jauh atau astigmatisme,
  • Peradangan telinga bagian dalam,
  • Obat-obatan tertentu.

Selain itu, gangguan keseimbangan dan vestibular juga dapat menyebabkan nistagmus pada bayi.

Penyakit seperti multiple sclerosis, stroke, dan trauma dapat menyebabkan nistagmus didapat di kemudian hari.

Komplikasi dan Pencegahan

Komplikasi Pencegahan
Pixabay/Mojpe

Bila kondisi ini tidak segera ditangani, dapat mengakibatkan penurunan ketajaman pada penglihatan dan gangguan koordinasi.

Nistagmus juga bisa menjadi tanda adanya kondisi serius, seperti cedera kepala, stroke, atau keracunan obat, Ma.

Penanganan nistagmus dapat mengurangi risiko komplikasi berikut ini:

  • Gangguan kemampuan kognitif,
  • Kelumpuhan dan cacat permanen,
  • Kerusakan otak,
  • Gangguan pergerakan dan keseimbangan tubuh,
  • Koma.

Bila nistagmus merupakan kondisi keturunan maka tidak ada tindakan pencegahan khusus.

Namun jika disebabkan oleh kondisi tertentu, maka beberapa hal berikut dapat dilakukan untuk pencegahan:

  • Selalu melindungi kepala atau menghindari risiko cedera kepala,
  • Memenuhi kebutuhan nutrisi,
  • Menghindari obat-obatan pemicu nistagmus.

Perawatan Nistagmus pada Bayi

Perawatan Nistagmus Bayi
Pexels/Vidal Balielo Jr

Perawatan nistagmus terutama berfokus pada koreksi kesalahan refraksi atau pembiasan.

Defisit sensorik penglihatan pada nistagmus tidak dapat dikoreksi. Strategi perawatan yang ada membantu mengurangi intensitas dan frekuensi nistagmus.

Berikut beberapa jenis perawatan untuk nistagmus:

  • Perawatan farmakologis: penggunaan obat untuk meningkatkan ketajaman visual dan mengurangi frekuensi nistagmus.
  • Perawatan bedah: bedah untuk memperbaiki postur kepala yang tidak normal dan mengurangi frekuensi gerakan mata. Tenotomi (pengangkatan dan pemasangan kembali otot mata) dan reseksi otot ekstraokular atau kombinasi dari operasi ini jika dibutuhkan.
  • Rehabilitasi penglihatan: ini direkomendasikan untuk bayi yang lahir dengan gangguan penglihatan, dapat dipertimbangkan seiring bertambahnya usia bayi. Pelatihan rehabilitasi mengajarkan anak-anak untuk menggunakan perangkat pembesaran elektronik atau optik dan cara-cara adaptif lainnya.
  • Kacamata dan lensa kontak: bayi dengan kelainan refraksi diberikan kacamata atau lensa untuk mengoreksi kelainan refraksi. Perawatan ini tidak memperbaiki nistagmus dan hanya memperbaiki penglihatan. Penutup mata sering direkomendasikan untuk mencegah komplikasi masalah refraksi seperti ambliopia (mata malas).

Semua prosedur ini membantu meningkatkan nistagmus, tetapi tidak menyembuhkannya. Bayi dapat menerima perawatan untuk penyebab mendasar dari masalah apapun yang ada.

Apakah Nistagmus Berkaitan dengan Autisme?

Apakah Nistagmus Berkaitan Autisme
Pexels/Sunvani Hoàng

Autisme dan nistagmus mungkin saling terkait. Menurut sebuah studi berbasis populasi pada anak-anak di bawah 18 tahun, anak-anak dengan autisme hampir lima kali lebih mungkin untuk memiliki nistagmus daripada anak-anak tanpa autisme.

Studi ini juga menemukan bahwa autisme dapat dikaitkan dengan berbagai gangguan oftalmologis (penyakit dan struktur mata).

Jika bayi Mama mengalami nistagmus dan Mama khawatir tentang perkembangannya, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis gangguan spektrum autisme.

Prognosis nistagmus tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Bayi mungkin tidak dapat mengatasi nistagmus bawaan karena masalah perkembangan.

Nistagmus yang didapat karena kondisi yang dapat diobati dapat hilang setelah mengobati penyebab yang mendasarinya.

Misalnya, nistagmus akibat paparan obat-obatan tertentu dapat hilang ketika senyawa tersebut dibersihkan dari tubuh.

Dengan mengenali gejalanya maka nistagmus pada bayi dapat ditangani dengan cepat.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.