Hiperbilirubinemia pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Kondisi ini menyebabkan kulit bayi menjadi kuning

12 Agustus 2020

Hiperbilirubinemia Bayi, Ini Penyebab Cara Mengatasinya
Diyhealthacademy

Menurut laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), AS, sekitar 60 persen dari seluruh bayi yang lahir mengalami sakit kuning. Ini merupakan gejala utama kondisi hiperbilirubinemia.

Tubuh bayi yang baru lahir belum berkembang dengan sempurna sehingga belum dapat menyaring bilirubin dengan baik. Hal ini menyebabkan tingginya kadar bilirubin dalam tubuh bayi.

Meski normal, jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak, Ma.

Apa saja penyebab hiperbilirubinemia pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut rangkuman Popmama.com mengenai hiperbilirubinemia pada bayi yang baru lahir.

Apa itu Hiperbilirubinemia?

Apa itu Hiperbilirubinemia
Pixabay/angel4leon

Hiperbilirubinemia terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah bayi terlalu tinggi. Bilirubin adalah zat limbah yang terbentuk dari proses pemecahan sel darah merah.

Kondisi ini dapat disebabkan proses fisiologis, patologis, atau kombinasi keduanya. Hiperbilirubinemia menyebabkan bayi terlihat berwarna kuning.

Hiperbilirubinemia umumnya normal, hanya 10 persen yang berpotensi menjadi patologis, Ma. Menurut laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ketakutan yang berlebihan dalam menghadapi hiperbilirubinemia dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan, seperti meningkatnya kecemasan mama, menurunnya aktivitas menyusui, terapi yang tidak perlu, dan biaya yang berlebihan.

Editors' Picks

Penyebab Bayi Mengalami Hiperbilirubinemia

Penyebab Bayi Mengalami Hiperbilirubinemia
Freepik/javi_indy

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi yang baru lahir mengalami hiperbilirubinemia, seperti:

  • Faktor fisiologis

Tubuh bayi yang baru lahir belum dapat menyaring bilirubin dengan baik. Bilirubin adalah zat limbah yang terbentuk dari proses pemecahan sel darah merah. Tingginya kadar bilirubin inilah yang membuat tubuh bayi menjadi kuning. Ini adalah salah satu gejala utama dari hiperbilirubinemia.

  • Bayi yang baru lahir belum dapat menyusu dengan baik

Hiperbilirubinemia sering terjadi pada beberapa hari pertama setelah bayi dilahirkan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh ASI yang masih sedikit atau bayi mengalami kesulitan menyusu. Jika bayi masih belum bisa menyusu dengan baik, Mama dapat berkonsultasi dengan konsultan laktasi untuk mencari jalan keluarnya.

  • Volume ASI yang sedikit setelah melahirkan

Ternyata, air susu ibu dapat menghambat kinerja hati buah hati untuk mengeluarkan bilirubin. Biasanya, kondisi ini terjadi setelah beberapa minggu pertama kelahiran. Ini dikenal dengan sebutan breastfeeding jaundice.

Dilansir dari laman IDAI, jika ini yang terjadi pada bayi, maka tidak memerlukan pengobatan dan tidak perlu diberikan air putih atau air gula. Bayi sehat cukup bulan memiliki cadangan cairan dan energi yang dapat mempertahankan metabolismenya selama 72 jam.

Pemberian ASI yang cukup dapat mengatasi kondisi ini, Ma. Jadi tetap susui bayi meski ASI yang ke luar masih sedikit. Kolostrum akan cepat keluar dengan isapan bayi yang terus menerus. Demikian juga dengan ASI. Cobalah tidur sekamar dengan bayi untuk merangsang produksi ASI.

Ada beberapa cara yang dapat Mama lakukan setelah melahirkan untuk merangsang produksi ASI.

Tetapi selain tiga penyebab di atas, ada hal lain juga yang menyebabkan bayi mengalami hiperbilirubinemia dan ini harus diwaspadai. Penyebab lainnya adalah:

  • Anemia sel sabit
  • Ketidakcocokan golongan darah ibu dan bayi
  • Kelainan genetik
  • Cedera pada bayi, misalnya karena persalinan yang sulit
  • Jumlah sel darah merah yang tinggi

Komplikasi dari Hiperbilirubinemia

Komplikasi dari Hiperbilirubinemia
iheartintelligence.com/Credit to Hai Phong International Hospital

Hiperbilirubinemia adalah hal normal yang terjadi pada bayi yang baru lahir. Tetapi bila tidak ditangani dengan baik maka dapat menyebabkan komplikasi pada bayi seperti kerusakan otak pada bayi. Kondisi ini dikenal dengan sebutan kernikterus.

Berikut adalah gejala bayi mengalami kernikterus:

  • Rewel,
  • mengalami kesulitan menyusu,
  • suara tangisan yang melengking,
  • mudah mengantuk, lemas, dan tidak bertenaga,
  • ada jeda pada tarikan napasnya.

Meski termasuk kondisi yang jarang, kernikterus sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan cedera pada otak atau lumpuh otak (cerebral palsy).

Selain itu, kernikterus juga dapat menimbulkan masalah pada gigi, gangguan pada penglihatan dan pendengaran, serta keterbelakangan mental.

Kenali gejalanya sehingga Mama dapat segera membawa bayi ke dokter jika ia mengalami komplikasi ini.

Penanganan Hiperbilirubinemia

Penanganan Hiperbilirubinemia
Freepik/Watcharapol_amprasert

Penanganan hiperbilirubinemia tergantung pada penyebabnya, kadar bilirubin, dan usia bayi. Jika kondisinya cukup ringan, bayi dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu setelah perkembangan tubuhnya lebih matang.

Selain menyusui, untuk kondisi yang lebih serius, berikut beberapa tindakan yang dapat dilakukan:

  • Fototerapi

Metode ini umum digunakan dan sangat efektif. Pada fototerapi, bayi akan dibaringkan di bawah sinar biru dan hanya menggunakan popok dan kacamata pelindung. Sinar biru ini berfungsi untuk menghancurkan bilirubin dalam tubuh bayi sehingga kadarnya turun.

  • Transfusi tukar

Bila fototerapi tidak dapat mengatasi kondisi hiperbilirubinemia, maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan transfusi tukar. Pada prosedur ini, darah bayi akan dikeluarkan dan digantikan dengan darah sehat dari pendonor. Prosedur ini dapat meningkatkan jumlah sel darah bayi sekaligus mengurangi kadar bilirubin.

Apakah Kondisi ini Dapat Dicegah?

Apakah Kondisi ini Dapat Dicegah
freepik.com

Untuk mencegah terjadinya hiperbilirubinemia, Mama dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Mencukupi kebutuhan ASI bayi.
  • Jika ASI tidak mencukupi, berikan susu formula dengan rekomendasi dokter.
  • Berkonsultasi dengan konsultan laktasi setelah melahirkan untuk mendukung aktivitas menyusui.
  • Selama lima hari pertama setelah bayi lahir, pantau terus kondisinya. Jika ia menunjukkan tanda-tanda sakit kuning, segera bawa bayi ke dokter.

Meski kondisi ini normal dan sering terjadi, hiperbilirubinemia pada bayi yang tidak segera ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan bayi, Ma. Kenali gejalanya sehingga dapat ditangani dengan segera.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.