Fakta! Bayi Telat Lahir Lebih Pintar dari yang Cukup Bulan

Penelitian ini membuktikannya, Ma!

10 Januari 2019

Fakta Bayi Telat Lahir Lebih Pintar dari Cukup Bulan
Pixabay/2081671

Semua wanita hamil tentu berharap dapat melahirkan normal dan cukup bulan. Ya, cukup bulan, tidak prematur dan tentu saja tidak postmatur (lebih dari 42 minggu).

Baik prematur dan postmatur memang bisa memberikan banyak dampak bagi kesehatan si Kecil dan Mama. Untuk itu, alangkah sempurnanya jika Mama bisa melahirkan cukup bulan, tepatnya antar 38 hingga 40 minggu.

Namun bagaimana jika Mama melahirkan setelah due date? Jangan khawatir dulu, karena selain persalinan postmatur tergolong jarang terjadi, bayi yang lahir telat juga lebih pintar dari bayi lahir cukup bulan lho, Ma.

Tidak percaya? Simak saja hasil penelitian dari Northwestern University berikut ini.

1. Bayi postmatur perkembangan kognitifnya lebih baik

1. Bayi postmatur perkembangan kognitif lebih baik
Freepik/Peoplecreations

Sudah terbukti secara penelitian, kalau usia lahir cukup bulan adalah yang terbaik. Anak yang lahir cukup bulan biasanya lebih sehat dan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik juga seiring tumbuh kembangnya.

Sedangkan para peneliti sudah membuktikan kalau bayi lahir prematur memiliki risiko besar mengalami kesulitan pertumbuhan.

Namun di antara dua fakta tersebut ada fakta lain yang cukup mencengangkan, yaitu mengenai bayi lahir setelah due date. Penelitian dari Northwestern University ini menguak fakta kalau bayi yang telat lahir (tepatnya 41 minggu) menunjukkan fungsi kognitif yang lebih baik ketika sekolah dibanding anak-anak yang lahir cukup bulan (39 atau 40 minggu).

Editors' Picks

2. Lebih berisiko bermasalah dengan fisiknya

2. Lebih berisiko bermasalah fisiknya
Freepik

“Penelitian ini mengungkap terjadinya pertukaran antara kemampuan kognitif dan fisik anak, ini berhubungan dengan kehamilan late-term,” ujar Dr. David Figlio pada Daily Mail.

Ya, anak lahir terlambat memang mungkin lebih baik kemampuan kognitifnya, namun ternyata mereka juga lebih berisiko mengalami masalah dengan kesehatannya.

“Kehamilan late-term berkaitan dengan meningkatnya kondisi abnormal saat lahir dan kondisi fisik yang lebih buruk saat anak-anak. Ini juga berhubungan dengan performa yang lebih baik dalam ketiga ukuran dasar sekolah di bidang kemampuan kognitif,” tambah Dr. David.

3. Terbukti lebih pintar

3. Terbukti lebih pintar
staceyjanesnappycakes.com.au

Para peneliti menganalisis sertifikat kelahiran di Florida, yang berhubungan dengan catatan sekolah umum lebih dari 1.4 juta kelahiran dari kehamilan berusia 37 dan 41 minggu.

Kemudian penulis penelitian membandingkan kelahiran telat (41 minggu) dengan kelahiran cukup bulan (39 atau 40 minggu). Cara membandingkannya adalah menggunakan tiga pengukuran kemampuan kognitif dan dua kondisi fisik (kondisi bayi baru lahir abnormal dan ketidakmampuan fisik yang dicatat oleh sekolah).

Hasilnya, anak yang lahir terlambat memiliki performa lebih baik dalam tiga area kognitif dibanding anak lahir cukup bulan. Anak lahir terlambat juga nilai tesnya lebih tinggi dibanding anak SD dan SMP lainnya, 2.8 persen lebih mungkin tergolong jenius dan 3.1 persen lebih terbebas dari angka kemampuan kognitif yang buruk, dibanding teman-teman seusianya yang lahir cukup bulan.

Baca juga:7 Fakta Penting Persalinan Postmatur