7 Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai

Kenali tanda-tanda saat bayi mengalami dehidrasi yuk, Ma

19 Oktober 2021

7 Tanda Bayi Dehidrasi Perlu Diwaspadai
Pexels/Laura Garcia

Dehidrasi merupakan suatu keadaan di mana tubuh kekurangan cairan. Bayi dan anak-anak umumnya sangat rentan mengalami dehidrasi akibat cairan di dalam tubuh tidak tercukupi, sehingga sistem kinerja tubuhnya menjadi terganggu.

Meski siapa pun bisa mengalami dehidrasi, tetapi akan sangat berbahaya jika terjadi pada bayi dan anak-anak. Tidak hanya karena kurang minum, tetapi juga bisa terjadi saat si Kecil sakit, seperti mengalami demam, diare, dan muntah-muntah.

Dehidrasi yang terjadi pada bayi disebabkan oleh cadangan air di dalam tubuhnya masih tergolong kecil, sehingga kurang cairan atau minum sedikit saja, ia bisa mengalami dehidrasi.

Haus tidak selalu menjadi tanda bahwa bayi mengalami dehidrasi, tetapi bisa jadi lebih dari itu, misalnya bayi menjadi rewel, tubuhnya terasa dingin, hingga mengalami kepucatan.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk Mama mengetahui tanda bayi dehidrasi agar saat si Kecil mengalami tanda-tanda tersebut Mama bisa mengatasinya segera.

Berikut ini telah Popmama.comrangkum 7 tanda bayi dehidrasi. Dipelajari yuk, Ma.

1. Air mata dan selaput tidak terlihat

1. Air mata selaput tidak terlihat
Pexels/william-fortunato

Air mata dan lendir merupakan indikator jumlah cairan tubuh. Apabila si Kecil saat menangis masih menguarkan air mata, bisa jadi dehidrasi tersebut masih tergolong ringan.

Namun, jika saat menangis si Kecil tidak keluar air mata sama sekali, mungkin gejala dehidrasinya sudah meningkat pada tingkat sedang hingga berat.

Sementara itu, untuk selaput lendir Mama bisa melihatnya dari mulut.

Apabila mulutnya tampak kering, si Kecil tengah mengalami dehidrasi sedang. Akan tetapi, jika sangat kering itu berarti sudah masuk ke tingkat dehidrasi besar.

2. Bayi menjadi sangat rewel, sering mengantuk, hingga kesadaran menurun

2. Bayi menjadi sangat rewel, sering mengantuk, hingga kesadaran menurun
Pexels/wildlittlethingsphoto

Tanda bayi dehidrasi ringan ditandai dengan si Kecil yang menjadi sangat rewel.

Dalam kondisi tersebut, bisa jadi si Kecil masih mau untuk diberi minum karena haus. Akan tetapi, apabila si Kecil menjadi lebih sering mengantuk, lemas, berkeringat, hingga kesadaran menurun, Mama perlu mewaspadainya.

Tanda tersebut masuk pada tingkat dehidrasi berat. Saat tubuh si Kecil menjadi semakin lemas, yang akan terjadi selanjutnya adalah bisa mengalami penurunan kesadaran dan berakhir dengan koma. Hal tersebut terjadi karena otak tidak menerima suplai darah yang cukup dengan air sebagai pembawa darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Sangat berbahaya, bukan, Ma?

Editors' Picks

3. Kaki dan tangan bayi terasa dingin dan pucat

3. Kaki tangan bayi terasa dingin pucat
Pexels/karolina-grabowska

Kurangnya oksigen dalam tubuh akibat dehidrasi dapat menyebabkan kaki dan tangan menjadi dingin.

Organ-organ dalam tubuh akan didahulukan dalam pendistribusian darah, sehingga suplai darah ke bagian perifer, seperti ujung jari kaki dan tangan akan dikorbankan.

Sebab itu, kaki dan tangan akan terasa dingin apabila mengalami dehidrasi. Selain terasa dingin, tubuh juga akan menjadi pucat.

4. Kulit kurang elastis

4. Kulit kurang elastis
Pexels/Pixabay

Tingkat elastisitas kulit juga bisa menjadi tanda bayi mengalami dehidrasi. Caranya adalah dengan mencubit punggung tangan. Perhatikan apakah ada perubahan saat Mama melepaskan cubitan tersebut. Apabila elastisitas kulit melambat untuk kembali menjadi normal, aritnya si Kecil mengalami dehidrasi.

5. Pola pernapasan dan hitung nadi

5. Pola pernapasan hitung nadi
Pexels/daniel-reche-718241

Untuk mengenali tanda bayi dehidrasi, Mama bisa coba untuk memeriksa pola pernapasan dan menghitung nadi.

Pada dehidrasi ringan, pola pernapasan dan denyut nadinya sudah pasti tertolong normal, di bawah 120 kali per menit. Namun, apabila napas dan denyut nadi si Kecil semakin cepat, tetapi lemah, tandanya dehidrasi yang si Kecil alami sudah masuk ke tingkat dehidrasi sedang hingga berat.

Oleh karena itu, ada baiknya Mama memeriksa pola pernapasan dan denyut nadi kalau Mama lupa apakah si Kecil sudah mendapatkan cukup air atau belum ya, Ma.

6. Produksi urine yang semakin sedikit

6. Produksi urine semakin sedikit
Pexels/polina-tankilevitch

Urine menjadi salah satu indikator cairan dalam tubuh. Urine juga bisa mendeteksi tanda dehidrasi pada bayi dan anak-anak.

Normalnya, saat julah air yang masuk ke dalam tubuh terlalu banyak, air yang akan dikeluarkan juga akan semakin besar melalui urine. Akan tetapi, saat dehidrasi air yang dikeluarkan melalui urine akan semakin sedikit, bahkan tidak buang air kecil sama sekali.

Apabila urine pada bayi dan anak berwarna kuning dan si Kecil masih sering buang air kecil, artinya dehidrasi yang dialami masih ringan. Akan tetapi, jika warna urinenya semakin pekat dan si Kecil sudah jarang buang air kecil, Mama patut waspada. Bisa jadi, si Kecil mengalami dehidrasi sedang dan perlu diatasi.

Semakin pekat warna pada urine, akan semakin berbahaya karena tanda dehidrasi tingkat berat tidak akan mengeluarkan urine sama sekali. Dengan kata lain, si Kecil sudah tidak bisa lagi buang air kecil. Hal tersebut sangat berbahaya loh, Ma.

7. Ubun-ubun tampak besar

7. Ubun-ubun tampak besar
Pexels/fotios-photos

Di usia kurang dari 2 tahun, ubun-ubun si Kecil belum tertutup dengan sempurna. Sebab itu, apabila terjadi dehidrasi, Mama bisa memerhatikan ubun-ubunnya.

Ubun-ubun akan membesar, tampak cekung, dan akan makin mencekung saat dehidrasi yang dialami semakin berat. Akan tetapi, pada dehidrasi ringan, ubun-ubun si Kecil masih akan terlihat seperti normal, sehingga tidak terlalu kentara.

Itulah 7 tanda bayi dehidrasi yang bisa Mama ketahui. Semoga dengan mengenak 7 tanda bayi dehidrasi tersebut, Mama bisa menyelamatkan si Kecil dari kondisi dehidrasi berat yang dapat menyebabkan koma, bahkan kematian.

Apabila dehidrasi masih berlanjut setelah melakukan berbagai macam pertolongan, bawa si Kecil ke rumah sakit terdekat ya, Ma! Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.