Bayi Muntah Tanpa Disertai Demam, Apa Penyebabnya Ya?

Padahal tampak baik-baik saja, tapi kok si Kecil mendadak muntah-muntah ya?

13 Juni 2021

Bayi Muntah Tanpa Disertai Demam, Apa Penyebab Ya
Pexels/Anna Svhets

Bayi muntah adalah masalah yang kerapkali dihadapi orangtua sehari-hari. Ada berbagai penyebab bayi muntah, mulai dari terlalu lama menangis hingga penyakit tertentu. Sebagian bayi muntah tanpa adanya gejala demam atau gejala lainnya, sehingga hal ini cukup mengkhawatirkan bagi orangtua. Sakit apa yang diderita oleh si Kecil ya?

Kali ini Popmama.com merangkum lima penyebab bayi muntah tanpa disertai demam yang penting Mama ketahui, dilansir dari Healthline:

1. Kesulitan makan

1. Kesulitan makan
Publicdomainpictures.net/Petr Kratochvil

Bayi perlu waktu untuk belajar makan, termasuk bagaimana cara menjaga agar ASI dapat dicerna dengan baik. Seiring dengan gumoh, bayi mama mungkin akan muntah sesekali setelah makan. Hal ini terjadi karena pencernaan bayi butuh pembiasaan dan bayi mama juga harus belajar untuk tidak menelan ASI terlalu cepat dan tidak makan berlebihan. 

Ini adalah hal yang wajar kok, Ma. Tetapi jika bayi mama sangat sering muntah atau muntah dalam jumlah yang banyak dan sangat kuat tiap kali makan, konsultasikan dengan dokter. Dalam beberapa kasus, ini merupakan pertanda dari suatu penyakit selain kesulitan makan yang umum.

2. Flu perut

2. Flu perut
Pixabay/joffi

Flu perut, atau gastroenteritits, adalah penyebab umum muntah pada bayi dan anak-anak. Bayi mama bisa mengalami siklus muntah yang datang dan pergi selama sekitar 24 jam. 

Gejala lain dari flu perut yang perlu diwaspadai selain muntah tanpa demam adalah:

  • Diare ringan,
  • rewel dan mudah menangis,
  • nafsu makan buruk.

Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama empat hari. Pada bayi, gastroenteritis parah dapat menyebabkan dehidrasi. Hubungi dokter anak segera jika bayi mama menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.

Editors' Picks

3. Refluks asam lambung

3. Refluks asam lambung
Pexels/Natalie

Sama seperti orang dewasa dari segala usia, bayi juga bisa mengalami refluks asam lambung atau GERD. Hal ini menyebabkan bayi muntah di minggu-minggu atau bulan-bulan pertama kehidupan bayi. 

Muntah akibat refluks asam lambung terjadi ketika otot-otot bagian atas perut bayi masih sangat lemah. Hal ini memicu bayi muntah sesaat setelah menyusu. Jika ini adalah penyebabnya, Mama bisa memberikan makanan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering, menyendawakan bayi, dan menopang bayi dalam posisi tegak selama sekitar 30 menit setelah menyusui. 

4. Infeksi telinga

4. Infeksi telinga
Freepik/User19622617

Infeksi telinga adalah penyakit umum pada bayi dan anak-anak. Ini disebabkan karena tabung telinga bayi yang bentuknya lebih horizontal ketimbang orang dewasa. Jika bayi mengalami infeksi telinga, ia akan mengalami mual dan muntah tanpa demam. Hal ini terjadi karena infeksi telinga menyebabkan rasa sakit, pusing, dan kehilangan keseimbangan. 

5. Mabuk

5. Mabuk
Freepik

Bayi di bawah usia dua tahun biasanya tidak mengalami mabuk perjalanan atau mabuk kendaraan. Tetapi beberapa bayi mungkin muntah saat mengendarai mobil atau berputar-putar, terutama jika mereka baru saja makan. 

Mabuk perjalanan dapat membuat bayi pusing dan mual, sehingga ia pun muntah. Hal ini lebih sering terjadi ketika bayi mengalami sakit perut karena kembung, gas, atau sembelit. 

Bau yang menyengat dan jalan berangin atau bergelombang juga bisa membuat bayi pusing. Untuk menyiasatinya, usahakan bayi tidur dalam perjalanan. Bayi yang tidur cenderung tidak merasa mual.

6. Intoleransi susu

6. Intoleransi susu
Freepik/jcomp

Galaktosemia adalah jenis intoleransi susu yang terjadi karena bayi lahir tanpa enzim tertentu yang dibutuhkan untuk memecah gula yang terdapat pada susu. Beberapa bayi dengan kondisi ini bahkan sensitif terhadap ASI. 

Galaktosemia dapat menyebabkan mual dan muntah setelah minum susu atau mengonsumsi produk susu apa pun. Intoleransi ini juga dapat menyebabkan ruam kulit atau gatal-gatal pada bayi. 

Itulah beberapa penyebab bayi muntah tanpa demam. Apabila bayi mengalami muntah-muntah lebih dari 12 jam secara intens, sebaiknya segera periksakan bayi ke dokter. Dikhawatirkan bayi mengalami masalah kesehatan yang lebih serius dan berisiko dehidrasi. 

Semoga informasi ini bermanfaat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.