10 Fakta Bilirubin yang Perlu Mama Ketahui

Saat anak didiagnosa mengalami sakit kuning, Mama perlu mengenal apa itu bilirubin

21 September 2020

10 Fakta Bilirubin Perlu Mama Ketahui
Pexels.com/pixabay

Hampir 60 persen bayi yang lahir di dunia ini mengalami kuning. Hal ini sebetulnya wajar. Kuning pada bayi, atau yang memiliki nama medis neonatal jaundice adalah timbulnya warna kuning pada kulit bayi yang diakibatkan kadar bilirubin lebih dari 5 miligram/dl.

Meskipun wajar, Mama perlu mengetahui secara detil serba-serbi fakta tentang bilirubin, penyebab hingga cara mengatasinya.

Berikut Popmama.com sampaikan 10 fakta tentang bilirubin yang perlu Mama ketahui:

1. Apa itu bilirubin?

1. Apa itu bilirubin
Pixabay.com/gerald-9301

Bilirubin merupakan pigmen jingga-kuning yang terkandung dalam darah dan tinja. Bilirubin adalah sisa dari perombakan sel darah merah yang hancur secara alami. Bilirubin dihasilkan dari proses penyaringan oleh hati dan dikeluarkan melalui sistem pembuangan, yaitu feses dan urine.

Pada bayi baru lahir, perhitungan kadar bilirubin menjadi hal penting karena merupakan indikasi kesehatan bayi. Kadar bilirubin tinggi menyebabkan kulit bayi menjadi kuning.  

2. Berapa kadar bilirubin bayi yang dikategorikan tinggi?

2. Berapa kadar bilirubin bayi dikategorikan tinggi
Pixabay.com/skalekar1992

Kadar bilirubin tinggi pada bayi dikategorikan sesuai usianya, yaitu:

  • Lebih dari 10 mg/dL untuk bayi usia kurang dari 1 hari.
  • Lebih dari 15 mg/dL untuk bayi usia 1-2 hari.
  • Lebih dari 18 mg/dL untuk bayi usia 2-3 hari.
  • Lebih dari 20 mg/dL untuk bayi usia lebih dari 3 hari.

3. Bagaimana tes bilirubin dilangsungkan?

3. Bagaimana tes bilirubin dilangsungkan
Pixabay.com/jarmoluk

Tes bilirubin dilakukan melalui darah. Gunanya untuk mengukur total jumlah bilirubin dalam pembuluh darah. Total kadar bilirubin normal antara 0,20 - 1,50 mg/dl. Tes bilirubin langsung (bilirubin direct) bertujuan untuk mengukur kadar bilirubin yang diproduksi hati. Normalnya berkisar di angka 0,00 hingga 0,03 mg/dl.

4. Apa penyebab tingginya kadar bilirubin?

4. Apa penyebab tinggi kadar bilirubin
Wikimedia Commons

Kadar bilirubin pada bayi yang tinggi biasanya disebabkan stres akibat persalinan. Namun ada juga penyebab lain yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Infeksi, misalnya infeksi kantung empedu.
  • Penyakit yang berhubungan dengan kerusakan liver, misalnya hepatitis dan sirosis.
  • Penyakit akibat sel darah merah yang rusak lebih cepat, misalnya erythroblastosis fetalis dan anemia hemolitik.
  • Penyakit keturunan, misalnya sindrom Gilbert.
  • Organ hati yang belum matang akibat kelahiran prematur.
     

Editors' Picks

5. Apa akibatnya jika bilirubin tinggi?

5. Apa akibat jika bilirubin tinggi
Pixabay.com/PublicDomainPictures

Bayi dengan bilirubin tinggi jika tidak segera ditangani maka akan menjadi racun dan merusak jaringan otak, saraf dan hati. Dampaknya pun membahayakan karena bisa menyebabkan, bahkan bisa menyebabkan cerebral palsy.

6. Bagaimana ciri-ciri bayi kuning yang normal dan yang berbahaya?

6. Bagaimana ciri-ciri bayi kuning normal berbahaya
Pixabay.com/fancycrave1

Bayi yang kuning normal (jaundice fisiologis) disebabkan karena fungsi hati bayi baru lahir yang belum berfungsi sempurna alias belum terkonjungasi. Biasanya tubuh bayi akan berangsur-angsur normal saat berusia 24-72 jam setelah diberi asupan ASI atau susu formula yang cukup dan disinar. Jika bayi tetap aktif menangis dan kuat menyusu, serta urinnya tidak berwarna kuning tua dan cokelat, tandanya masih normal.

Namun, pada bayi dengan kuning yang berbahaya, setelah 1-2 minggu akan tetap terlihat kuning dan warnanya terus menyebar hingga lengan dan kaki. Kemudian bayi rewel dan terus menangis, lengan dan tungkai yang lemah, demam di atas 38° Celcius hingga kejang.

Jika terjadi tanda-tanda di atas, segera bawa bayi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.

7. Bagaimana penanganan fototerapi pada bayi kuning?

7. Bagaimana penanganan fototerapi bayi kuning
Flickr.com/shannonpatrick17

Fototerapi atau terapi sinar biru perlu dilakukan pada bayi kuning. Sinar biru yang dipancarkan merupakan sinar ultraviolet yang akan diserap kulit bayi.

Ada dua jenis fototerapi yang bisa dilakukan untuk menangani kuning pada bayi, yaitu fototerapi konvensional menggunakan lampu halogen atau lampu neon ultraviolet dan fototerapi serat optik menggunakan kabel serat yang dipasang pada selimut yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh bayi. Biasanya metode fototerapi serat optik dilakukan pada bayi prematur.

8. Adakah risiko fototerapi?

8. Adakah risiko fototerapi
Pixabay.com/Pexels

Setiap prosedur medis pasti ada dampaknya, termasuk juga fototerapi. Risiko umum yang bisa timbul akibat fototerapi adalah ruam pada kulit dan dehidrasi. Risiko lain yang bisa timbul jika mata bayi tidak terlindungi dengan baik selama proses fototerapi adalah kerusakan lapisan saraf bagian belakang.
 

9. Adakah dampak pemberian ASI pada kadar bilirubin?

9. Adakah dampak pemberian ASI kadar bilirubin
Pixabay.com/StockSnap

Ya, ada. Jika bayi diberikan ASI, kadar bilirubin puncak bisa mencapai 7-14 mg/dL. Namun jika diberikan susu formula, kadar bilirubin tetap bisa turun, hanya saja kadarnya lebih sedikit yaitu 6-8 mg/dL.

10. Menjemur bayi kuning di sinar matahari pagi, efektifkah?

10. Menjemur bayi kuning sinar matahari pagi, efektifkah
Pixabay.com/1041483

Hal ini masih menjadi perdebatan, karena para ahli menganggap menjemur bayi setiap pagi bukanlah satu-satunya cara untuk mengobati kuning pada bayi. Menjemur bayi di sinar matahari pagi bertujuan untuk memenuhi asupan vitamin D pada bayi meski juga banyak bayi kuning yang berhasil membaik berkat terkena sinar matahari.

Jika Mama berniat menjemur bayi untuk membuatnya jadi lebih sehat, perhatikan waktu yang baik saat melakukannya. Sinar matahari pagi yang baik berkisar di jam 07.00-09.00. Jangan biarkan bayi terkena sinar matahari langsung dan berikan pelindung, bisa berupa kain penutup, kacamata ataupun topi. 

Namun untuk bayi kuning, yang paling disarankan adalah melakukan fototerapi di bawah pengawasan tim medis berpengalaman.

Itu dia 10 fakta bilirubin pada bayi yang perlu Mama ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.