6 Makanan Sumber Zat Besi untuk Bayi, Efektif Cegah Anemia

Pastikan bayi mendapat asupan zat besi cukup agar tidak menderita anemia

3 September 2021

6 Makanan Sumber Zat Besi Bayi, Efektif Cegah Anemia
Pexels/Vanessa Loring

Menginjak usia enam bulan, kebutuhan gizi bayi mulai bertambah. Oleh karena itulah, selain ASI atau susu formula, mulai usia ini bayi perlu memenuhi kebutuhan gizinya agar optimal dengan MPASI. 

Salah satu mineral yang diperlukan oleh bayi untuk memaksimalkan fungsi sistem organ tubuhnya adalah zat besi. Zat besi bermanfaat untuk membantu sel darah merah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, serta mendukung kemampuan belajar bayi. Apabila tidak mendapatkan cukup zat besi, bayi mama bisa mengalami anemia.

Kebutuhan zat besi ini dapat dipenuhi lewat berbagai makanan sehat. Berikut ini Popmama.com merangkum lima makanan sumber zat besi untuk bayi, dilansir dari Healthline:

1. Daging merah dan unggas

1. Daging merah unggas
Freepik/Serhii-bobyk

Daging merah dan daging unggas mengandung zat besi heme yang tinggi, tetapi mudah dicerna tubuh. Daging sapi, jeroan, termasuk hati, memiliki banyak zat besi. Satu porsi atau sekitar tiga ons hati sapi, misalnya, mengandung 5 mg zat besi. Mama bisa mengolah daging merah dan daging unggas menjadi berbagai MPASI yang lezat, misalnya menjadi bakso, bolognese, dan lain-lain.

2. Bubur dan sereal fortifikasi

2. Bubur sereal fortifikasi
Pixabay/Windelprinz

Selama ini beredar anggapan bahwa memberikan bubur instan atau sereal terfortifikasi kepada bayi itu nol nilai gizinya. Padahal ini adalah anggapan yang salah. Bubur instan dan sereal yang terfortifikasi telah dilengkapi dengan berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Termasuk zat besi. 

Mama bisa menambahkan buah-buahan atau sumber protein lainnya untuk memaksimalkan nilai gizinya. Pastikan Mama hanya memberikan bubur instan yang sudah lulus BPOM.

Editors' Picks

3. Kacang-kacangan

3. Kacang-kacangan
Freepik/Stockking

Apabila si Kecil ternyata tidak terlalu menyukai daging merah atau pun daging unggas, kacang-kacangan dapat menjadi sumber zat besi yang baik. Kacang kedelai, kacang koro, kacang merah, dan berbagai jenis kacang-kacangan lain, mengandung zat besi, serat, dan berbagai vitamin serta mineral penting lain.

Sebelum memberikan berbagai jenis kacang-kacangan, Mama bisa melakukan tes terlebih dahulu, karena beberapa bayi ternyata mengalami alergi kacang yang tidak terdeteksi sebelumnya.

4. Sayuran berdaun hijau

4. Sayuran berdaun hijau
Pixabay/Matthias Böckel

Sayuran berdaun hijau, seperti kangkung, bayam, dan brokoli, adalah beberapa jenis sayur yang bisa menjadi andalan sumber zat besi. Dalam satu cangkir bayam rebus mengandung sekitar 3 mg zat besi. 

Mama dapat mengolah sayur-sayuran hijau ini menjadi berbagai MPASI lezat, mulai disajikan sebagai tumisan, dicampur dengan telur menjadi omelet, hingga dijadikan nugget sayuran.

5. Tahu

5. Tahu
Freepik/Jcomp

Mama mungkin tak menyangka, tetapi, ya, tahu merupakan sumber zat besi yang mudah dan murah. Selain zat besi, tahu juga menyediakan sumber gizi lain yang bisa dibilang komplit, antara lain protein dan kalsium. Dalam satu cangkir tahu kukus mengandung sekitar 3 mg zat besi. 

Ada berbagai jenis tahu di pasaran yang dapat diolah menjadi MPASI, antara lain tahu sutra dan tahu Banyuwangi. Tahu enak digoreng menjadi camilan si Kecil, atau pun diolah menjadi perkedel dan nugget.

6. Ikan tuna

6. Ikan tuna
Freepik/freepik

Agar tidak bosan, Mama bisa mengganti menu daging merah dan daging unggas dengan ikan. Ikan tuna, tepatnya, mengandung sekitar 1 mg zat besi per tiga ons-nya. Ikan tuna tersedia di pasaran dalam berbagai bentuk. Tetapi kami menyarankan ikan tuna segar untuk diolah dan disajikan kepada si Kecil. 

Mama bisa mengkombinasikan ikan tuna dengan sayuran rebus atau puree sayuran untuk meningkatkan asupan harian zat besi bayi.

Itulah makanan sumber zat besi untuk bayi. Semoga daftar ini menginspirasi dalam menyajikan MPASI yang sehat dan berkualitas untuk si Kecil ya, Ma. 

Baca juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.