hanco

Cara Melatih Kekuatan Otot Leher Bayi untuk Mencegah Tortikolis

Penting dilakukan untuk mencegah posisi kepala dan leher yang miring atau tortikolis

16 September 2019

Cara Melatih Kekuatan Otot Leher Bayi Mencegah Tortikolis
Freepik/V.ivash

Bayi dilahirkan dengan otot leher yang lemah. Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan fisiknya, otot leher memang secara alamiah akan makin kuat. Untuk itu, otot leher ini perlu dilatih agar makin kuat menopang beratnya kepala dari hari ke hari.

Melatih kekuatan otot leher penting untuk mencegah terjadinya tortikolis, kondisi di mana otot leher tidak seimbang hanya pada satu sisi. Lalu, bagaimana caranya melatih kekuatan otot leher yang tepat dan bisa dilakukan sendiri di rumah? Berikut tips dari Popmama.com, dilansir dari livestrong.com:

Tentang Tortikolis

Tentang Tortikolis
Pixabay/Tawny van Breda

Otot leher bayi lemah tidak selalu merupakan tanda tortikolis, tetapi tortikolis selalu ditandai dengan lemahnya otot leher bayi. Ini disebabkan karena otot yang menghubungkan tulang dada dan tulang leher ke tengkorak kepala yang lebih pendek. Akibatnya, kepala bayi miring di satu sisi atau berputar, atau bahkan keduaya. 

Tortikolis disebabkan karena berbagai faktor, misalnya cedera saat kelahiran, posisi janin yang tidak normal di dalam kandungan, kelainan atau masalah tulang di bagian tulang belakang, dan dalam kasus tertentu diakibatkan penyakit bawaan yag dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf atau otot. 

Lalu, bagaimana melatih bayi agar otot lehernya lebih kuat lagi? 

1. Melatih otot leher dengan tummy time

1. Melatih otot leher tummy time
Freepik/alexander_safonov

Tummy time direkomendasikan para dokter anak untuk membantu menguatkan otot leher yang lemah. Dengan rutin meletakkan bayi Anda pada posisi perut selama beberapa saat, otot lehernya akan lebih kuat karena ia terus berusaha mengangkat kepalanya dari permukaan. 

Editors' Picks

2. Melakukan peregangan leher

2. Melakukan peregangan leher
Freepik/Vgstockstudio

Secara alami bayi cenderung suka melihat ke satu sisi. Dengan lembut, putar kepala bayi sehingga dagunya menyentuh pundaknya, seperti yang disarankan oleh Infant/Toddler Safe Sleep & SIDS Risk Reduction dalam Child Care Newsletter. Pastikan tidak memaksa bayi memutar kepalanya karena hal ini justru akan mengakibatkan cedera.

3. Melakukan gendongan "sepak bola"

3. Melakukan gendongan "sepak bola"
verywellfamily.com

Gendongan "sepak bola" merupakan posisi menyusui populer yang ternyata dapat membantu bayi Anda memperkuat otot lehernya. Posisikan menggendong tubuhnya di bawah lengan Mama, dengan tangan menopang perut dan dadanya dengan kuat. Bayi harus menghadap ke bawah, jadi ia harus menggunakan otot lehernya untuk melihat sekitarnya. Untuk itu, pastikan menggendongnya dengan erat agar tidak terjatuh dari pegangan ya, Ma.

4. Merangsang bayi angkat kepala dengan mainan

4. Merangsang bayi angkat kepala mainan
Pixabay/PublicDomainPictures

Mainan yang mengeluarkan suara gemerincing dan berwarna cerah dapat menarik perhatian bayi Mama. Ini dapat menjadi cara untuk melatih kekuatan lehernya. Baringkan bayi di atas selimut di lantai, lalu goyangkan mainan di depannya berpindah-pindah. Ia akan mengikuti ke mana suara dan arah mainan digoyangkan. Kegiatan ini tak hanya akan membuat bayi terhibur, melainkan juga meregangkan otot lehernya.

Itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih kekuatan otot leher bayi. Semoga informasi ini menginspirasi Mama!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!